ads

AI Ready ASEAN Bekali 1,7 Juta Siswa dan Pendidik dengan Keterampilan AI Praktis

Novita Sari - Jumat, 25 September 2026
Melalui program regional yang berlangsung hingga akhir 2028, lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, dosen, serta tenaga pengajar perguruan tinggi di kawasan ASEAN akan mendapatkan pembelajaran dan keterampilan AI praktis. Foto: Ist
Melalui program regional yang berlangsung hingga akhir 2028, lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, dosen, serta tenaga pengajar perguruan tinggi di kawasan ASEAN akan mendapatkan pembelajaran dan keterampilan AI praktis. Foto: Ist
A A A

Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Di ruang kelas, kampus, hingga dunia kerja, teknologi ini mulai membuka berbagai cara baru untuk belajar, mengajar, melakukan riset, dan menyelesaikan pekerjaan.

Namun, mengenal AI saja tidak cukup. Generasi muda juga perlu memahami cara memanfaatkan teknologi tersebut secara efektif, kreatif, dan bertanggung jawab. Kebutuhan inilah yang mendorong ASEAN Foundation memperluas program AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific.

Melalui program regional yang berlangsung hingga akhir 2028 tersebut, lebih dari 1,7 juta siswa, guru sekolah K–12, dosen, serta tenaga pengajar perguruan tinggi di kawasan ASEAN akan mendapatkan pembelajaran dan keterampilan AI yang bersifat praktis.

Program ini memperoleh dukungan resmi setelah diperkenalkan dalam Sesi Terbuka Pertemuan Pejabat Senior ASEAN untuk Pendidikan (ASEAN Senior Officials Meeting on Education/SOM-ED) ke-21. Pelaksanaannya dilakukan melalui kolaborasi dengan AVPN, dengan dukungan Google.org dan Asian Development Bank (ADB).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan masyarakat ASEAN menghadapi perkembangan teknologi AI yang berlangsung semakin cepat.

Dari Sekadar Mengenal AI hingga Mampu Menggunakannya

Fase terbaru AI Ready ASEAN melanjutkan capaian program selama dua tahun sebelumnya. Jika sebelumnya fokusnya antara lain membangun kesadaran mengenai AI, fase berikutnya akan membawa pembelajaran ke tingkat yang lebih aplikatif.

Para pendidik dan siswa akan dibekali keterampilan untuk mengintegrasikan AI ke dalam berbagai aktivitas, mulai dari kegiatan belajar dan mengajar, penelitian, hingga persiapan memasuki dunia kerja.

Dr. Piti Srisangnam, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, mengatakan bahwa pengalaman pada fase pertama menunjukkan adanya kesiapan generasi muda, pendidik, dan masyarakat ASEAN untuk memanfaatkan AI ketika mereka memperoleh perangkat dan dukungan yang tepat.

“Melalui Fase 2, yang kini didukung oleh AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, kami tidak hanya berfokus pada meningkatkan kesadaran tentang AI, tetapi juga membekali sistem pendidikan di kawasan ini dengan keterampilan AI yang praktis,” ujarnya.

Menurutnya, keterampilan tersebut diharapkan membantu guru dan siswa menggunakan AI secara bertanggung jawab sekaligus mempersiapkan tenaga kerja masa depan di kawasan ASEAN.

Pelatihan Disesuaikan dengan Kebutuhan Lokal

Dalam pelaksanaannya, ASEAN Foundation akan menggandeng Mitra Pelaksana Lokal (Local Implementing Partners/LIPs) dari berbagai negara anggota ASEAN yang memenuhi kualifikasi dan berminat mengikuti program.

Para mitra akan membantu mengembangkan kurikulum sesuai konteks lokal serta menyelenggarakan pelatihan AI terapan bagi guru K–12, mahasiswa, dan dosen.

Kolaborasi juga akan dilakukan secara erat dengan kementerian pendidikan di masing-masing negara anggota ASEAN. Langkah ini bertujuan agar pelaksanaan program dapat berjalan sejalan dengan prioritas nasional di bidang pendidikan dan AI, sekaligus melengkapi berbagai inisiatif yang telah berjalan.

Koordinasi tersebut juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan masing-masing negara, memperluas keterlibatan institusi pendidikan dan penerima manfaat, serta memperkuat dukungan pemerintah terhadap program.

Tak hanya melalui pelatihan, ASEAN Foundation juga akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan di tingkat nasional dan regional. Pemerintah, praktisi AI, akademisi, organisasi masyarakat sipil, organisasi internasional, media, hingga perwakilan penerima manfaat akan dilibatkan dalam pertukaran pengetahuan dan pengalaman.

Pertemuan tersebut diharapkan menghasilkan wawasan yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan strategi pendidikan AI berbasis bukti, termasuk untuk melihat kebutuhan dan kesenjangan yang dihadapi bersama di kawasan.

Pertemuan Regional Keempat dijadwalkan berlangsung pada Desember 2026 di Singapura.

Mendorong Literasi AI di Asia Tenggara

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Google.org. Marija Ralic, Kepala Google.org Asia Pasifik, mengatakan bahwa literasi AI kini menjadi salah satu keterampilan mendasar, sementara pendidik memiliki peran penting dalam membantu peserta didik memahami dan menggunakan teknologi tersebut.

“Kami bangga dapat terus mendukung ASEAN Foundation dalam membawa AI Ready ASEAN melangkah lebih jauh, dari peningkatan kesadaran menuju pelatihan terapan yang lebih mendalam dan akan memberikan manfaat bagi jutaan siswa di seluruh kawasan,” ujarnya.

Sementara itu, Naina Subberwal Batra, CEO AVPN, menuturkan bahwa melalui AI Opportunity Fund: Asia-Pacific, pihaknya berupaya memperluas akses terhadap pelatihan AI yang praktis dan dapat diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Menurutnya, kerja sama dengan ASEAN Foundation dan mitra pelaksana lokal di berbagai negara dapat memperkuat upaya regional dalam meningkatkan kesiapan AI bagi guru, siswa, dan dosen.

Bagian dari Agenda Pendidikan ASEAN

AI Ready ASEAN Powered by AI Opportunity Fund: Asia-Pacific juga selaras dengan sejumlah agenda regional ASEAN, termasuk ASEAN Socio-Cultural Community (ASCC) Strategic Plan 2026–2030, ASEAN Economic Community (AEC) Strategic Plan 2026–2030, serta ASEAN Work Plan on Education 2026–2030.

Program ini diarahkan untuk mendukung akses pembelajaran digital yang inklusif, meningkatkan daya saing tenaga kerja, mendorong pembelajaran sepanjang hayat, serta memperkuat penggunaan AI dan teknologi baru secara bertanggung jawab.

Di tengah perubahan teknologi yang terus berlangsung, keterampilan AI menjadi salah satu bekal yang semakin penting bagi generasi muda. Melalui pembelajaran yang lebih praktis dan relevan dengan kebutuhan masing-masing negara, program ini diharapkan dapat membantu siswa dan pendidik ASEAN tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga lebih siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang muncul di era AI.

Informasi mengenai pendaftaran, jadwal pelatihan, dan peluang kemitraan akan disampaikan melalui laman khusus program.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
AI Ready ASEAN Bekali 1,7 Juta Siswa dan Pendidik dengan Keterampilan AI Praktis
img
Buka Akses Kerja Inklusif, Teman Tuli Kini Punya Kesempatan untuk Berdaya sebagai Mitra Pengemudi
img
Tantrum, Meltdown, atau Overload? Kenali Perbedaannya Sebelum Merespons Anak
img
Temani Pemulihan Warga Flores, Dapur Umum Hadirkan Ribuan Porsi Makanan