ads

Moms Wajib Tahu! Dokter Gizi Ungkap Cara Membaca Kandungan Gizi Susu Anak

Novita Sari - Jumat, 09 Oktober 2026
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Permata Depok, dr. Felianty Badralany, Sp.G.K. Foto: Ist
Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Permata Depok, dr. Felianty Badralany, Sp.G.K. Foto: Ist
A A A

Di tengah banyaknya pilihan susu pertumbuhan di pasaran, orang tua perlu lebih cermat sebelum menentukan produk untuk anak. Harga yang terjangkau, merek populer, hingga klaim kandungan nutrisi yang menarik, tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan. Hal terpenting adalah memahami kandungan gizi dalam setiap sajian dan menyesuaikannya dengan kebutuhan anak.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Permata Depok, dr. Felianty Badralany, Sp.G.K., mengingatkan orang tua untuk tidak langsung terpikat oleh merek atau promosi. Sebaliknya, biasakan membaca label Informasi Nilai Gizi pada kemasan agar dapat mengetahui kandungan nutrisi yang sebenarnya.

“Jangan terpaku pada merek susu tersebut dan klaim yang diberikan. Langsung lihat label gizi yang tertera di box atau kaleng susu,” tegas dr. Feli.

Perhatikan Kandungan Gula

Salah satu komponen penting yang perlu diperiksa adalah kandungan gula. Menurut dr. Feli, orang tua perlu membedakan gula alami yang terdapat dalam susu, seperti laktosa, dengan gula tambahan, misalnya sukrosa. Kandungan maltodekstrin juga perlu dicermati karena dapat berkontribusi terhadap asupan karbohidrat dan gula, bergantung pada karakteristik produknya.

Jumlah gula tambahan dalam setiap sajian perlu diperhitungkan, terutama jika anak mengonsumsi susu lebih dari sekali sehari. Jika tidak diperhatikan, asupan gula dari berbagai makanan dan minuman dapat terakumulasi dan meningkatkan risiko kelebihan asupan energi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar asupan gula bebas dibatasi kurang dari 10 persen kebutuhan energi harian. Pengurangan hingga di bawah 5 persen juga dianjurkan untuk memperoleh manfaat kesehatan tambahan. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya melihat angka gula dalam satu sajian, tetapi juga memperhitungkan keseluruhan konsumsi anak sepanjang hari.

“Jika anak minum susu dua kali sehari, tinggal dikalikan. Efek konsumsi gula berlebihan mungkin tidak terlihat dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko obesitas dan gangguan metabolik,” jelasnya.

Cermati Protein, Zat Besi, hingga DHA

Selain gula, perhatikan informasi takaran saji dan energi total pada label kemasan. Informasi tersebut membantu orang tua memahami jumlah nutrisi yang dikonsumsi anak dari setiap sajian.

Kandungan protein juga penting untuk mendukung pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh. Sementara itu, zat besi berperan dalam pembentukan sel darah merah, zinc mendukung pertumbuhan serta fungsi kekebalan tubuh, dan DHA bersama asam lemak omega-3 dan omega-6 berperan dalam perkembangan otak.

dr. Feli menyarankan orang tua membandingkan kandungan gizi antar produk secara sepadan. Misalnya, ketika melihat kandungan DHA, pastikan jumlah DHA yang tercantum benar-benar dibandingkan dengan kandungan DHA pada produk lain, bukan langsung disamakan dengan jumlah minyak hati ikan kod atau cod liver oil yang merupakan bahan berbeda.

Dengan begitu, orang tua dapat menilai produk berdasarkan informasi nutrisi yang relevan, bukan sekadar banyaknya klaim yang tertera pada kemasan.

Susu Hanya Pelengkap, Bukan Pengganti Makanan

Meski mengandung beragam nutrisi, susu bukan satu-satunya penentu terpenuhinya kebutuhan gizi anak. Pola makan sehari-hari yang beragam dan seimbang tetap menjadi fondasi utama pertumbuhan yang optimal.

“Susu itu bukan penentu keberhasilan pencapaian nutrisi pada anak, susu hanya pelengkap. Tetap orang tua harus mengutamakan pola makan sehat dari real food atau makanan utama,” tutur dr. Feli.

Karena itu, orang tua perlu membangun kebiasaan makan yang baik sejak dini. Jika anak cenderung memilih minum susu daripada makan, jangan langsung menjadikan susu sebagai pengganti makanan utama. Tetapkan jadwal makan yang teratur, sajikan porsi sesuai usia dan kebutuhan anak, serta tawarkan beragam makanan bergizi dengan suasana makan yang menyenangkan.

Pada akhirnya, memilih susu anak bukan sekadar mencari produk yang murah atau menjanjikan banyak manfaat. Orang tua perlu membaca label gizi, memperhatikan kandungan gula, membandingkan nutrisi secara tepat, dan memastikan susu dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan seimbang. Dengan langkah sederhana ini, kebutuhan gizi anak dapat lebih terpantau dan tumbuh kembangnya didukung secara menyeluruh.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Moms Wajib Tahu! Dokter Gizi Ungkap Cara Membaca Kandungan Gizi Susu Anak
img
Populasi Satwa Liar Turun 73%, WWF Ungkap Harapan untuk Pemulihan Alam
img
Intip Aktivitas Seru Sebulan Penuh untuk Keluarga, dari Olahraga, Hiburan, hingga Otomotif
img
20 Tahun Dukung Peneliti Muda, Gali Potensi Pangan Lokal untuk Kesehatan