Dampingi Pasangan dalam Mengupayakan Kehamilan Lewat Program GlowImpact
23 tahun menanti kehadiran sang buah hati tak membuat langkah Kingkin Kusumawardhani dan sang suami mundur. Dengan mengikuti GlowImpact sebuah program pendampingan bagi pasangan yang sedang mengupayakan kehamilan, yang digagas oleh MS GLOW Beauty, melanjutkan ikhtiarnya dalam mendapatkan keturunan.
Melalui edukasi dan konsultasi bersama tenaga profesional, program ini mendukung 15 pasangan suami istri di Malang, Jawa Timur, dalam memahami persiapan kehamilan sesuai kondisi masing-masing. “23 tahun bukan waktu yang singkat, dan terlalu jauh perjalanannya. Mungkin ini terakhir kali usaha saya,” ungkap Kingkin saat mengikuti GlowImpact di Malang (30 September 20206).
Penantian Kingkin memperlihatkan sisi personal dari persoalan yang dihadapi jutaan pasangan di Indonesia. Dalam artikel yang diterbitkan pada 23 Mei 2022, Kementerian Kesehatan RI menyebutkan bahwa infertilitas diperkirakan dialami oleh 10–15 persen pasangan usia subur di Indonesia, atau sekitar 4–6 juta pasangan. Di balik angka tersebut, ada perjalanan yang kerap membutuhkan pemeriksaan, pendampingan, dan akses terhadap layanan kesehatan yang tepat.
Artikel yang sama menjelaskan bahwa gangguan pada sistem reproduksi dapat dialami laki-laki maupun perempuan. Persoalan infertilitas juga dapat disertai tekanan psikologis dan stigma sosial, terutama terhadap perempuan. Konteks ini menjadi alasan penting untuk melibatkan kedua pasangan dalam proses mencari informasi dan dukungan.
Melalui program ini ingin mendampingi pasangan yang sedang mengupayakan kehamilan dengan dukungan yang menghargai kondisi dan pilihan setiap keluarga. Program ini melibatkan suami dan istri agar keduanya dapat memahami persiapan kehamilan dan menjalani proses pendampingan bersama. “Kami percaya, perjalanan mendapatkan buah hati bukan hanya menjadi perjuangan perempuan, tetapi juga perjalanan yang dijalani bersama pasangan,” ujar Shandy Purnamasari, Founder MS GLOW Beauty.
Pada kegiatan perdana di Malang, 15 pasangan peserta mengikuti sesi edukasi dan pertemuan langsung bersama Angga Prajabuana, praktisi edukasi program kehamilan. Sesi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk membahas perjalanan yang telah mereka jalani dan memperoleh informasi mengenai persiapan kehamilan.
Rangkaian program ini mencakup konsultasi dan pendampingan profesional untuk membantu peserta memahami langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing. Kebutuhan dukungan medis ditentukan melalui konsultasi dan evaluasi tenaga kesehatan. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan memiliki informasi yang lebih memadai dalam mempertimbangkan langkah selanjutnya bersama pasangan.
Program ini melanjutkan inisiatif “Pejuang Dua Merah” yang dihadirkan pada tahun 2025. Program sebelumnya memberikan pendampingan mental dan psikologis serta dukungan dalam perjalanan kehamilan hingga persalinan. Melalui GlowImpact, keterlibatan pasangan diperkuat dalam rangkaian pendampingan.
“Bagi kami, memberikan dampak bukan hanya tentang apa yang bisa diberikan melalui produk, tetapi juga bagaimana kami dapat hadir dalam berbagai fase kehidupan masyarakat. Kami ingin memberikan dukungan yang lebih nyata bagi para pejuang garis dua,” kata Shandy.
Setelah Malang, program ini direncanakan berlanjut ke Surabaya pada Oktober 2026, kemudian hadir di Bandung dan Bekasi. Perluasan ke kota-kota tersebut ditujukan untuk menjangkau lebih banyak pasangan yang membutuhkan informasi dan pendampingan dalam mengupayakan kehamilan. “Setiap perjalanan memiliki waktunya masing-masing. Kami berharap program ini dapat menjadi salah satu bentuk dukungan yang memberikan harapan baru bagi para pasangan yang sedang menantikan buah hati,” ujar Shandy.
Bagi pasangan seperti Kingkin dan suaminya, kehadiran pendampingan menjadi bagian penting dari perjalanan yang panjang. Melalui GlowImpact, MS GLOW Beauty berharap peserta dapat memperoleh arahan profesional sekaligus dukungan untuk menjalani prosesnya bersama.