ads

Siapkan Talenta Global, Integrasi AI dan Sentuhan Humanis dalam Pendidikan Pariwisata Nasional

Novita Sari - Sabtu, 11 April 2026
Ki-ka: Indra Budiman, Area General Manager, Travel + Leisure Co. dan Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University. Foto: Ist
Ki-ka: Indra Budiman, Area General Manager, Travel + Leisure Co. dan Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University. Foto: Ist
A A A

Bagaimana cara kita menyiapkan talenta pariwisata yang siap bersaing di kancah dunia? Jawabannya terletak pada keseimbangan. Saat kecerdasan buatan, Artificial Intelligence (AI)  mulai mengambil peran dalam personalisasi data dan efisiensi layanan, peran manusia justru menjadi semakin krusial untuk memberikan pengalaman yang berkesan.

Inilah langkah nyata dalam mentransformasi pendidikan pariwisata nasional melalui integrasi teknologi tanpa kehilangan jati diri. Sebuah upaya kolaboratif untuk memastikan generasi muda kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pemimpin di industri global.

Ya, Travel + Leisure Co. berkolaborasi dengan Swiss German University mempersiapkan standar kompetensi terbaru bagi sistem pendidikan di industri pariwisata melalui sebuah forum group discussion (FGD) yang turut dihadiri oleh sejumlah pakar akademisi serta praktisi industri pariwisata.

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah isu utama menjadi sorotan, di antaranya pentingnya integrasi teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), untuk meningkatkan layanan kepada tamu tanpa menghilangkan sentuhan humanis, serta pembaruan standar sertifikasi untuk mempersiapkan talenta muda yang memiliki daya saing global.

Sejumlah rekomendasi dihasilkan untuk menjadi landasan dalam membangun fondasi masa depan industri pariwisata, antara lain:

  • Merancang Sertifikasi Internasional: Menyusun kurikulum sertifikasi yang diakui secara internasional untuk memvalidasi keahlian mahasiswa.
  • Menerapkan Manajemen Berbasis AI: Mengintegrasikan penggunaan AI dalam mengelola data riwayat tamu guna memberikan layanan yang lebih personal dan efisien.
  • Membuat Konsep Pembelajaran ‘Teaching Factory’ yang Berbasis Digital: Menerapkan model pembelajaran berdasarkan dinamika industri terkini agar mahasiswa terbiasa dengan ekosistem pariwisata berbasis digital.

Ke depannya, kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif mengikuti tren global, serta menghasilkan generasi muda yang memiliki ilmu dan mental dalam mendorong pertumbuhan industri pariwisata.

“Apa yang diharapkan tamu saat ini terus berkembang dan tidak selalu tercermin dalam pendekatan konvensional. Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan standar yang dikembangkan mampu menjawab perubahan tersebut,” ujar Indra Budiman, Area General Manager, Travel + Leisure Co.

“Inovasi dalam pembelajaran bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan. Melalui sinergi ini, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh di dalam kelas akan selaras dengan kebutuhan dan dinamika industri,” tambah Assoc. Prof. Dr. Dipl-Ing. Samuel P. Kusumocahyo, Rektor Swiss German University.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Siapkan Talenta Global, Integrasi AI dan Sentuhan Humanis dalam Pendidikan Pariwisata Nasional
img
Waspada Ancaman Siber, Tips Mengunci Pintu Bagi Peretas dan Malware
img
Perkuat Ekonomi Kreatif Indonesia dengan Mendorong Peran Seni dan Budaya sebagai Instrumen Diplomasi Bisnis
img
Punya UMKM? Ini 5 Mindset yang Wajib Kamu Punya Biar Bisnismu Naik Kelas