Tren Musim Libur Sekolah 2024: Liburan Luar Kota Kalahkan Staycation

Efa Trapulina - Senin, 01 Juli 2024
Adhe Tora Karyana, Travel Influencer (tengah) dan Rani Dilla, Founder Komunitas Ibu Berwisata (kanan) dalam acara Live Streaming Survei RedDoorz Tren Liburan 2024 (Foto: Ist)
Adhe Tora Karyana, Travel Influencer (tengah) dan Rani Dilla, Founder Komunitas Ibu Berwisata (kanan) dalam acara Live Streaming Survei RedDoorz Tren Liburan 2024 (Foto: Ist)
A A A

Moms, apa rencana untuk mengisi liburan sekolah di bulan Juli ini? Berlibur ke luar kota, atau hanya di dalam kota?

Baru-baru ini, RedDoorz, platform multi-brand perhotelan dan akomodasi, memaparkan hasil survei terbarunya di acara Live Streaming Instagram mereka bertema “Staycation atau Vacation”.

Rupanya nih, Moms, hasil survei menunjukkan bahwa tren berlibur ke luar kota (vacation) kembali mendominasi dibanding dengan liburan di dalam kota (staycation).

Dari hasil survei 100 responden, 75.9% orang lebih memilih vacation dibanding 24.1% yang memilih untuk staycation di masa libur sekolah di bulan Juni dan Juli tahun ini.

Mengapa memilih vacation? Alasan terbesarnya adalah untuk untuk menjelajahi tempat baru (75%), mendapatkan pengalaman baru (63.3%), dan kesempatan untuk bertualang (35%).

Saat liburan di luar kota, responden lebih cenderung memilih untuk melihat pemandangan (71%), berwisata kuliner (65%) dan bertualang (45%).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Adhe Tora Karyana, Travel Influencer. Sejalan dengan temuan tersebut, ia mengaku tujuan berlibur adalah untuk mencari pengalaman baru yang menyenangkan.

Bagi pria yang sering melakukan solo travelling ini, masa berlibur adalah waktu yang pas untuk eksplorasi tempat baru, mencari suasana yang lain dari keseharian dan tentunya melakukan kegiatan yang ia suka termasuk menikmati alam.

“Inilah kenapa aku lebih suka vacation ke luar kota. Secara persiapan memang harus lebih banyak riset dari mulai destinasinya, hotel, tempat kuliner sampai mempersiapkan budget-nya, tapi buatku ini worth it agar liburan lebih berkesan,” ungkapnya.

Hasil survei juga mencatat, destinasi wisata seperti Yogyakarta, Bandung dan Bali masih menjadi favorit tujuan wisatawan.  Daya tarik budaya dan keindahan alamnya membuat daerah ini kerap dijadikan sasaran travelling.

Perjalanan berlibur ke luar kota pun kembali populer setelah tren staycation sempat menjamur selama pandemi. Kini, orang-orang kembali antusias untuk menjelajahi tempat-tempat yang lokasinya jauh dari rumah. Apalagi data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menemukan bahwa pariwisata domestik meningkat 12.37% dari 734.9 juta ke 825.8 juta.

Meskipun begitu, penggemar staycation punya alasan tersendiri dalam memilih berlibur di dalam kota. Bagi 19 responden yang memilih staycation mengatakan pilihannya lebih hemat (68.4%), dan memerlukan waktu persiapan dan perjalanan yang lebih singkat (47.4%) dibanding vacation.

Kenyamanan (78.9%) menjadi faktor utama dalam mempertimbangkan wisata dalam kota, disusul oleh lokasi strategis yang dekat dengan pusat perbelanjaan (52.6%) dan pertimbangan biaya (42%).

Dari survei yang dilakukan, 68% responden mengatakan akan menghabiskan liburan dengan keluarga dalam waktu dekat ini. Sebagian besar di antara mereka (71%) adalah Milenial (usia 26-45 tahun) yang sudah menikah dan memiliki anak. Sementara hanya 38% Gen Z (usia 18-25 tahun) yang memilih untuk berlibur bersama keluarga, sisanya lebih memilih berlibur bersama teman atau solo trip. Hal ini bertepatan dengan momen libur sekolah yang dimulai sejak libur Idul Adha pada 17 Juni hingga 7 Juli mendatang.

Rani Dilla, seorang Ibu sekaligus Founder Komunitas Ibu Berwisata mengatakan, “Sebagai orangtua, berlibur di dalam kota bisa jadi pilihan yang simple tapi tidak membosankan. Aku bisa ajak anak-anak mengenal daerah sekitarnya lebih dekat dengan menjelajahi kuliner sambil berbelanja namun tetap merasa aman dan nyaman karena lebih paham dengan lingkungan sekitar,” katanya.

Untuk anggaran berlibur, survei RedDoorz menunjukkan kebanyakan orang (39%) menyisihkan 1-3 juta Rupiah untuk berlibur, bahkan 21.5% memiliki anggaran hingga lebih dari 5 juta Rupiah. Data dari BPS menunjukkan rata-rata wisatawan lokal mengeluarkan 2.57 juta rupiah per perjalanan dengan alokasi pengeluaran terbesar (22.8%) untuk akomodasi.

“Oleh karena itu, kami hadir untuk membuat pengalaman liburan menjadi lebih nyaman dan berkesan. Kami memiliki pilihan penginapan yang cocok bagi wisatawan jenis vacation maupun staycation, baik untuk liburan bersama keluarga, teman maupun solo traveler. Mengingat bahwa kebanyakan orang (65.8%) hanya menyisihkan kurang dari seminggu bahkan kurang dari tiga hari untuk mempersiapkan liburan, kemudahan ini menjadi sangat penting untuk merencanakan liburan,” ucap Cut Nany Indriani, Head of Integrated Communications RedDoorz.

Platform ini memiliki ribuan pilihan hotel yang tersebar di Indonesia. “Hotel budget memang masih menjadi pilihan utama wisatawan, tapi kami melihat semakin banyak juga keluarga dan kelompok wisatawan yang memilih akomodasi yang lebih luxurious seperti villa,” tutup Nany.

Sebagai apresiasi kepada para pelanggan setia di libur sekolah ini, mereka memberikan promo besar hingga 70% serta berbagai promo lain yang bekerjasama dengan para mitra. Selain itu, melalui kampanye #BukaPintuLiburan, RedDoorz juga memberikan hadiah berupa 10 Hp Samsung  yang bisa didapatkan melalui game Spin Wheel di aplikasi mereka.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
JKT48 Ajak Gen-Z Cobain Era Baru Snack Keripik Kentang Nipis Pedas
img
Babak Baru Gabriel Prince di Usia 20 Tahun, Berawal Viral di TikTok Menjadi Penyanyi, Aktor, dan Pebisnis
img
Resor Bintang Lima Ini Menyatukan Para Ahli dan Komunitas untuk Mempromosikan Praktik Berkelanjutan dan Netralitas Karbon
img
657 Seniman Turut Serta dalam Pertunjukan Edukatif “Pahlawan Nusantara” yang Bertujuan Mengapresiasi Kekayaan Seni Budaya Indonesia