ads

Tak Zaman Lagi Asal Bangun Rumah, Kenapa Sekarang Wajib Pilih Material Hijau?

Novita Sari - Sabtu, 24 Januari 2026
Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk di acara Press Conference Sustainability Business Updates 2026 yang digelar Jumat, 23 Januari 2026 di Jakarta. Foto: Novi
Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk di acara Press Conference Sustainability Business Updates 2026 yang digelar Jumat, 23 Januari 2026 di Jakarta. Foto: Novi
A A A

Membangun rumah dulu mungkin hanya soal mencari tukang yang ahli dan material yang paling murah. Namun kini, cara pandang tersebut sudah ketinggalan zaman.

Saat ini, membangun hunian bukan lagi sekadar mendirikan dinding dan atap, melainkan tentang bagaimana menciptakan tempat tinggal yang sehat, efisien, dan tidak merusak bumi.

Lantas, kenapa sekarang memilih material hijau sudah menjadi sebuah kewajiban?

1. Investasi Jangka Panjang yang Menguntungkan

Banyak orang mengira material ramah lingkungan itu mahal. Padahal, jika dilihat sebagai investasi, material hijau justru lebih hemat dimana produk dirancang dengan teknologi yang memungkinkan bangunan lebih tahan lama dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Artinya, biaya renovasi di masa depan bisa ditekan seminimal mungkin.

2. Standar Baru Industri Konstruksi

Keberlanjutan kini menjadi "napas" baru di dunia konstruksi. Industri tidak lagi sekadar mengejar produksi, tapi juga efisiensi. Produsen Semen Merah Putih misalnya, mereka telah membuktikan bahwa memproduksi material bangunan bisa dilakukan secara bertanggung jawab.

Dengan teknologi Waste Heat Recovery System (WHRS) yang menyuplai 24% energi pabrik dari panas buang, serta penggunaan armada truk listrik di area tambang, material yang sampai ke tangan konsumen, membawa jejak karbon yang jauh lebih kecil. Memilih material seperti ini berarti kita pun ikut mendukung ekosistem industri yang lebih bersih.

3. Kualitas Udara dan Kenyamanan Hunian

Rumah yang dibangun dengan material hijau cenderung lebih sehat. Material ramah lingkungan biasanya minim kandungan bahan kimia berbahaya. Ditambah lagi, produk semen hidraulis modern memiliki performa yang sangat baik dalam menjaga kerapatan bangunan, sehingga risiko dinding lembap dan berjamur, bisa dikurangi. Rumah pun jadi lebih sejuk dan nyaman tanpa harus terus-menerus bergantung pada pendingin ruangan (AC).

4. Menjawab Tantangan "Backlog" dengan Cara Cerdas

Pemerintah saat ini tengah gencar mengejar target pembangunan jutaan rumah. Agar pembangunan masif ini tidak menjadi bencana lingkungan di masa depan, penggunaan material yang efisien adalah kuncinya. Inovasi seperti modular teknologi yang dikembangkan oleh produsen semen lokal, kini memungkinkan pembangunan rumah dilakukan lebih cepat namun tetap presisi dan minim sisa sampah bangunan (zero waste).

“Keberlanjutan adalah cara kerja industri masa kini. Strategi kami bertumpu pada empat pilar utama: Process, Product, People, dan Planet. Kami tidak ingin keberlanjutan mengorbankan kualitas. Justru dengan proses yang lebih efisien, kita bisa mendukung pembangunan nasional secara lebih holistik," tegas Surindro Kalbu Adi, Commercial & Logistic Director PT Cemindo Gemilang Tbk di acara Press Conference Sustainability Business Updates 2026 yang digelar Jumat, 23 Januari 2026 di Jakarta.

Kolaborasi industri semen dan pemerintah makin penting di industri perumahan. Foto: Novi
Kolaborasi industri semen dan pemerintah makin penting di industri perumahan. Foto: Novi

Dalam peringatan 15 tahun perjalanannya, perusahaan yang mengusung semangat Beyond Boundaries ini membuktikan bahwa menjadi "hijau" justru adalah kunci untuk tetap tangguh. Saat industri nasional mengalami penurunan volume penjualan domestik sekitar 1,5% pada periode 2024-2025, perusahaan ini justru mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,2% di wilayah-wilayah operasional utamanya.

“Kami terus mendorong adopsi green cement. Hasilnya cukup mengesankan. Porsi produk non-OPC (produk dengan jejak karbon lebih rendah) sudah mencapai 81%, jauh di atas rata-rata industri yang berada di angka 71%. Bahkan produk hydraulic cement seperti Flexiplus mengalami lonjakan permintaan hingga 636,5% sepanjang tahun 2025,” terang Oza Guswara, selaku General Manager Sales & Marketing.

Menjawab Tantangan Perumahan Nasional

Di tengah isu backlog perumahan (kurangnya ketersediaan rumah layak huni dengan harga terjangkau) yang mencapai angka jutaan unit, material bangunan yang berkualitas dan ramah kantong menjadi kebutuhan mendesak. Apalagi, pemerintah terus mendorong pembangunan 3 juta rumah, terutama bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Lewat teknologi seperti modular housing yang sedang kami kembangkan di Merauke, kami ingin membuktikan bahwa membangun rumah bisa cepat, berkualitas, namun tetap rendah emisi," tambah Oza.

Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian juga mengapresiasi langkah inovatif ini. Transformasi industri hijau diharapkan mampu meningkatkan daya saing nasional tanpa melupakan efisiensi sumber daya.

Kini, memilih material hijau bukan lagi soal mengikuti tren gaya hidup, melainkan tanggung jawab kita untuk masa depan. Dengan dukungan inovasi dari industri material yang semakin peduli pada lingkungan, mewujudkan rumah impian yang kokoh sekaligus ramah bumi, kini jauh lebih mudah dan terjangkau.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Mengenalkan Profesi Dessert Chef, Mengajak Anak Mengekspresikan Kreativitas Lewat Jelly
img
Tak Zaman Lagi Asal Bangun Rumah, Kenapa Sekarang Wajib Pilih Material Hijau?
img
Kaya Serat dan Vitamin, Camilan Rumput Laut Bisa Jadi Pilihan Sehat Bagi Keluarga
img
Smart Parenting: Mengajarkan Kepedulian Lewat Investasi Berdampak