Nilai Transaksi Fesyen Tumbuh 70%, Brand Lokal Makin Mudah Ditemukan Lewat Discovery Commerce
Tren fesyen kini tak hanya lahir dari panggung peragaan atau pusat perbelanjaan. Sebuah video pendek, sesi LIVE, hingga konten Outfit of The Day (OOTD) di media sosial bisa menjadi awal seseorang menemukan gaya baru sekaligus produk fesyen yang menarik perhatian.
Fenomena inilah yang semakin membuka peluang bagi brand fesyen lokal untuk berkembang. Melalui ekosistem discovery commerce, proses menemukan inspirasi, mengenal produk, hingga melakukan pembelian dapat berlangsung dalam satu pengalaman yang saling terhubung.
Pertumbuhan tersebut terlihat dari nilai transaksi produk fesyen di TikTok Shop by Tokopedia yang meningkat 70 persen pada Semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Menariknya, pertumbuhan tidak hanya terjadi di kota-kota besar, tetapi juga mulai terasa di berbagai wilayah Indonesia.
Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua Barat, Sulawesi Barat, dan Gorontalo menjadi beberapa daerah dengan pertumbuhan nilai transaksi produk fesyen tertinggi sepanjang 2026.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa teknologi digital dapat membuka akses yang lebih luas bagi pelaku industri fesyen lokal. Konsumen dari berbagai daerah kini dapat menemukan produk yang sesuai dengan gaya dan kebutuhannya, sementara brand lokal memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.
Kreator Jadi Jembatan antara Tren dan Produk
Di tengah perubahan cara masyarakat menemukan produk, peran kreator semakin penting. Pada Semester I 2026, jumlah kreator fesyen di TikTok meningkat 74 persen, sementara nilai transaksi di TikTok Shop yang dihasilkan kreator fesyen tumbuh 95 persen dibandingkan Semester I 2025.
Konten seperti Get Ready With Me (GRWM), OOTD, hingga 3 Ways to Style membuat fesyen terasa lebih dekat dengan keseharian. Konsumen tidak sekadar melihat produk, tetapi juga mendapatkan inspirasi bagaimana sebuah pakaian atau aksesori dapat dipadukan dalam berbagai gaya.
Tren seperti gorpcore, yang memadukan elemen pakaian outdoor dengan gaya streetwear, juga memperlihatkan bagaimana konten digital dapat menjadi pintu masuk bagi konsumen untuk mengenal tren sekaligus menemukan produk yang sesuai.
Stephanie Susilo, President Director of Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, mengatakan model perdagangan berbasis penemuan konten digital atau discovery commerce berpotensi mempercepat pertumbuhan industri fesyen lokal.
“Melalui video pendek maupun sesi LIVE, produk penjual di platform, termasuk dari kategori fesyen, makin mudah ditemukan lebih banyak masyarakat,” ujarnya.
Kisah Brand Lokal yang Tumbuh dari Konten
Peluang tersebut turut dirasakan ANTARESTAR, brand fesyen lokal yang fokus pada produk bergaya outdoor untuk anak muda. Mereka mencatat omzet bulanan hingga miliaran rupiah sepanjang 2026.
Salah satu strategi yang dilakukan adalah konsisten menggelar sesi LIVE hingga 24 jam serta menggandeng affiliate creator untuk membuat konten yang mengikuti tren fesyen outdoor, seperti jaket gunung.
Kampanye pada periode tanggal gajian dan tanggal kembar juga memberikan dampak signifikan. Nilai transaksi tercatat meningkat hingga 300 persen dibandingkan hari biasa.
“Seiring pertumbuhannya, kami memberdayakan lebih dari 100 karyawan dan bermitra dengan 60 konveksi di berbagai daerah. Bagi kami, pertumbuhan bisnis juga berarti membuka lebih banyak peluang bagi ekosistem fesyen lokal untuk berkembang bersama,” ujar Founder ANTARESTAR, Faiz Daffa.
Cerita serupa datang dari KUKAI, brand fesyen wanita lokal yang dibangun Sharon sejak masih menjadi mahasiswa pada 2022. Dari awalnya dikerjakan seorang diri, kini telah berkembang menjadi bisnis dengan 57 karyawan.
Video pendek dan sesi LIVE menjadi bagian penting dalam memperkenalkan koleksi terbaru sekaligus membangun antusiasme konsumen. Hampir 50 persen nilai transaksi pada 2026 berasal dari sesi LIVE, bahkan beberapa koleksi baru habis terjual hanya dalam 30 menit pertama.
Saat Ramadan 2026, omzet juga melonjak hingga tiga kali lipat dibandingkan periode biasanya.
Mempertemukan Brand, Kreator, dan Konsumen
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, dihadirkan Fashion Playground, sebuah inisiatif yang mempertemukan brand fesyen lokal, kreator, dan konsumen dalam satu ruang.
Digelar pada 18–20 September 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, diikuti oleh 21 brand lokal.
Selama tiga hari, pengunjung dapat melihat koleksi terbaru secara langsung melalui area bazar. Sejumlah brand juga menampilkan koleksinya melalui fashion show yang disiarkan secara LIVE.
Ada pula sesi Creator Matchmaking yang mempertemukan brand dengan kreator yang relevan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membantu brand memperluas jangkauan sekaligus memperkenalkan produk kepada audiens yang lebih sesuai.
Menariknya, pengalaman di Fashion Playground tidak berhenti pada pengunjung yang datang langsung. Melalui video pendek dan LIVE, konsumen di berbagai daerah tetap dapat mengikuti tren dan menemukan produk dari 21 brand tersebut tanpa harus datang ke Jakarta.
Selama penyelenggaraan, mereka berhasil menarik hingga 3.000 pengunjung secara offline, sementara sesi LIVE ditonton lebih dari 500 ribu penonton. Sebanyak 140 kreator juga dipertemukan dengan brand fesyen lokal melalui Creator Matchmaking.
Deretan angka tersebut memperlihatkan bahwa dunia fesyen kini semakin lekat dengan kekuatan konten digital. Dari sebuah video pendek hingga sesi LIVE, perjalanan konsumen menemukan inspirasi, mengenal brand, dan akhirnya membeli produk dapat berlangsung dalam satu ekosistem.
Bagi brand lokal, kondisi ini menjadi peluang untuk tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga menciptakan tren dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan konsumennya. Pada akhirnya, semakin mudah sebuah brand ditemukan, semakin besar pula kesempatan untuk tumbuh dan membawa karya fesyen lokal ke pasar yang lebih luas.