ads

Dari Pabrik Lokal, Teknologi AI hingga Barcelona: Strategi Menjangkau Konsumen Indonesia

Efa Trapulina - Jumat, 02 Oktober 2026
Harga yang terjangkau, konsumsi listrik yang hemat, kemudahan penggunaan, hingga layanan purna jual ikut menjadi pertimbangan saat memilih peralatan rumah tangga (Foto: Ist)
Harga yang terjangkau, konsumsi listrik yang hemat, kemudahan penggunaan, hingga layanan purna jual ikut menjadi pertimbangan saat memilih peralatan rumah tangga (Foto: Ist)
A A A

Moms, memilih peralatan rumah tangga kini bukan lagi sekadar mencari produk yang terlihat canggih. Harga, konsumsi listrik, kemudahan penggunaan, hingga layanan purna jual ketika produk bermasalah ikut menjadi pertimbangan.

Bagi generasi milenial dan Gen Z yang mulai mengisi rumah dengan berbagai perangkat elektronik, teknologi boleh semakin pintar, tetapi tetap harus terasa praktis. Jangan sampai fitur yang semakin banyak justru membuat rutinitas di rumah semakin rumit.

Hal tersebut menjadi salah satu bahasan dalam konferensi pers bertajuk “Midea Paling Ideal #JujurSebagusItu” yang digelar di di Movenpick Hotel Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dalam acara tersebut, perusahaan memaparkan penguatan bisnis di Indonesia melalui produksi lokal, teknologi AI, jaringan layanan, hingga kolaborasi global.

Perkuat Bisnis melalui Produksi Lokal

Buat konsumen, keberadaan pabrik mungkin terdengar seperti urusan internal perusahaan. Namun, produksi yang lebih dekat dengan pasar Indonesia dapat berkaitan dengan ketersediaan produk sekaligus kemampuan menyesuaikan produk dengan kebutuhan lokal.

Michael Adisuhanto, Vice President Midea Electronics Indonesia, mengatakan Indonesia merupakan pasar strategis dalam pengembangan bisnis. Dan,  perusahaan global asal Tiongkok tersebut terus memperkuat basis manufakturnya di Indonesia. Ia memaparkan, saat ini terdapat fasilitas produksi AC dan mesin cuci di Cikarang serta kulkas di Karawang. Ketiganya mulai dibangun sejak 2024.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar, baik dari sisi pertumbuhan pasar maupun perkembangan kebutuhan konsumen. Karena itu, kami terus memperkuat fondasi bisnis kami di sini, mulai dari investasi manufaktur, portfolio produk, distribusi hingga layanan purna jual,” ujarnya.

Dalam sesi talk show, Michael menyebut produksi AC lokal telah mencapai sekitar 95–96 persen. Untuk kulkas, porsinya diperkirakan sekitar 80 persen hingga akhir 2026, sementara produksi mesin cuci lokal baru dimulai. Sebagian produksi di Indonesia juga ditujukan untuk ekspor.

Menurut Michael, penguatan produksi lokal turut berkaitan dengan persoalan pasokan. Ketergantungan pada impor dapat membuat waktu tunggu atau bottleneck lead time menjadi kendala. “Kita nggak mau punya bottleneck lead time itu,” jelasnya.

Dari sisi distribusi, jaringan penjualan kini menjangkau lebih dari 470 area dan 1.700 toko. Layanan purna jual didukung lebih dari 310 titik layanan serta lebih dari 500 teknisi profesional.

(ki-ka) Hendry Wijaya
(ki-ka) Hendry Wijaya (Product Management Head), Michael Adisuhanto (Vice President Midea Electronics Indonesia), dan Hafizh Maulana, Marketing Communication Head 

Teknologi Pintar yang Tetap Gampang Dipakai

Selain memperkuat bisnis, perusahaan juga terus mengembangkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan sehari-hari konsumen. Salah satu fokus pengembangannya adalah ekosistem AI SMART MASTER, yang mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam berbagai perangkat rumah tangga.

Teknologi pintar mungkin terdengar menarik, tetapi pertanyaan pengguna sebenarnya sederhana: “Memangnya bakal kepakai?”

Nah, konsep AI Smart Master mencoba menjawabnya dengan menghubungkan sejumlah perangkat rumah tangga melalui aplikasi SmartHome. Ekosistem ini mencakup AC Celest dengan AI Ecomaster, kulkas dengan Smart+ Sensor, mesin cuci, vacuum cleaner, cooker hood, hingga air purifier.

Hendry Wijaya, Product Management Head Midea Electronics Indonesia, mengatakan konsumen kini semakin kritis dalam melihat teknologi. “Kami melihat bahwa konsumen semakin kritis dalam memilih produk. Mereka tidak hanya melihat fitur, tetapi juga mempertimbangkan apakah teknologi tersebut benar-benar membantu dan memudahkan aktivitas sehari-hari, lebih efisien, dan sesuai dengan kebutuhannya,” ujarnya.

Salah satu contohnya adalah vacuum robot yang dapat memetakan rumah dan menentukan area yang tidak boleh dilewati. Pengguna, misalnya, bisa memberi batas di sekitar meja makan agar perangkat hanya membersihkan area yang diinginkan.

Pengguna juga dapat memantau kualitas udara dalam ruangan melalui perangkat air purifier yang terhubung. Fitur seperti ini menjadi lebih terasa manfaatnya ketika kondisi udara di luar sedang kurang baik.

“Yang paling penting adalah teknologinya itu benar-benar membantu konsumen dalam aktivitas sehari-hari. Jadi, teknologi yang makin pintar tapi juga makin gampang memakainya,” kata Hendry.

Pendekatan serupa diterapkan pada kategori lain. Pada kategori AC, misalnya, dihadirkan teknologi untuk membantu efisiensi penggunaan energi, ketahanan produk, serta kemudahan perawatan. Pada mesin cuci, terdapat program khusus untuk merawat berbagai jenis pakaian. Kategori kulkas mengombinasikan kapasitas besar, teknologi inverter, dan pengaturan digital. Sementara kategori water heater dikembangkan dengan perhatian pada keamanan, kemudahan kontrol, dan konektivitas. Lalu, kategori vacuum cleaner dikembangkan untuk membantu proses pembersihan menjadi lebih praktis dan menyeluruh.

Midea Paling Idea Jujur Sebagus Itu
Ekosistem AI Smart Master dari Midea mengintegrasikan teknologi pintar ke dalam berbagai perangkat rumah tangga (Foto: Ist)

Harga Terjangkau Bukan Berarti Asal Murah

Ketika kebutuhan rumah tangga semakin banyak, harga tentu tetap menjadi pertimbangan. Michael menjelaskan bahwa harga yang lebih terjangkau tidak otomatis berarti kualitas dikurangi.

“Kenapa kita bisa affordable (terjangkau) meskipun di premium segment? Karena apa yang kita provide itu pas dengan kebutuhan orang,” katanya.

Menurutnya, tidak semua fitur perlu dimasukkan hanya karena secara teknologi memungkinkan. “Kalau kita rasa orang Indonesia nggak perlu itu, ya kita nggak akan nambahin fiturnya. Tapi kalau ada spek yang cocok dengan kebutuhan orang Indonesia, itu kita add on,” jelas Michael.

Dalam kesempatan tersebut, Michael juga menyebut mereka memberikan garansi kompresor hingga 10 tahun untuk AC dan 12 tahun untuk kulkas. Untuk produk atau model tertentu, tersedia pula program penggantian produk baru apabila terjadi kerusakan dalam periode yang ditentukan, sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

Dengan pendekatan value for money, yang ditekankan bukan sekadar harga murah, melainkan titik temu antara fitur, kebutuhan, kualitas, dan harga.

Dari Teknologi ke Passion Sepak Bola

Selain produk dan teknologi, strategi mendekati konsumen juga dilakukan melalui passion. Perusahaan menggandeng FC Barcelona sebagai mitra global dan terlibat dalam sepak bola Asian Football Confederation (AFC).

Menurut Hafizh Maulana, Marketing Communication Head Midea Electronics Indonesia, sepak bola menjadi salah satu cara untuk membangun kedekatan dengan konsumen.

“Kolaborasi dengan FC Barcelona dan AFC memberi kami ruang untuk memperkenalkan brand dalam konteks yang lebih dekat dengan passion konsumen. Sepak bola memiliki basis audiens yang sangat besar dan emosional, sehingga kolaborasi ini dapat menjadi jembatan untuk membuat merk kami lebih dikenal, relevan, dan engaging,” ujarnya.

Hafizh menyebut basis penggemar FC Barcelona di Indonesia menjadi salah satu pertimbangan kerja sama tersebut. Kehadiran logo brand pada jersey klub juga diharapkan memperluas visibilitas secara global.

Membuat Hidup Lebih Praktis

Seluruh strategi tersebut kemudian dirangkum dalam kampanye “#JujurSebagusItu”, yang akan berjalan mulai kuartal keempat 2026 hingga 2027.

“Midea Paling Ideal menjadi cara kami menyatukan banyak kekuatan dalam satu pesan yang mudah dipahami. Ada produk yang lengkap, teknologi pintar, produksi lokal, purna jual, distribusi yang luas, hingga global partnership. Semua itu adalah bagian dari alasan mengapa kami ingin terus menjadi pilihan yang relevan bagi konsumen Indonesia,” tambah Hafizh.

Michael menambahkan, pendekatan ini juga menjadi bagian dari visi jangka panjang mereka di Indonesia. “Kami ingin tumbuh bukan hanya sebagai merk yang semakin besar, tetapi juga semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Karena itu, kami terus memperkuat setiap bagian dari bisnis kami, dari produksi sampai pengalaman konsumen,” tutup Michael.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari Pabrik Lokal, Teknologi AI hingga Barcelona: Strategi Menjangkau Konsumen Indonesia
img
Dari Main Game hingga Santai, Tips dan Trik Bikin Satu Ruang untuk Banyak Aktivitas
img
Bukan Cuma Skincare, Skin Longevity Clinic Ajak Kenali Hubungan Gaya Hidup dan Kesehatan Kulit
img
Hampir 2.000 Peserta Ramaikan Ajang Lari di Surabaya, Dorong Gaya Hidup Aktif Bersama Chicco Jerikho