Aku Bisa Kok Bedain Penipu! Yakin, Moms? Simak Cara Aman Belanja Online
Ternyata, 83% orang Indonesia sangat percaya diri bahwa mereka bisa mengenali penipuan online sendirian. Padahal, faktanya, cuma 58% yang benar-benar pakai aplikasi keamanan tambahan di HP atau laptopnya.
Studi dilakukan oleh pusat riset pasar Kaspersky pada November 2025. Sebanyak 3000 responden dari 15 negara (Argentina, Chili, Cina, Jerman, India, Indonesia, Italia, Malaysia, Meksiko, Arab Saudi, Afrika Selatan, Spanyol, Turki, Inggris Raya, dan Uni Emirat Arab) ikut serta dalam survei ini.
Ingat ya, Moms, sekarang itu penipu makin canggih karena pakai Artificial Intelligence (AI) untuk membuat link palsu yang mirip sekali dengan aslinya. Sepanjang tahun 2025 saja, ada sekitar 6,7 juta serangan yang menyamar menjadi toko online atau bank! Waduh…
Riset juga mengatakan kalau generasi senior (usia 55+) paling rentan, karena hanya 32% dari mereka yang menggunakan proteksi keamanan. Jadi, jangan lupa ingatkan orangtua kita juga ya, Moms.
Nah, agar tidak kena tipu, yuk lakukan kebiasaan ini:
- Jangan Gampang Simpan Data Kartu: Kalau nggak butuh banget, jangan simpan nomor kartu kredit/debit di akun toko online.
- Pisahkan Kartu Belanja: Punya satu rekening/kartu khusus buat belanja online saja yang saldonya nggak usah gede-gede.
- Waspada "Diskon Gede-Gedean": Kalau ada flash sale yang harganya nggak masuk akal, atau situsnya maksa kita buru-buru bayar, mending bye-bye saja, deh!
- Password Jangan "Sama Semua": Bedakan password tiap akun dan nyalakan otentikasi dua faktor (2FA), ya.
- Pasang "Satpam" Digital: Pakai aplikasi keamanan yang telah terbukti dan terpercaya.
Kebiasaan Unik Orang Indonesia
Menariknya nih, 37% orang Indonesia (terutama yang muda-muda) lebih suka tanya pendapat teman atau saudara dahulu sebelum membeli barang. Cara ini oke juga sih buat second opinion.
Pokoknya, jangan cuma modal "feeling" ya, Moms. Tetap waspada karena penipu zaman sekarang makin pinter akting!
“Sepanjang tahun ini, kami mengamati bahwa pebelanja online secara konsisten menjadi salah satu target paling diinginkan oleh penipu. Selama periode diskon misalnya, penipuan mereka dapat menjadi lebih meluas. Tetap waspada sangat penting, tetapi melindungi diri sendiri membutuhkan lebih dari sekadar kesadaran. Sangat mengkhawatirkan bagaimana penipu sekarang menggunakan AI untuk membuat upaya phishing yang lebih canggih dan tertarget sehingga semakin sulit dikenali oleh pengguna biasa,” pungkas Olga Altukhova, Analis Konten Web Senior di Kaspersky.