ads

Bukan Cuma Skincare, Skin Longevity Clinic Ajak Kenali Hubungan Gaya Hidup dan Kesehatan Kulit

Efa Trapulina - Jumat, 02 Oktober 2026
Wardah menghadirkan Wardah Skin Longevity Clinic di Spac8 Ashta, Jakarta, pada 29 September hingga 6 Oktober 2026 (Foto: Ist)
Wardah menghadirkan Wardah Skin Longevity Clinic di Spac8 Ashta, Jakarta, pada 29 September hingga 6 Oktober 2026 (Foto: Ist)
A A A

Moms pernah merasa nggak: sudah rajin skincare, tapi kulit masih gampang kusam, sensitif, atau terasa kurang sehat? Mungkin sudah waktunya melihat rutinitas perawatan kulit dari sudut pandang yang lebih luas.

Ada kabar baik nih, Moms. Tahun ini, Wardah hadir dengan a holistic of immersive brand experience. Tidak hanya berbicara mengenai kulit namun menganalisa lebih dalam terkait lifestyles consumers melalui kehadiran Wardah Skin Longevity Clinic, yang berlangsung di Spac8 Ashta Jakarta dari tanggal 29 September hingga 6 Oktober 2026.

Di ruang ini, Moms bisa mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, dan berkonsultasi langsung dengan para pakar dari berbagai bidang. Perawatan kulit tidak hanya dibicarakan dari sisi produk atau masalah yang terlihat di permukaan. Pengunjung diajak melihat bagaimana kebiasaan sehari-hari —mulai dari aktivitas fisik, pola makan, kualitas tidur, hingga stres— ikut menjadi bagian dari perjalanan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Konsep ini dikenal sebagai skin longevity, yaitu pendekatan untuk menjaga kesehatan, fungsi, kualitas, dan resiliensi kulit agar tetap optimal seiring waktu.

Berbeda dengan pembahasan anti-aging yang umumnya berfokus pada tampilan, skin longevity melihat bagaimana kulit dapat terus menjalankan fungsinya dengan baik. Mulai dari menjaga skin barrier, melindungi diri dari paparan lingkungan, hingga mendukung proses regenerasi secara optimal.

Analoginya seperti battery health pada ponsel: yang dijaga bukan sekadar tampilannya, tetapi bagaimana performanya bisa tetap baik dalam jangka panjang.

Kulit Ternyata Ikut Menjalani Rutinitas Kita

Ya, tanpa disadari, kulit sebenarnya menjalani keseharian yang sama dengan pemiliknya. Pagi terburu-buru mengejar jadwal, bekerja berjam-jam di depan laptop, makan di tengah kesibukan, sesekali menyempatkan olahraga, lalu tidur larut karena pekerjaan atau sekadar scrolling media sosial.

"Setiap hari, kita menjalani banyak hal. Kita bergerak, bekerja, bertemu banyak orang dan makan di tengah kesibukan. Tanpa banyak kita sadari, kulit ikut menjalani semuanya bersama kita," ujar Dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., Deputy CEO ParagonCorp, dalam sambutannya di acara Wardah Skinverse, Discover the Skin Longevity Clinic and Reveal Lifestyle Rituals for Lasting Skin Health, Kamis (1/10).

Dalam kesempatan itu, Dr. Sari mengajak masyarakat melihat perawatan kulit sebagai bagian dari merawat diri dalam jangka panjang. Pertanyaan mengenai apa yang harus dilakukan ketika kulit bermasalah tetap penting. Namun, menjaga kulit yang masih sehat, melindungi fungsi yang masih baik, dan mempertahankannya lebih lama juga perlu menjadi perhatian.

Wardah Skin Longevity Clinic
Skin Clongevity Clinic diperkenalkan sebagai The First Wardah Skin Longevity Clinic by ParagonCorp in Southeast Asia, di Spac8 Ashta, Jakarta (1/10)

Pendekatan ini berkaitan dengan skin exposome science, yang melihat hubungan antara berbagai paparan dari lingkungan dan gaya hidup dengan kondisi kulit. Pola tidur, stres, nutrisi, aktivitas fisik, paparan sinar UV, dan polusi menjadi bagian dari konteks kesehatan tubuh sekaligus kulit.

Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa kesehatan dan proses penuaan kulit tidak hanya dipengaruhi faktor intrinsik, tetapi berkaitan dengan berbagai faktor gaya hidup, seperti pola makan, kesehatan sistem pencernaan, aktivitas fisik, kualitas tidur, stres, serta paparan UV dan polusi.

MOVE, EAT, REST: Tiga Kebiasaan yang Saling Terhubung

Di media sosial, informasi soal skincare, nutrisi, olahraga, sampai tips memperbaiki kualitas tidur bisa ditemukan hampir setiap hari. Masalahnya, berbagai informasi tersebut sering hadir secara terpisah.

Pendekatan skin longevity mencoba melihatnya sebagai satu kesatuan melalui tiga pilar utama yakni: MOVE, EAT, dan REST.

MOVE berkaitan dengan aktivitas fisik. Olahraga teratur merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk sirkulasi dan kesehatan metabolik. Karena itu, olahraga diajak untuk dilihat sebagai ritual jangka panjang, bukan sekadar target kebugaran.

Kemudian ada EAT, yang melihat nutrisi sebagai bagian dari kesehatan sistemik. Di dalamnya diperkenalkan hubungan antara pola makan, kesehatan pencernaan, dan kondisi kulit melalui pendekatan gut-skin axis.

Sementara REST berbicara tentang tidur, pemulihan, dan pengelolaan stres. Kurang tidur dan stres kronis berkaitan dengan kulit yang tampak kusam dan lebih reaktif. Hal ini dibahas melalui konsep circadian rhythm dan brain-skin axis.

Dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM, Skin Longevity Expert, Founder Dryd Clinic & Medical Lead Soulbox Recharge, menjelaskan perbedaan antara lifespan dan healthspan. "Lifespan adalah umur yang panjang. Sementara healthspan, yang menjadi bagian dari konsep longevity, adalah hidup panjang yang tetap berkualitas: tetap fit, aktif, dan berdaya tanpa harus bolak-balik berobat," jelasnya.

Menurut Dr. Yusri, skincare dan gaya hidup bukan dua hal yang terpisah, melainkan saling melengkapi.

Dari Analisis Kulit Sampai Kebiasaan Sehari-hari

Di Skin Longevity Clinic, konsep tersebut kemudian diterjemahkan dalam sebuah perjalanan yang menggabungkan analisis kulit dengan asesmen gaya hidup. Perjalanan dimulai dari Personalized AI Skin Longevity Analyzer. Informasi kondisi kulit dan jawaban pengunjung mengenai enam domain gaya hidup dirangkum menjadi Skin Longevity Score dalam Advanced Skin ID Blueprint.

Wardah Skin Longevity Clinic (Foto: Efa)
Di Skin Longevity Clinic, pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, dan berkonsultasi langsung dengan pakar (Foto: Efa)

Enam lifestyle inputs tersebut meliputi sleep & recovery, nutrition, stress & nervous system, physical activity, gut health, serta environment yang mencakup UV, panas, dan polusi. Hasil analisis kemudian diterjemahkan bersama expert dengan melihat aspek gaya hidup mana yang perlu diprioritaskan.

Novia Sukmawaty, Group Head Marketing Professional & Consumer Experience ParagonCorp, melihat semakin banyak orang yang kini memandang kesehatan sebagai investasi jangka panjang. Cara pandang serupa, menurutnya, mulai terlihat dalam cara orang merawat kulit.

"Tahun ini menjadi tahun ketiga kami menghadirkan pengalaman ini, setelah sebelumnya hadir di Senayan dan Kota Kasablanka. Melalui Skin Longevity Clinic, kami ingin menghadirkan ruang yang aman bagi konsumen untuk mendapatkan pengetahuan baru, berdiskusi, dan berkonsultasi langsung dengan para pakar dari berbagai bidang," ujarnya.

Menurut Novia, pengalaman tersebut sengaja dirancang sebagai clinic journey, bukan sekadar pameran atau tempat mencoba produk. "Personalisasi bukan soal memberi lebih banyak data, tetapi membantu konsumen bergerak dari sekadar informasi menuju langkah berikutnya yang lebih jelas untuk dirinya," jelasnya.

Pengunjung bisa melakukan analisis kulit dan asesmen MOVE, EAT, REST
Pengunjung bisa melakukan analisis kulit dan asesmen MOVE, EAT, REST

Bukan Sekadar Mengejar Kulit Awet Muda

Bagi sebagian orang, istilah longevity mungkin langsung mengingatkan pada upaya memperlambat penuaan. Namun, skin longevity memiliki fokus yang lebih luas. Pendekatan ini menitikberatkan pada bagaimana kulit tetap sehat dan mampu menjalankan fungsi pentingnya seiring waktu.

Dr. Conny Melly Rosdiana, Sp.D.V.E., FINSDV, Ketua Bidang 3 PERDOSKI Cabang Jakarta, menegaskan bahwa merawat kulit bukan hanya soal penampilan atau mencegah penuaan. "Kulit merupakan organ terluas di tubuh kita dan memiliki banyak fungsi vital, mulai dari proteksi, pengaturan suhu tubuh, pertahanan sistem imun, regenerasi, hingga merespons lingkungan di sekitarnya," jelasnya.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit tidak cukup hanya dilakukan ketika masalah sudah muncul. "Untuk kesehatan kulit jangka panjang, kita perlu melakukan pencegahan, perlindungan, dan perawatan rutin sejak dini. Prevention, protection, dan maintenance inilah fondasi dari skin longevity," ujar Dr. Conny.

Perubahan cara pandang dalam merawat kulit juga dirasakan Tasya Farasya. Sebagai beauty content creator, ia melihat bagaimana kebiasaan orang dalam merawat kulit berubah sejak dirinya pertama kali memulai karier.

Wardah Skin Longevity Clinic
(ki-ka) Host; Novia Sukmawaty, Tasya Farasya, Dr. Conny Melly Rosdiana, Sp.D.V.E., FINSDV, dan Dr. Yusri Dinuth, MM, ABAARM

Kini, ia tidak lagi menunggu masalah kulit muncul sebelum mulai memperhatikan kebutuhannya. "Aku nggak mau ikut-ikutan tren atau FOMO. Aku pilih skincare yang memang kulitku butuhkan. Tapi skincare saja nggak cukup. Pola tidur dan olahraga juga ikut menentukan kesehatan kulitku dalam jangka panjang," ungkapnya.

Buat generasi yang setiap hari akrab dengan tren baru, pendekatan ini terasa relevan. Tidak semua produk yang sedang ramai dibicarakan otomatis harus masuk ke rutinitas.

Mengenali kebutuhan kulit dan konsisten menjalankan kebiasaan yang sesuai justru menjadi bagian penting dari perjalanan jangka panjang.

Perjalanan yang Tidak Berhenti di Satu Kunjungan

Skin Longevity Clinic menjadi awal dari komitmen jangka panjang Wardah melalui Precision Longevity ResearchTM, platform riset ilmiah terintegrasi untuk memahami skin longevity dari tingkat genetik, seluler, hingga gaya hidup. Riset tersebut mencakup AI Personalized Longevity Protocols, Skin Genomic Research untuk memahami mengapa kulit setiap orang dapat merespons secara berbeda, serta Exposome & Epigenetic Research untuk menelusuri bagaimana paparan sehari-hari membentuk kesehatan kulit sepanjang waktu.

Pada akhirnya, pendekatan ini mengajak kita melihat kesehatan kulit sebagai perjalanan yang terus berubah mengikuti kehidupan. Memahami kondisi kulit, melindunginya, mendukung kebutuhannya, konsisten menjalankan kebiasaan baik, lalu beradaptasi ketika kebutuhan berubah.

"Karena tujuan akhirnya bukan sekadar hidup lebih lama, tetapi memiliki kapasitas untuk terus bertumbuh, berkarya, dan memberi dampak bagi sekitar," tutup Novia Sukmawaty, Global Halal Beauty Marketing Group Head. 

Bisa Dicoba Langsung di Jakarta

Skin Longevity Clinic terbuka untuk umum pada 29 September–6 Oktober 2026 di Spac8 Ashta, Jakarta. Pengunjung dapat mengikuti Complete Skin Longevity Protocol, mulai dari analisis kulit dan asesmen MOVE, EAT, REST hingga Face Gym Treatment.

Ada pula Skin Longevity Check berbasis AI, Lifestyle Protocol untuk asesmen pola gerak, makan, dan istirahat, serta Skin Longevity Class bersama expert.

Bagi yang ingin tetap aktif, tersedia sesi Longevity Pilates with a View di rooftop ASHTA bersama Alder/Anytime Fitness. Ada pula Multidisciplinary Expert Session bersama dokter dan praktisi dari berbagai bidang.

Pengunjung juga bisa mencoba rangkaian skincare yang dipilih berdasarkan hasil asesmen, termasuk Crystal Secret Brightening, serta mengikuti AI Personalized Skin Analyzer bersama Skin Expert dan AI Sunscreen Finder Experience untuk menemukan sunscreen sesuai kebutuhan kulit.

Untuk yang membutuhkan waktu sejenak untuk beristirahat, tersedia Rest Zone Experience bersama Skinoura dan NeuroVizr.

Di sela eksplorasi, pengunjung dapat mampir ke Hydration Bar untuk menikmati Collagen Drink Series yang mengandung 8.000 mg kolagen, 250 mg L-glutathione, serta vitamin A dan C untuk membantu menjaga kelembapan dan kesehatan kulit.

Informasi pendaftaran dan jadwal lengkap tersedia melalui Goers atau situs Skinverse.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari Pabrik Lokal, Teknologi AI hingga Barcelona: Strategi Menjangkau Konsumen Indonesia
img
Dari Main Game hingga Santai, Tips dan Trik Bikin Satu Ruang untuk Banyak Aktivitas
img
Bukan Cuma Skincare, Skin Longevity Clinic Ajak Kenali Hubungan Gaya Hidup dan Kesehatan Kulit
img
Hampir 2.000 Peserta Ramaikan Ajang Lari di Surabaya, Dorong Gaya Hidup Aktif Bersama Chicco Jerikho