Melalui “Aksi Nyata Sehatkan Bangsa”, Berikan Pemeriksaan Kesehatan Dasar Gratis Hingga Edukasi Penggunaan Obat Bagi Masyarakat
Memasuki usia ke-55 tahun PT Hexpharm Jaya memperkuat komitmennya untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui “Aksi Nyata Sehatkan Bangsa” bertajuk Pojok Sehat HJ55. Pelaksanaan Pojok Sehat HJ55 ini juga bertepatan dengan momentum World Pharmacist Day untuk menghadirkan kontribusi nyata dalam bentuk pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Usia 55 tahun adalah bukti kepercayaan masyarakat terhadap komitmen kami. Sebagai ungkapan rasa syukur, kami ingin hadir lebih dekat di tengah masyarakat. Lewat kolaborasi 55 titik lokasi apotek dan 55 apoteker internal, kami berharap dapat membantu mengedukasi masyarakat untuk melakukan deteksi dini. Sebab, skrining kesehatan dasar secara rutin dapat membantu masyarakat memantau kondisi kesehatannya dan mengenali risiko kesehatan lebih awal, khususnya terkait penyakit degeneratif,” ujar Group Business Head PT Hexpharm Jaya, Apt. Sri Wiyanti Cahya, S.Si., M.Farm.
Program ini menghadirkan pemeriksaan kesehatan dasar gratis, mencakup pemeriksaan tekanan darah, gula darah, asam urat, dan kolesterol. Selain pemeriksaan tersebut, masyarakat juga memperoleh edukasi melalui Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat). Edukasi tersebut mengenai penggunaan, penyimpanan, dan pembuangan obat yang benar.
“Kami ingin agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai penggunaan obat, mulai dari cara mengonsumsi obat-obatan, menyimpan, hingga membuang obat dengan benar. Ini menjadi bagian dari upaya kami mendorong masyarakat semakin cerdas dalam menjaga kesehatan,” jelas Sri.
Salah satu titik pelaksanaan kegiatan ini adalah Apotek Roxy Jagakarsa yang menjadi representasi kolaborasi antara perusahaan farmasi, apotek, dan tenaga apoteker. Dalam hal ini, menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan dasar serta edukasi kesehatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Dari sisi apotek, kolaborasi ini dinilai menjadi bentuk nyata sinergi antara industri farmasi dan fasilitas pelayanan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
“Kami sangat mendukung “Aksi Nyata Sehatkan Bangsa”, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat. Kehadiran program kesehatan di apotek dapat semakin mendekatkan masyarakat dengan informasi dan layanan yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan. Kami berharap kolaborasi antara industri farmasi dan apotek dapat terus memberikan manfaat serta mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan,” tutur COO (Chief Operational Officer) Apotek Roxy, Feri Rahman Saputra, S.Pi.
Menurutnya, kolaborasi tersebut juga memperkuat peran apoteker dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama terkait penggunaan obat yang benar. Salah satu Perwakilan Apoteker dari IAI (Ikatan Apoteker Indonesia) Jawa Barat, Apt. Karuma Barza Afida, S.Farm, M.Farm. pun sepaham. Kedekatan apoteker dengan masyarakat menjadi peluang untuk semakin memaksimalkan peran pengabdian. “Apoteker saat ini sudah dekat mendampingi masyarakat. Edukasi seperti ini semakin mempererat kedekatan tersebut. Sehingga, apoteker dapat terus memaksimalkan pengabdiannya kepada masyarakat, khususnya dalam memberikan pemahaman mengenai penggunaan obat yang benar,” kata Karuma.
Selain menghadirkan program kesehatan bagi masyarakat, perjalanan 55 tahun ini juga tidak terlepas dari komitmen perusahaan dalam menyediakan obat berkualitas. Salah satu milestonenya adalah peluncuran kemasan generik berwarna biru pada 2017. Hal tersebut menjadi pionir yang membawa diferensiasi warna pada kemasan generik untuk memperkuat identitas produk generik berkualitas paten. Selaras dengan posisinya sebagai bagian dari Kalbe Group untuk membantu masyarakat menyediakan “Produk Generik Kualitas Paten” sebagai tagline nya.
Selain itu, Hexpharm Jaya juga tercatat sebagai perusahaan generik nomor satu sejak tahun 2023, berdasarkan data survei eksternal IQVIA, memiliki pabrik teknologi modern berstandar CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) terbaru dengan robotic dan automation. Sehingga saat ini, mampu memproduksi 5 miliar tablet per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun memperluas jangkauan produknya melalui ekspor ke sejumlah negara, antara lain Singapura, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.
“Memasuki usia 55 tahun, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi produk farmasi yang aman, 100 persen bersertifikat halal dan 95 persen bersertifikat TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) untuk mendukung produksi dan penggunaan bahan dalam negeri maupun menjalankan program-program kemanusiaan secara berkelanjutan. Melalui “Aksi Nyata Sehatkan Bangsa”, kami berharap dapat berkontribusi dalam memperluas akses masyarakat terhadap informasi kesehatan yang tepat, mendorong pemeriksaan kesehatan secara berkala, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menggunakan obat secara rasional demi mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” tutup Sri.