Mata Terasa Pegal dan Perih? Kenali Digital Eye Strain dan Cara Mencegahnya
Seharian bekerja di depan laptop, lanjut membalas pesan di ponsel, lalu masih sempat scroll media sosial. Tanpa disadari, mata bisa bekerja cukup keras sepanjang hari.
Penggunaan perangkat digital memang sudah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari. Mulai dari bekerja, mengikuti pertemuan daring, berkomunikasi melalui ponsel, hingga mengakses media sosial. Bagi masyarakat dengan aktivitas screen time tinggi, mengurangi penggunaan perangkat digital sepenuhnya tentu bukan hal yang mudah.
Karena itu, menjaga kesehatan mata bisa dimulai dari kebiasaan sederhana, termasuk memberi mata waktu untuk beristirahat. Bertepatan dengan Hari Penglihatan Sedunia (World Sight Day) yang diperingati setiap 8 Oktober, PT Kalbe Farma Tbk mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan mata, terutama untuk mencegah digital eye strain atau kondisi mata lelah akibat penggunaan mata secara terus-menerus pada jarak dekat.
Kenali Tanda-tandanya
Menurut Medical Executive PT Kalbe Farma Tbk, dr. Riesta Hanjani, digital eye strain dapat terjadi ketika mata digunakan terus-menerus pada jarak dekat, seperti saat menatap layar gadget, membaca, menulis, atau melakukan aktivitas lain tanpa jeda.
Gejalanya bisa berupa mata terasa pegal, perih, gatal, dan berair. Pandangan juga dapat menjadi kabur atau mata lebih sensitif terhadap cahaya. Selain keluhan pada mata, kondisi ini dapat disertai sakit kepala serta rasa pegal pada leher dan pundak.
Jadi, kalau setelah berjam-jam di depan layar mata mulai terasa tidak nyaman, jangan buru-buru diabaikan. Bisa jadi itu tanda mata membutuhkan jeda.
Beri Jeda
Bagi pekerja digital atau siapa pun yang aktivitasnya banyak melibatkan layar, berhenti menggunakan gadget sama sekali tentu tidak selalu memungkinkan. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah membiasakan Take Breaks from Screen.
Dr. Riesta menyarankan, setiap 30 menit menatap layar, istirahatkan mata selama 30 detik hingga satu menit. Kita juga bisa berjalan sejenak untuk mengalihkan pandangan dari layar.
Kebiasaan ini cukup sederhana untuk diterapkan di sela-sela aktivitas sehari-hari. Misalnya, setelah menyelesaikan pekerjaan di laptop, jangan langsung beralih ke ponsel. Beri kesempatan mata untuk melihat jauh dan beristirahat sejenak.
Selain durasi menatap layar tanpa jeda, kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan. Paparan asap rokok dan polusi saat berkendara, serta berada di ruangan ber-AC secara terus-menerus tanpa kelembapan yang cukup, merupakan beberapa faktor yang perlu diperhatikan karena dapat memperparah kondisi mata kering.
Penuhi Kebutuhan Nutrisi
Menjaga kesehatan mata bukan hanya soal mengatur waktu di depan layar. Asupan nutrisi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan mata.
Vitamin A berperan penting dalam menjaga kelembapan mata dan kesehatan retina. Salah satu sumber vitamin A yang cukup mudah ditemukan adalah wortel. Namun perlu digarisbawahi, bukan berarti mengonsumsinya dapat menyembuhkan mata minus. Hal ini masih sering menjadi mitos di masyarakat. Menurut penjelasan dr. Riesta, mata minus berkaitan dengan perubahan struktur kelengkungan bola mata. Karena itu, konsumsi wortel tidak dapat menyembuhkan mata minus. Meski demikian, wortel tetap bermanfaat sebagai bagian dari asupan vitamin A untuk mendukung kesehatan mata dan sel retina.
Selain vitamin A, cukupi pula kebutuhan vitamin C dan antioksidan dari sayuran hijau agar dapat membantu menangkal radikal bebas dan mendukung kesehatan mata secara menyeluruh.
Dengan kata lain, pola makan yang sehat dan bergizi juga menjadi bagian dari kebiasaan untuk menjaga kesehatan mata.
Perhatikan Penggunaan Tetes Mata
Untuk penggunaan tetes mata dalam jangka panjang, dr. Riesta menyarankan masyarakat memilih produk yang berfungsi sebagai lubrikan atau artificial tears, serta memperhatikan kandungan dan cara penggunaannya.
Beberapa kandungan yang disebutkan antara lain sodium hyaluronate dan carboxymethylcellulose (CMC).
Kalbe menghadirkan Nutrieye dan Navitae sebagai produk pendukung kesehatan mata. Nutrieye mengandung antioksidan alami lutein dan zeaxanthin dengan dosis teruji di atas 5 mg untuk mendukung kesehatan mata. Penggunaannya dapat dimulai pada anak usia 13 tahun yang sudah aktif menggunakan gadget. Sementara bagi ibu hamil dan menyusui, meskipun bahan aktifnya dinyatakan aman, penggunaannya disarankan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter kandungan masing-masing.
Sementara Navitae merupakan tetes mata yang mengandung sodium hyaluronate, vitamin A, dan vitamin E, yang berfungsi sebagai pelumas mata untuk membantu mengatasi mata kering dan iritasi ringan.
Kenali Kondisi yang Butuh Pertolongan Medis
Tidak semua keluhan mata cukup ditangani dengan beristirahat dari layar. Ada kondisi tertentu yang membutuhkan penanganan medis segera.
Dr. Riesta mengingatkan masyarakat untuk segera mendapatkan pertolongan medis jika mengalami penglihatan buram atau hilang secara mendadak, mata merah hebat yang disertai rasa sakit luar biasa dan penurunan penglihatan, maupun paparan bahan kimia pada mata.
Jika mata terkena bahan kimia, pertolongan pertama yang disarankan adalah segera membilas mata menggunakan air mengalir dalam jumlah banyak. Setelah itu, segera menuju Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit.
Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata tidak harus dimulai dari langkah yang rumit. Memberikan jeda saat menggunakan gadget, memperhatikan kondisi lingkungan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta mengenali gejala yang membutuhkan penanganan medis bisa menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Karena mata digunakan untuk begitu banyak aktivitas, jangan tunggu sampai terasa sangat lelah untuk mulai merawatnya.