Ario Bayu Mengajak Masyarakat Indonesia Menjaga Nilai – Nilai Luhur Lewat Film Pendek Sepenuhnya Indonesia
Gotong royong dan kekeluargaan adalah contoh nilai luhur yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Meski berakar dari pandangan hidup yang diwariskan turun-temurun, tapi tetap relevan hingga saat ini. Tapi sayang nilai – nilai luhur tersebut sudah mulai dilupakan.
Aktor, Ario Bayu Wicaksono mengajak masyarakat Indonesia untuk menjaga nilai – nilai luhur lewat sebuah film pendek berjudul Sepenuhnya Indonesia. Yang mana film ini juga merupakan bagian dari perayaan 35 tahun McDonald’s Indonesia.
Kehadiran Ario Bayu ini dinilai merepresentasikan sosok Indonesia yang santun, hangat, dan membumi, selaras dengan pesan yang ingin disampaikan melalui film ini. Ario Bayu mengungkapkan bahwa ketertarikannya terlibat dalam film ini berangkat dari narasi yang kuat dan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Yang membuat saya tertarik adalah niat untuk menggambarkan dan mengembangkan nilai-nilai kekeluargaan Indonesia, seperti ramah-tamah, sopan santun, dan atribut-atribut yang kadang kita lupa sebagai orang Indonesia,” paparnya.
Ia pun menuturkan, sejak diskusi awal bersama tim, perayaan 35 tahun tidak ingin dimaknai sekadar sebagai penanda usia, melainkan sebagai sebuah tribute to Indonesia yang merefleksikan nilai-nilai luhur dalam keseharian masyarakat. Kedekatan emosional itulah yang membuat cerita ‘Sepenuhnya Indonesia’ terasa relevan baginya.
“Bagi saya film ini merupakan sebuah makna tentang melakukan segala sesuatu dengan hati, berangkat dari niat baik, diupayakan dengan sungguh-sungguh, dan pada akhirnya menghadirkan kebaikan,” terangnya.
Disutradarai oleh sineas Dimas Djayadiningrat, film ini dibangun dengan pendekatan naratif yang sederhana namun emosional. “Bagi saya, pembuatan film pendek Sepenuhnya Indonesia’ terasa istimewa karena menempatkan esensi cerita dan pesan utama sebagai pusatnya. Pendekatan storytelling yang tulus dan luwes menjadi fokus, dengan ruang diskusi terbuka sehingga proses kreatif berjalan menyenangkan. Harapannya, film pendek ini dapat diapresiasi dan menyentuh hati penonton untuk melakukan hal baik serupa, dengan tetap menjaga nilai-nilai luhur yang menjadi identitas masyarakat Indonesia,” terang Dimas.
Menurut Caroline Kurniadjaja, Associate Director of Marketing McDonald’s Indonesia, ini adalah refleksi perjalanan panjang perusahaan tumbuh bersama masyarakat sejak restoran pertama dibuka di Sarinah pada 1991. “Sejak pertama hadir, niat kami jelas: hadir untuk Indonesia, oleh Indonesia, dan bersama Indonesia. Kami meneladani nilai gotong royong, kebersamaan, kepercayaan, ketulusan, dan yang paling khas menurut saya, adalah rasa syukur,” tutup Caroline.