ads

Dari FOMO Jadi Cerdas Finansial: Saat Anak Muda Mulai Gotong Royong Patungan Digital Bareng Gengs

Novita Sari - Kamis, 30 Juli 2026
Ketika anak-anak muda berdiskusi menentukan target tabungan bulanan di aplikasi perbankan digital, secara tidak langsung mereka sedang belajar mengelola risiko keuangan. Foto: Ist
Ketika anak-anak muda berdiskusi menentukan target tabungan bulanan di aplikasi perbankan digital, secara tidak langsung mereka sedang belajar mengelola risiko keuangan. Foto: Ist
A A A

Bagi sebagian besar orang, istilah FOMO (Fear of Missing Out) adalah momok yang melekat pada Generasi Z dan Milenial. Istilah ini kerap dituding sebagai biang keladi di balik keputusan-keputusan finansial yang impulsif: antre berjam-jam demi tiket konser yang mahal, berburu tempat ngopi estetik yang menguras kantong, hingga membeli barang-barang tren demi validasi sosial.

Namun, jika kita melihat lebih dekat ke dalam sirkel pertemanan anak muda hari ini, sebuah transformasi sosial yang menarik sedang terjadi. Generasi ini sedang berevolusi menjadi apa yang bisa kita sebut sebagai “Fomo-Sapiens”—manusia modern yang sadar akan tren, namun mengatasinya dengan cara-cara yang jauh lebih bijak, taktis, dan komunal.

Dibanding menikmati kesenangan secara individual yang berisiko merusak arus kas pribadi, mereka kini mengadopsi tren baru yang dikenal sebagai social budgeting atau patungan digital. Fenomena ini bukan sekadar urusan membagi bil restoran setelah makan bersama, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk merencanakan masa depan bersama sirkel terdekat mereka.

Wajah Baru Gotong Royong di Era Digital

Di Indonesia, konsep mengumpulkan uang bersama untuk tujuan tertentu bukanlah hal baru. Kita mengenalnya sejak lama dengan sebutan gotong royong, arisan, perelek atau kencreng. Namun, di tangan generasi muda hari ini, kultur luhur tersebut mengalami digitalisasi radikal tanpa kehilangan esensinya.

Hari ini, sangat lumrah menemukan sekelompok anak muda yang memiliki "tabungan bersama". Isinya bervariasi: mulai dari dana untuk liburan akhir tahun, dana darurat geng jika ada salah satu anggota yang membutuhkan pertolongan cepat, pos patungan kado pernikahan sahabat, hingga dana kolektif untuk menonton festival musik tahun depan.

Transformasi kultural ini dapat terjadi berkat lompatan besar dalam ekosistem digital banking. Dulu, mengumpulkan uang dalam satu rekening bersama sering kali memicu kecurigaan, tidak transparan, dan rentan terhadap "drama pertemanan" akibat pencatatan yang manual.

Hadirnya inovasi dari blu by BCA Digital dengan fitur seperti bluGether menjadi jawaban atas kebutuhan komunal ini. Fitur ini memungkinkan satu rekening tabungan diakses dan dipantau bersama oleh seluruh anggota sirkel (member). Setiap orang bisa melihat siapa yang sudah menyetor, berapa saldo yang terkumpul, hingga ke mana aliran dana tersebut digunakan secara transparan dan aman. Kepercayaan yang dulunya mahal, kini berhasil dijembatani oleh teknologi.

Foto: Ist
Memasuki usia ke-5, blu by BCA Digital mengajak seluruh masyarakat dan Sobatblu untuk ikut merayakan pencapaian ini melalui rangkaian program spesial ulang tahun bertema Fivephoria yang berlangsung selama lima hari penuh, dari 22 hingga 26 Juli 2026. Foto: Ist

“Selama lima tahun hadir, kami melihat menabung telah bergeser jadi momen kolaboratif. Melalui fitur seperti ini, kami ingin memberikan ruang yang fungsional sekaligus personal. Mengelola keuangan makin terbuka dan seru melalui berbagai nama kantong tabungan impian, mulai dari sesi Healing & Traveling Bareng seperti kantong 'Mudik', 'Pulkam', 'Keliling Dunia', dan 'Healing', hingga persiapan momen Halal bersama pasangan lewat nama 'Wedding', 'Honeymoon', 'Seserahan', 'Sangjit', 'Tunangan', 'Prewed', serta 'Halal'. Kami juga mengajak agar tak lupa untuk menyisihkan dana keamanan dengan membuat kantong ‘Emergency Fund’ agar cashflow selalu sehat dan terjaga dengan baik,” ujar Edwin Tirta, Head of Digital Business BCA Digital dalam keterangan resminya. “Kami mencatat tren menarik dimana generasi digital semakin aktif membangun collaborative goals bersama orang-orang terdekat,” tambah Edwin.

Peningkatan Literasi Finansial secara Organik

Fenomena social budgeting ini membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar terkumpulnya dana liburan. Ini adalah bukti nyata dari peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang terjadi secara organik, dari bawah ke atas (bottom-up), langsung dari dalam sirkel pertemanan.

Ketika anak-anak muda ini berdiskusi menentukan target tabungan bulanan di aplikasi perbankan digital mereka, secara tidak langsung mereka sedang belajar mengelola risiko, memahami skala prioritas, dan menekan ego konsumtif demi tujuan bersama. Edukasi finansial tidak lagi datang dari infografis kaku atau seminar yang membosankan, melainkan dari ruang obrolan grup WhatsApp dan aplikasi perbankan yang interaktif.

Sirkel pertemanan kini berubah fungsi menjadi sistem pendukung (support system) finansial yang sehat. Mereka saling mengingatkan untuk mengisi "pos bersama", sekaligus menjadi rem darurat saat salah satu anggota mulai menunjukkan gejala belanja impulsif yang berlebihan.

Tumbuh Bersama Komunitas

Langkah generasi muda yang mengawinkan kultur gotong royong dengan teknologi ini mengirimkan pesan kuat kepada industri perbankan: masa depan keuangan adalah tentang konektivitas dan komunitas. Perbankan tidak bisa lagi sekadar menjadi tempat penyimpanan uang yang dingin dan individualistis.

Melalui komitmen Tumbuh Bareng Kamu, blu by BCA Digital berhasil menangkap esensi pergeseran zaman ini. Prinsip ini bukan sekadar slogan pemasaran, melainkan sebuah manifestasi dari peran bank digital sebagai ruang tumbuh yang inklusif. Dengan memfasilitasi kebutuhan finansial yang berbasis komunitas, platform digital ini ikut berjalan beriringan bersama jutaan anak muda Indonesia dalam merayakan masa muda mereka tanpa harus mengorbankan stabilitas masa depan.

Evolusi dari FOMO menjadi Fomo-Sapiens mengajarkan kita satu hal penting: anak muda Indonesia tidak pernah kehilangan arah finansial. Mereka hanya butuh cara dan alat yang tepat. Lewat patungan digital dan ekosistem perbankan yang suportif, mereka membuktikan bahwa menikmati hidup dan membangun ketahanan finansial bisa dilakukan bersama-sama, persis seperti cara nenek moyang kita membangun bangsa ini: dengan bergotong royong.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari FOMO Jadi Cerdas Finansial: Saat Anak Muda Mulai Gotong Royong Patungan Digital Bareng Gengs
img
Lewat Seminar tentang Kerajinan dan Inovasi, Prancis dan Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang Mode
img
Hentikan Overthinking dan Rayakan Sisi Spontanmu, Hearts2Hearts Ajak Anak Muda Tampil Apa Adanya
img
Tak Harus Menambah Luas Agar Rumah Tetap Luas, Yuk, Luangkan Ruang Agar yang Berarti Selalu Punya Tempat