Jangkau Lebih dari 7.000 Anak Indonesia, Program Berbagi Seru di Langkat Jadi Penutup Rangkaian 2026
Belajar tak selalu harus identik dengan duduk manis, membuka buku, dan menghafalkan materi. Bagi anak-anak, bermain, mencoba hal baru, dan berinteraksi justru bisa menjadi bagian penting dari proses belajar.
Semangat inilah yang dibawa program “OREO Berbagi Seru” hingga ke Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Digelar pada 21 September 2026, Langkat menjadi lokasi ketujuh sekaligus penutup rangkaian program tahun ini. Bekerja sama dengan Indonesia Mengajar, kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan bermakna bagi 1.280 siswa sekolah dasar.
Tak hanya untuk anak, program ini juga melibatkan guru, orang tua, dan komunitas. Sebanyak 270 alat belajar seru didistribusikan untuk mendukung pembelajaran Literasi, Numerasi, Sains, dan Bahasa Inggris melalui pendekatan belajar sambil bermain. Alat-alat tersebut dirancang sesuai dengan kurikulum nasional.
Kehadiran program ini mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat karena sejalan dengan upaya pemberdayaan ekosistem pendidikan, khususnya guru. Muhammad Yunus, SE., selaku Jabatan Fungsional (JF) Pengembang Kurikulum Ahli Muda, menyebut pendekatan belajar yang memadukan permainan, interaksi, dan kreativitas dapat membantu guru menciptakan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan bermakna.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama program diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi bisa terus diterapkan guru di kelas maupun orang tua saat mendampingi anak belajar di rumah.
Guru dan Orang Tua Ikut Belajar
Selama 16–21 September 2026, program Berbagi Seru di Langkat juga menggelar pelatihan edukasi seru yang melibatkan 35 guru, 70 orang tua, dan 35 anggota komunitas.
Para guru mendapatkan pengenalan mengenai filosofi belajar seru serta panduan menggunakan alat belajar melalui simulasi di kelas. Sementara itu, orang tua diajak memahami perkembangan anak dan mencoba berbagai aktivitas sederhana yang bisa digunakan untuk membuat kegiatan belajar di rumah terasa lebih interaktif.
Bagi komunitas, kegiatan diarahkan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam membangun lingkungan belajar yang berkelanjutan.
Bagi Evi Destari Br Tarigan, S.Pd., M.Si., guru SD Negeri 050647 Timbang Lawan, pengalaman tersebut membuka perspektif bahwa proses belajar tak harus selalu serius. Permainan sederhana, menurutnya, bisa membuat anak lebih aktif bertanya, berani mencoba, dan terlibat dalam pembelajaran.
Hal serupa dirasakan Siti Fatimah, perwakilan orang tua siswa. Ia menyadari bahwa mengajak anak belajar di rumah memang bisa menjadi tantangan setelah mereka seharian beraktivitas di sekolah.
Melalui pelatihan tersebut, ia mendapat cara pandang baru bahwa belajar dapat dilakukan lewat permainan, obrolan, atau aktivitas sederhana yang disukai anak. Dengan begitu, mendampingi anak belajar tidak harus selalu berarti meminta mereka duduk dan membuka buku.
Menjangkau Lebih dari 7.000 Anak
Langkat sekaligus menutup perjalanan program Berbagi Seru sepanjang 2026. Sebelumnya, program ini telah hadir di Banten, Jawa Barat, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan. Secara keseluruhan, program telah menjangkau lebih dari 7.000 anak di tujuh kabupaten pada tujuh provinsi.
Anggya Kumala, Marketing Director Mondelēz Indonesia, menjelaskan, “Sejalan dengan purpose untuk menciptakan kebersamaan melalui berbagai momen penuh keseruan, kami meyakini bahwa belajar tidak hanya berfokus pada pencapaian akademis, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi anak untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kreativitas, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri. Ini adalah semangat dari pelaksanaan program ‘Berbagi Seru’, di mana kami percaya bahwa kegiatan bermain yang sangat dekat dengan dunia anak dapat dimanfaatkan sebagai jembatan yang membangun interaksi belajar yang lebih positif antara siswa, guru, dan orang tua,” katanya.
Program ini juga mendapat dukungan masyarakat melalui pembelian produk biskuit OREO, dengan sebagian keuntungan penjualan didonasikan untuk mendukung penyelenggaraan program.
Menutup rangkaian di Langkat, Anggya berharap semangat menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan dapat terus berlanjut melalui kreativitas guru di sekolah, keterlibatan orang tua di rumah, serta dukungan komunitas di sekitar anak.
“Puncak pelaksanaan di Langkat sekaligus menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan ‘Berbagi Seru’ sepanjang 2026. Dari satu wilayah ke wilayah lainnya, program ini menemukan bahwa semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar terbaik bagi anak bisa hadir dalam berbagai bentuk – melalui kreativitas guru di ruang kelas, keterlibatan orang tua di rumah, hingga dukungan komunitas di lingkungan sekitar anak. Semoga program ini mampu membantu anak-anak Indonesia tumbuh menjadi Generasi SERU, yaitu mereka yang berkarakter Solutif, Eksploratif, Responsif dan Unggul dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tutup Anggya.