ads

Tes Darah Baru, Bantu Deteksi Alzheimer Lebih Dini, Kenali Gejalanya Sejak Awal

Novita Sari - Selasa, 22 September 2026
Kemitraan strategis antara Siloam International Hospitals dan Roche Diagnostics Indonesia menghadirkan inovasi biomarker berbasis darah terbaru (pTau 181 Plasma). Foto: Ist
Kemitraan strategis antara Siloam International Hospitals dan Roche Diagnostics Indonesia menghadirkan inovasi biomarker berbasis darah terbaru (pTau 181 Plasma). Foto: Ist
A A A

Ketika daya ingat mulai menurun, banyak orang menganggapnya sebagai bagian yang wajar dari proses penuaan. Padahal, penurunan daya ingat yang semakin mengganggu aktivitas sehari-hari, perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan medis.

Kabar baiknya, kini hadir inovasi pemeriksaan yang dapat membantu dokter mengevaluasi penyakit Alzheimer dengan cara yang lebih minim invasif. Menyambut Bulan Kesadaran Alzheimer Dunia pada September 2026, Siloam International Hospitals bersama Roche Diagnostics Indonesia menghadirkan layanan pemeriksaan biomarker darah pTau 181 Plasma di Indonesia.

Tes ini menjadi salah satu inovasi diagnostik yang mendukung deteksi dan penegakan diagnosis Alzheimer secara lebih dini. Kehadirannya juga dinilai relevan dengan perubahan demografi Indonesia yang mulai memasuki era aging population, ketika jumlah penduduk lanjut usia telah melebihi 10 persen.

Cukup dengan Sampel Darah

Alzheimer merupakan salah satu bentuk demensia yang berkaitan dengan perubahan pada otak. Salah satu penanda penting yang berkaitan dengan penyakit ini adalah protein phosphorylated tau 181 atau pTau 181.

Kadar pTau 181 dalam plasma darah memiliki korelasi kuat dengan pembentukan plak amyloid di otak, yang merupakan salah satu indikator utama penyakit Alzheimer. Pemeriksaan pTau 181 Plasma memungkinkan evaluasi tersebut dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari pembuluh vena di lengan, seperti pemeriksaan laboratorium pada umumnya.

Hal ini menawarkan pendekatan yang lebih minim invasif dibandingkan sejumlah pemeriksaan lanjutan yang selama ini dapat digunakan dalam proses evaluasi Alzheimer, seperti lumbar puncture untuk mengambil cairan serebrospinal atau pemeriksaan PET Scan.

Jangan Anggap Semua Pikun sebagai Hal Biasa

Menurut dr. Rocksy Fransisca V. Situmeang, Sp.N, SubSp.N.G.D.(K), Dokter Spesialis Neurologi dan Subspesialis Neurogeriatri & Demensia Memory and Aging Center, Siloam Hospitals Lippo Village, Alzheimer kerap baru terdeteksi ketika kerusakan sel otak sudah cukup parah.

Karena itu, perubahan daya ingat yang mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai bagian normal dari penuaan. Konsultasi dengan dokter dapat membantu keluarga memahami kondisi yang dialami serta menentukan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Pesan ini menjadi semakin penting bagi keluarga yang mendampingi orang lanjut usia. Perubahan seperti semakin sering lupa, kesulitan menjalankan aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan, atau penurunan kemampuan kognitif yang mulai memengaruhi keseharian perlu diperhatikan dan didiskusikan dengan tenaga medis.

Teknologi untuk Mendukung Dokter dan Pasien

Chief Medical Officer Siloam International Hospitals, dr. Grace Frelita, MM, mengatakan kebutuhan terhadap deteksi dan penanganan gangguan kognitif yang tepat semakin penting seiring Indonesia memasuki era aging population.

Menurutnya, pemeriksaan pTau 181 Plasma dapat menjadi salah satu inovasi diagnostik yang mendukung dokter dalam memperoleh informasi klinis yang lebih komprehensif mengenai kondisi pasien.

Sementara itu, Lee Poh Seng, Director, Diagnostics Division, PT Roche Indonesia, menyampaikan bahwa inovasi diagnostik diharapkan dapat membantu mengubah alur perawatan pasien. Pemeriksaan pTau 181 Plasma dirancang untuk membantu dokter dan spesialis neurologi dalam melakukan evaluasi awal penyakit Alzheimer secara lebih efisien.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan otak bukan hanya tentang mengingat banyak hal, tetapi juga memperhatikan ketika terjadi perubahan yang mulai mengganggu kehidupan sehari-hari. Semakin cepat perubahan tersebut dikonsultasikan kepada dokter, semakin jelas pula langkah evaluasi dan penanganan yang dapat dilakukan bersama.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Tes Darah Baru, Bantu Deteksi Alzheimer Lebih Dini, Kenali Gejalanya Sejak Awal
img
30 Tahun Neuroscience, Menembus Batas untuk Hadirkan Layanan Saraf yang Semakin Presisi
img
BKGN 2026 Dorong Pemahaman Baru: Menjaga Keseimbangan Microbiome Mulut untuk Perlindungan Ekstra
img
First Aid Conference 2026 Perkenalkan Inovasi Spray Plaster untuk Perlindungan Luka yang Praktis