Ketika Barista Tak Lagi Sekadar Meracik Kopi di Barista Championship 2026
Moms dan Dads pecinta kopi pasti setuju, secangkir kopi yang nikmat tak hanya bergantung pada biji kopi berkualitas tetapi juga pada keterampilan seorang barista. Meracik espresso yang sempurna atau menghasilkan latte art yang presisi mungkin menjadi kemampuan dasar seorang barista, namun di Starbucks Barista Championship (SBC) 2026 - kompetisi bergengsi tahunan untuk mencari talenta barista terbaik ini, kepiawaian meracik kopi hanya sebagian kecil dari tantangan.
Kompetisi ini juga menguji bagaimana seorang barista memahami perjalanan kopi, mulai dari petani hingga tersaji di tangan pelanggan, sekaligus membawa pesan tentang keberlanjutan.
Grand final kompetisi berlangsung di Atrium Lippo Mall Kemang, Jakarta, pada 17–19 Juli 2026. Sebelum mencapai babak puncak, lebih dari 500 barista dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi berjenjang sejak awal tahun. Dari proses tersebut, hanya sembilan finalis terbaik yang berhak tampil di panggung nasional.
Mengusung tema "Secangkir Semangat: Memastikan Masa Depan Kopi yang Berkelanjutan untuk Semua (Your Cup of Passion: Ensuring a Sustainable Future of Coffee for All)," kompetisi tahun ini menempatkan keberlanjutan sebagai benang merah dalam setiap penilaian.
Para finalis tidak hanya dituntut piawai menyajikan pour over, latte art, dan signature beverage, tetapi juga mampu menjelaskan bagaimana profesi barista dapat berkontribusi terhadap masa depan kopi yang lebih berkelanjutan, mulai dari praktik pertanian yang etis hingga pengalaman yang diterima pelanggan.
"Selama lebih dari satu dekade, barista di seluruh Indonesia telah berkompetisi dalam ajang regional. Tahun ini kami ingin merayakan apa yang dilakukan barista setiap hari, mulai dari membangun komunitas, menciptakan hubungan dengan pelanggan, hingga menyajikan kopi berkualitas tinggi," ujar Anthony Mc Evoy, President Director PT Sari Coffee Indonesia, perusahaan yang memiliki izin eksklusif untuk mendirikan dan mengoperasikan Starbucks di Indonesia.
Menurut Anthony, secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan hasil kerja keras banyak pihak yang patut dihargai. Melalui kompetisi ini, perusahaan ingin menyoroti bagaimana keahlian barista dapat berkontribusi dalam melindungi lingkungan, mendukung kesejahteraan petani, sekaligus menjaga pasokan kopi agar tetap berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Senada, Fellicia Andrean, Senior Manager Coffee & Partner Engagement PT Sari Coffee Indonesia sekaligus Ketua Juri atau Head Judge kompetisi, mengatakan para peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis membuat minuman kopi, tetapi juga dari kemampuan mereka mengartikulasikan bagaimana profesi barista dapat mendukung masa depan kopi yang bersumber secara etis dan berkelanjutan.
Perjalanan menuju babak final dimulai sejak awal 2026 melalui seleksi di tingkat lokal dan regional. Dari lebih dari 500 peserta, kompetisi mengerucut menjadi sembilan finalis yang menunjukkan kemampuan teknis, keterampilan sensorik, serta kreativitas dalam meracik minuman khas. Mereka adalah: Sabiella Renova dari Jakarta, Sandy Justacausa dari Tangerang, Nabilla Yahya dari Surabaya, Iklil Fadhly dari Tangerang, Kadek Seina Maputra dari Bali, O'Hara Wolker dari Jakarta, Aryo Samodro dari Jakarta, Geralda Rosari dari Jakarta, Zefanya Sihombing dari Batam.

Setelah melalui rangkaian penilaian, Kadek Seina Maputra dari Starbucks Reserve Dewata Bali dinobatkan sebagai juara pertama. Posisi kedua diraih Geralda Rosari dari gerai Reserve Pakuwon Mall Yogyakarta, sementara Nabila Yahya dari Reserve Galaxy Mall 3 Surabaya menempati peringkat ketiga. Ketiganya sebelumnya tampil sebagai tiga finalis terbaik yang lolos ke babak pamungkas.
Sebagai juara, Seina akan mewakili Indonesia pada Regional Barista Championship Asia Pacific 2026 di Manila, Filipina, pada 29 September hingga 3 Oktober mendatang.
Selain kompetisi, penyelenggaraan tahun ini juga didukung MilkLife sebagai mitra resmi. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penyediaan susu premium untuk mendukung penilaian latte art, sekaligus memperkenalkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan melalui konsep from farm to glass, pemanfaatan biogas dari limbah peternakan, inovasi susu bebas laktosa, hingga pembangunan peternakan sapi perah terpadu terbesar di Indonesia.
Selama 3 hari, rangkaian Barista Championship 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukatif bagi masyarakat, mulai dari sesi masterclass bersama Coffee Master, talkshow mengenai kopi dan keberlanjutan, hingga Latte Art Throwdown yang terbuka untuk umum.
Lebih dari sekadar mencari juara, Barista Championship 2026 memperlihatkan bagaimana peran barista terus berkembang. Mereka bukan lagi hanya peracik kopi, tetapi juga menjadi penghubung antara petani, industri, dan pelanggan, sekaligus membawa pesan bahwa masa depan secangkir kopi bergantung pada keberlanjutan yang dibangun bersama.