Dimulai dari Keluarga, Bangun Kebiasaan Baik dengan Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai

Efa Trapulina - Senin, 01 Juli 2024
(ki-ka) Host, Adinda Cresheilla (Putri Indonesia Pariwisata 2022), Iatri Mahaga Sari (Mental Health and Psychosocial Support SOS Children’s Villages International) dan Mega Anissa (Pelatih Pendidikan, Keluarga Kita) Foto: Efa
(ki-ka) Host, Adinda Cresheilla (Putri Indonesia Pariwisata 2022), Iatri Mahaga Sari (Mental Health and Psychosocial Support SOS Children’s Villages International) dan Mega Anissa (Pelatih Pendidikan, Keluarga Kita) Foto: Efa
A A A

Gawai dan akses internet rasanya tak bisa dipisahkan dari kehidupan era digital saat ini. Bahkan, anak-anak di bawah 5 tahun pun tak luput dari sentuhan teknologi ini. Data tahun 2023 menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyatakan, 30% anak usia 1-4 tahun dan 45% anak usia 4-5 tahun sudah menggunakan gawai dan mengakses internet. Tentunya, penggunaan gawai yang berlebihan bisa menimbulkan dampak negatif pada perkembangan anak.

Untuk itu, bertepatan dengan Hari Keluarga Nasional (Harganas) pada 29 Juni 2024, SOS Children's Villages - organisasi sosial yang menekankan pada pengasuhan keluarga dengan membentuk keluarga pengganti -  merayakannya dengan mengusung kampanye “Gerakan Satu Jam Tanpa Gawai #DimulaiDariKeluarga”. 

Acara yang berlangsung di Neo Soho Mall Jakarta tersebut bertujuan untuk  meningkatkan kesadaran orangtua tentang pentingnya membangun hubungan berkualitas dengan anak. Caranya? Dengan interaksi, menggali potensi, dan menstimulasi perkembangan anak tanpa terpaku pada gawai. 

Penampilan tari anak-anak asuh
Penampilan tari anak-anak asuh

Dalam kesempatan itu, dilakukan berbagai kegiatan menarik, seperti : talkshow dengan pakar parenting, permainan dan aktivitas edukatif untuk anak dan orangtua, serta penampilan oleh anak-anak dalam nauangan SOS Children’s Villages.

Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia mengungkapkan meskipun kekhawatiran akan dampak negatif penggunaan gawai yang berlebihan pada perkembangan anak semakin meningkat, namun teknologi digital juga dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk pembelajaran dan pengembangan anak. 

Gregor menyerukan bahwa kunci agar tepat guna adalah dengan menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab. “Peran orangtua perlu menjadi sangat krusial bagi anak dalam penggunaan teknologi digital ini. Mari kita ajarkan anak-anak untuk menggunakan gawai dengan bijak dan memanfaatkan internet untuk hal-hal yang positif #DimulaiDariKeluarga,” imbuh Gregor. 

Hal senada diungkapkan oleh Iatri Mahaga Sari, Mental Health and Psychosocial Support SOS Children’s Villages International. Ia memaparkan 3 (tiga) hal yang dibutuhkan anak dari keluarga, yakni trust (rasa percaya), bonding (kedekatan) dan understanding (merasa dipahami). 

Gregor
Gregor Hadi Nitihardjo, National Director SOS Children’s Villages Indonesia

“Inilah yang memotivasi anak untuk dapat bertumbuh dan berkembang menjadi versi terbaik mereka. Dengan menghabiskan 1 jam tanpa gawai bersama keluarga, ketiga pilar tersebut tumbuh semakin kuat di antara anggota keluarga,” jelasnya. 

Iatri menekankan  bahwa membangun rasa percaya anak terlebih dulu sangat penting sebagai fondasi untuk anak bisa terbuka. “Dengarkan cerita anak, jangan langsung menghakimi. Bangunlah komunikasi yang baik dengan anak. Kemudian, bangun bonding, lakukan  hal positif bersama anak, bangun quality time dengan mengajak anak mengobrol. Yang tak kalah penting, pahami anak. Jangan sampai anak kehilangan kepercayaan kepada orangtua lalu mencari sosok pengganti di luar sana,” seru Iatri. 

Terkait quality time (waktu berkualitas) bersama keluarga, Mega Anissa, Pelatih Pendidikan, Keluarga Kita mengatakan bahwa di keluarganya, quality time biasanya disepakati bersama dengan anak. “Biasanya, anak yang menentukan apa yang ingin dilakukan bersama dan kapannya. Misalnya, saat sedang makan, atau saat menonton bersama, atau saat malam sebelum tidur ngobrol bareng, atau sore hari, dan sebagainya. Apa yang kami sepakati ini menjadi komitmen tiap anggota keluarga agar kami tetap mendapatkan waktu berkualitas bersama anak-anak,” imbuhnya. 

Dukungan keluarga, akan menjadi modal terbesar bagi anak. Ini pula yang ditekankan oleh Adinda Cresheilla, public figure dan Putri Indonesia Pariwisata 2022. Dukungan keluarga, bagi Adinda, menjadi kekuatan untuk dirinya. “Terutama pada kepercayaan diri dan bagaimana saya berperilaku kepada lingkungan dan sekitar di kemudian hari. Kasih sayang tulus dan ikhlas dari keluarga, yang membuat saya merasa sangat dicintai dan benar-benar akhirnya menginspirasi untuk menyebarkan kasih juga ke sekitar,” ungkap ia. 

Nah, untuk meningkatkan kualitas hubungan antara orangtua dan anak, ada beberapa tips yang bisa Moms lakukan, antara lain:

  • Melakukan gerakan "Satu Jam Tanpa Gawai" bersama anak setiap hari untuk membangun
  • hubungan berkualitas dan interaksi yang lebih intens.
  • Memanfaatkan gawai dengan bijak dan mendampingi anak saat menggunakannya.
  • Menciptakan lingkungan yang kondusif untuk perkembangan anak, dengan menyediakan berbagai aktivitas dan permainan edukatif.
  • Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan digital parenting.

Kampanye Hari Keluarga Nasional “Satu Jam Tanpa Gawai” turut didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dan BKKBN, yang menekankan bahwa pengasuhan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, nutrisi, kesejahteraan, dan keamanan anak, tetapi juga mengacu pada pengasuhan responsif (responsive caregiving) dan pembelajaran dini (early learning).

Warsito, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Moderasi Beragama Kemenko PMK turut menyampaikan dukungannya. 

“Saya sangat mendukung gerakan Satu Jam Tanpa Gawai untuk memperkuat ikatan keluarga, agar anak-anak terlindungi dan memungkinkan setiap anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi individu yang memiliki kemampuan literasi referensi digital. Semoga kita bersama menjadikan anak-anak mampu selektif terhadap informasi yang ada di dunia maya dan menjadikan anak-anak kita generasi emas tahun 2024 – 2045,” ujarnya. 

Yuk, Moms, mari bersama kita ciptakan generasi penerus yang cerdas, kreatif, dan berkarakter melalui pengasuhan yang berkualitas dan penuh kasih sayang.
 

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dukung SDM Siap Kerja, Siswa dan Guru SMK di Bandung Peroleh Pelatihan Skill dan Alat Praktik
img
Inilah Kenapa Kulit Newborn Perlu Dirawat!
img
Hadirkan 52 Praktisi dan 60 Kelas, Wellness Festival Ini Perkuat Kesadaran Kesehatan Fisik & Mental
img
Membangun Masa Depan ASEAN yang Berkelanjutan: Kontribusi dan Kerjasama Jepang