ads

MRI 3 Tesla: Kualitas Pencitraan Lebih Detail untuk Mendukung Diagnosis dan Penanganan Pasien

Efa Trapulina - Kamis, 08 Oktober 2026
MRI 3 Telsa (3T) dihadirkan PT Bunda Medik Tbk (BMHS) dengan Philips melalui RS Bunda Jakarta untuk memperkuat ekosistem layanan berbasis kebutuhan pasien (Foto: Ist)
MRI 3 Telsa (3T) dihadirkan PT Bunda Medik Tbk (BMHS) dengan Philips melalui RS Bunda Jakarta untuk memperkuat ekosistem layanan berbasis kebutuhan pasien (Foto: Ist)
A A A

Moms, mendengar kata MRI (Magnetic Resonance Imaging), sebagian orang mungkin langsung membayangkan mesin besar berbentuk terowongan yang membuat pasien harus berbaring diam selama pemeriksaan. Bagi orang tua, pemeriksaan seperti ini juga bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama jika yang harus menjalani pemeriksaan adalah anak-anak.

Namun, perkembangan teknologi pencitraan terus diarahkan untuk membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang dibutuhkan sekaligus mendukung pengalaman pemeriksaan yang lebih baik bagi pasien. Salah satunya melalui penggunaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla, yang memiliki kekuatan medan magnet lebih tinggi dan dapat menghasilkan pencitraan dengan detail anatomi yang lebih baik.

Kini, PT Bundamedik Tbk (IDX: BMHS / RS Bunda Group) melalui RS Bunda Jakarta memperluas layanan pencitraan diagnostik dengan menghadirkan teknologi Magnetic Resonance Imaging 3 Tesla (MRI 3T) melalui kolaborasi dengan Philips. Kehadiran teknologi ini menjadi bagian dari komitmen BMHS dalam memperkuat ekosistem layanan kesehatan berbasis kebutuhan pasien, sekaligus mendukung layanan unggulan dan penanganan kasus kompleks.

Lantas, apa yang membuat MRI 3T berbeda, dan bagaimana pencitraan yang lebih detail dapat membantu proses diagnosis pasien?

Bukan Sekadar Mesin MRI yang Lebih Canggih

Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk, Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG, menekankan bahwa pengembangan teknologi di rumah sakit tidak semata-mata dilakukan karena teknologinya lebih baru. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien.

“Memang kita harus embrace perubahan teknologi. Sesuatu yang harusnya bisa dimanfaatkan sebagai suatu hal yang bukan menjadi burden, bukan pemborosan, tetapi justru harus digunakan untuk kebaikan pasien,” ujar Dr. Ivan saat ditemui dalam sesi talkshow bertajuk “Better Images, Better Decisions, Better Experiences, The Impact of 3T MRI and Digital Healthcare,” di RS Bunda Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Dr. Ivan, teknologi diagnostik juga dapat membantu dokter memperoleh informasi yang dibutuhkan untuk mendukung proses pengambilan keputusan klinis.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa inovasi teknologi bukan sekadar mengadopsi teknologi terbaru. Pengembangannya perlu memiliki relevansi dan manfaat nyata bagi pasien, sekaligus mendukung tim dokter multidisiplin yang membutuhkan teknologi diagnostik dan peralatan medis yang memadai.

“Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari penguatan layanan diagnostik sekaligus mendukung pengembangan Center of Excellence dengan mengintegrasikan teknologi, keahlian dokter, dan layanan untuk menghadirkan perawatan holistik bagi keluarga,” ujar Dr. Ivan.

(ki-ka) Astri
(ki-ka) Astri Ramayanti Dharmawan (President Director Philips Indonesia), Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K) – Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta, dan Dr. dr. Ivan Rizal Sini, GDRM, MMIS, MBA, FRANZCOG, Sp.OG (Presiden Komisaris PT Bundamedik Tbk)

Hal ini sejalan dengan perkembangan rumah sakit yang kini tidak lagi hanya berfokus pada layanan ibu dan anak. Sejak berdiri pada 1973, RS Bunda Jakarta berkembang menjadi fasilitas dengan layanan spesialistik dan multidisiplin yang menangani berbagai kasus kompleks.

Layanan tersebut antara lain mencakup transplantasi ginjal, reseksi liver, operasi kanker payudara berbasis robotik, tindakan Geniculate Artery Embolization (GAE), hingga operasi epilepsi.

“Rumah Sakit ini sudah jauh berkembang dari sekadar nama yang mengambil fokus ibu dan anak,” imbuh Dr. Ivan.

Perkembangan layanan tersebut membuat kebutuhan terhadap teknologi diagnostik yang mendukung berbagai bidang medis juga semakin besar.

Perbedaan MRI 3T dengan MRI Berkekuatan Medan Magnet Lebih Rendah

Tesla merupakan satuan yang digunakan untuk menunjukkan kekuatan medan magnet pada MRI. MRI 3 Tesla memiliki kekuatan medan magnet yang lebih tinggi dibandingkan MRI dengan kekuatan medan magnet lebih rendah, misalnya 1,5 Tesla.

Semakin tinggi kekuatan medan magnet, pada kondisi tertentu MRI 3T dapat menghasilkan sinyal yang lebih kuat sehingga memungkinkan gambar dengan kualitas atau resolusi yang lebih baik, dan dalam beberapa pemeriksaan dapat membantu mempersingkat waktu pemindaian.

Untuk mempermudah pemahaman masyarakat awam, Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K), Dokter Spesialis Radiologi RS Bunda Jakarta menganalogikan teknologi tersebut seperti tingkatan prosesor komputer.

“Kalau kita analogikan dengan komputer, paling gampang. Dulu zaman saya (prosesornya) mungkin Pentium. Kalau sekarang kan (Intel Core) i5 atau i9. Dari i5 ke i9, tentu laptop kita akan berjalan lebih cepat. Software yang akan kita pakai tentu juga akan lebih banyak,” ujarnya.

Pada MRI 3 Tesla, kekuatan medan magnet yang lebih tinggi dapat menghasilkan kualitas pencitraan dengan detail anatomi yang lebih baik. “Keunggulan MRI 3 Tesla terutama terlihat dari kualitas pencitraannya yang dapat memberikan detail anatomi lebih baik dibandingkan MRI dengan kekuatan medan magnet yang lebih rendah. Informasi yang lebih optimal ini dapat membantu dokter melakukan diagnosis secara lebih cepat dan presisi, sekaligus menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi pasien,” jelas Dr. Jacub.

Dalam penggunaannya, MRI 3 Tesla tetap disesuaikan dengan kebutuhan klinis masing-masing pasien. Pemilihan jenis MRI mempertimbangkan organ yang diperiksa, kondisi pasien, serta indikasi medis. Pada layanan kesehatan perempuan dan anak, teknologi ini dapat mendukung pemeriksaan berbagai kasus yang membutuhkan pencitraan lebih detail melalui pemeriksaan multisequence, termasuk epilepsi pada anak.

Selain itu, MRI 3 Tesla juga mendukung layanan di bidang onkologi dan berbagai pemeriksaan lain, antara lain pada otak, payudara, liver, obstetri dan ginekologi atau OBGYN, prostat, serta kebutuhan diagnosis lainnya.

Namun, teknologi ini tetap merupakan alat bantu dalam proses medis. Hasil pemeriksaan perlu dibaca dan diinterpretasikan oleh dokter radiologi serta dikaitkan dengan kondisi klinis pasien.

Artinya, MRI 3 Tesla bukan “dokter otomatis”. Pemeriksaan tetap harus dipilih sesuai kebutuhan masing-masing pasien, dengan mempertimbangkan organ yang diperiksa, kondisi pasien, dan indikasi medis.

Bisa Digunakan untuk Berbagai Kondisi Kompleks

Salah satu bidang yang dapat memanfaatkan MRI 3 Tesla adalah neurologi (saraf). Dr. Jacub menjelaskan bahwa pencitraan MRI dapat digunakan untuk membantu pemeriksaan berbagai kondisi pada otak, termasuk stroke, tumor, infeksi, metastasis, hingga epilepsi.

Pada MRI 3 Tesla, pemeriksaan juga dapat dilengkapi dengan metode khusus yang memberikan informasi tambahan mengenai jaringan atau jalur saraf, seperti MR spectroscopy dan Diffusion Tensor Imaging (DTI). Informasi tersebut dapat menjadi bagian dari penilaian dokter bersama temuan pemeriksaan lainnya.

Dalam bidang obstetri dan ginekologi, misalnya, MRI 3T dapat membantu memberikan gambaran yang lebih detail pada kondisi tertentu seperti endometriosis atau miom, sesuai dengan indikasi medis.

Dr. Jacub juga menceritakan pengalaman menangani salah satu kasus pasien yang datang dengan dugaan Hernia nukleus pulposus (HNP). Setelah dilakukan pemeriksaan MRI 3T, ditemukan informasi lain yang membantu tim medis melihat sumber keluhan pasien secara lebih menyeluruh. Dalam kasus tersebut, pengalaman itu menunjukkan bagaimana pencitraan yang lebih detail dapat membantu dokter mencari sumber masalah dengan lebih tepat.

Untuk pemeriksaan abdomen, MRI 3T juga dapat digunakan pada kebutuhan tertentu seperti magnetic resonance cholangiopancreatography (MRCP) atau magnetic resonance urography (MR urography), sementara organ seperti hati dan prostat juga dapat menjadi bagian dari pemeriksaan sesuai indikasi klinis.

Pemeriksaan yang Lebih Efisien Bisa Membantu Pasien Lebih Nyaman

Bagi orang tua, durasi dan kenyamanan pemeriksaan tentu menjadi perhatian. Pemeriksaan MRI mengharuskan pasien berada dalam posisi tertentu dan relatif tidak bergerak selama proses pencitraan berlangsung. Hal ini dapat menjadi tantangan. 

Karena itu, efisiensi proses pemeriksaan menjadi salah satu aspek yang penting. Pemeriksaan yang lebih efisien disebut dapat membantu mengurangi durasi pasien berada di dalam mesin MRI 3T, terutama bagi anak-anak atau pasien yang mengalami kesulitan mempertahankan posisi dalam waktu lama.

Pemanfaatan teknologi MRI 3 Tesla ini didukung oleh tim Radiologi RS Bunda Jakarta yang memiliki kompetensi dalam layanan pencitraan diagnostik. Tim tersebut terdiri dari dr. Ulfiawaty, Sp.Rad; Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad, Subsp.RI(K); dr. Krishna Pandu Wicaksono, Sp.Rad, Subsp.RI, Ph.D; dan dr. Ella Saputri, Sp.Rad.

Kehadiran tim radiologi ini memastikan teknologi pencitraan dapat dimanfaatkan secara optimal, mulai dari menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kebutuhan klinis pasien hingga menginterpretasikan hasil pencitraan sebagai bagian dari proses diagnosis.

Teknologi sebagai Pendukung Pengalaman Pasien

Teknologi MRI 3 Tesla Philips dirancang untuk mendukung efisiensi di sepanjang alur kerja pencitraan, mulai dari proses pemeriksaan hingga tersedianya informasi pencitraan untuk ditinjau oleh tim radiologi.

Inovasi ini berperan sebagai alat bantu bagi dokter dalam memperoleh informasi pencitraan yang lebih optimal, tanpa menggantikan peran tenaga medis dalam proses diagnosis dan pengambilan keputusan klinis.

Presiden Direktur Philips Indonesia, Astri Ramayanti Dharmawan, mengatakan bahwa teknologi pencitraan memiliki peran penting dalam mendukung tenaga kesehatan memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan klinis.

“Teknologi pencitraan dapat membantu tenaga kesehatan memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis, sementara keahlian dan pertimbangan klinis tenaga kesehatan tetap menjadi inti dalam proses diagnosis dan perawatan pasien. Melalui kolaborasi dengan BMHS, kami mendukung tenaga kesehatan dengan teknologi dan alur kerja yang dirancang untuk membantu mereka bekerja secara efisien dan memberikan layanan yang berpusat pada kebutuhan pasien,” ujar Astri.

Kehadiran MRI 3 Tesla menjadi bagian dari upaya BMHS dalam mengintegrasikan inovasi, expertise tenaga medis, dan layanan untuk menghadirkan holistic family care. Ke depan, rumah sakit ini akan terus memperkuat kapabilitas diagnostik serta layanan spesialistik dan kompleks secara terintegrasi, guna mendorong pengembangan ekosistem layanan kesehatan keluarga yang komprehensif, selaras dengan tagline “All Life, All Care, Because Family Matters.”

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Makan Bersama, Cara Sederhana Dukung Tumbuh Kembang Anak lewat Nutrisi, Stimulasi, dan Lingkungan Keluarga
img
MRI 3 Tesla: Kualitas Pencitraan Lebih Detail untuk Mendukung Diagnosis dan Penanganan Pasien
img
Gelar Operasi Katarak Gratis, Mengenang 101 Tahun Pandji Wisaksana
img
Mata Terasa Pegal dan Perih? Kenali Digital Eye Strain dan Cara Mencegahnya