ads

Agar Anak Tumbuh Optimal, Edukasi Gizi Perlu Dimulai Sejak Dini!

Efa Trapulina - Senin, 26 Januari 2026
Ade Savitri, Head of Marketing PT Flora Food Indonesia melakukan demo masak bersama Chef pada acara Puncak Hari Gizi Nasional 2026 di lapangan Kemendikdasmen, Jakarta, 25 Januari 2026 (Foto: Efa)
Ade Savitri, Head of Marketing PT Flora Food Indonesia melakukan demo masak bersama Chef pada acara Puncak Hari Gizi Nasional 2026 di lapangan Kemendikdasmen, Jakarta, 25 Januari 2026 (Foto: Efa)
A A A

Banyak ibu merasa kebutuhan gizi anak sudah terpenuhi asalkan anak tidak melewatkan waktu makan, seperti sarapan sebelum sekolah, makan siang setelah pulang, dan makan malam. Rutinitas ini sering dianggap sudah cukup. Namun, ada hal penting yang sering terlupakan: apakah pilihan makanannya sudah benar-benar mendukung kebutuhan gizi anak? Selain itu, apakah anak benar-benar sudah mendapatkan edukasi gizi yang tepat dari makanan yang ia konsumsi setiap hari?

Ya, edukasi gizi bukan hanya soal mengenalkan makanan sehat, tetapi juga membentuk pemahaman sejak dini tentang apa yang dibutuhkan tubuh anak untuk tumbuh optimal. Sebab, kebiasaan makan terbentuk sejak usia dini dan terbawa sampai dewasa.

Banyak orang tua merasa anak sudah makan cukup, padahal tanpa disadari masih ada kekurangan nutrisi penting dalam menu harian, seperti asupan omega 3 dan 6 serta vitamin dan mineral yang penting untuk tubuh. Kekurangan ini memang tidak selalu tampak terlihat secara langsung, namun dampaknya bisa memengaruhi tumbuh kembang, daya tahan tubuh, konsentrasi belajar, dan aktivitas anak.

Isu inilah yang kembali disorot dalam peringatan Hari Gizi Nasional 2026. Pada acara puncak yang digelar Minggu, 25 Januari 2026 di Lapangan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, berbagai pihak sepakat bahwa tantangan gizi anak tidak bisa diselesaikan hanya dengan menyediakan makanan, tetapi juga melalui edukasi yang konsisten dan mudah dipahami, baik oleh anak maupun orang tua.

Dalam momentum itu, BlueBand dari Flora Food Group kembali menghadirkan inisiatif “Satu Sendok Kebaikan Nutrisi BlueBand” yang kini diperkaya dengan penambahan kadar omega 3 dan vitamin penting. Inisiatif tersebut juga diperkuat melalui kolaborasi dengan Program Edukasi Gizi Serentak milik PERSAGI yang menjangkau hingga lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.

Ketua Umum DPP PERSAGI, Ir. Doddy Izwardy, B.Sc., MA., Ph.D., menegaskan bahwa edukasi gizi merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan berdaya saing.

“Edukasi gizi serentak yang dilaksanakan hari ini melibatkan ribuan ahli gizi anggota PERSAGI dan menjangkau ribuan sekolah serta puluhan ribu siswa, guru, dan orang tua di seluruh Indonesia. Melalui edukasi ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa gizi seimbang dan perilaku hidup sehat harus dimulai sejak dini dan menjadi kebiasaan sepanjang hayat,” kata Doddy.

Menurut Ade Savitri, Head of Marketing PT Flora Food Indonesia, edukasi gizi tidak bisa berhenti di sekolah saja. Ditemui di sela-sela live demo cooking menggunakan margarin oleh Chef di lokasi acara puncak Hari Gizi Nasional, ia menjelaskan bahwa pendekatan edukasi perlu dibuat sederhana dan relevan. Mulai dari inspirasi menu sarapan, makan siang, hingga camilan yang disukai anak, dengan bahan yang mudah ditemukan dan cara memasak yang praktis.

Menurutnya, edukasi gizi akan lebih mudah diterapkan jika tidak terasa rumit dan bisa langsung dipraktikkan di rumah.

Blueband hadirkan inisiatif Satu Sendok Kebaikan Nutrisi Blueband
(ki-ka) Ir. Doddy Izwardy, B.Sc., MA., Ph.D. dari PERSAGI, Ade Savitri (Head of Marketing PT Flora Food Indonesia) dan Jusuf Ngadri selaku Direktur Operasional MURI 

“Agar pesan mudah diterima anak-anak, materi edukasi gizi di sekolah dikemas secara sederhana dan menyenangkan. Salah satunya melalui media komik yang mengenalkan konsep sarapan sehat—mengandung karbohidrat, protein, termasuk asupan omega 3, omega 6 dan vitamin—agar anak tidak memulai hari dengan perut kosong dan kekurangan gizi. Jadi diusahakan sesederhana mungkin agar anak memahami pentingnya gizi tanpa merasa digurui,” katanya.

Ia menekankan bahwa orang tua, terutama ibu, memiliki peran sentral dalam membentuk kebiasaan makan anak di rumah.

“Orang tua sekarang semakin sadar dan kritis terhadap apa yang diberikan kepada anaknya. Karena itu, edukasi gizi harus hadir tidak hanya di sekolah, tetapi juga menjangkau orang tua, termasuk melalui media digital yang dekat dengan keseharian mereka. Kami percaya, tumbuh kembang anak yang optimal dapat dimulai dari pemenuhan asupan nutrisi yang tepat, serta dukungan positif dan konsisten dari orang tua,” ujar Ade.

Inisiatif Satu Sendok Kebaikan Nutrisi, ditegaskan Ade, dihadirkan untuk mendampingi orang tua dalam menyediakan pilihan yang praktis sekaligus bernutrisi. “Sekaligus memperluas edukasi gizi seimbang bagi anak, pengajar di sekolah, serta orang tua sebagai pendamping utama, agar semakin banyak anak Indonesia yang tumbuh dan berkembang secara optimal,” jelasnya.

Ade mengatakan, selain di lingkungan sekolah, edukasi gizi juga dilakukan di ruang publik seperti supermarket dan pasar tradisional.

Melalui demo memasak sederhana, keluarga diajak melihat bahwa menu bergizi tidak selalu membutuhkan bahan yang banyak atau teknik memasak yang rumit. Bahkan dari bahan yang ada di lemari es, orang tua tetap bisa menyajikan makanan bernutrisi untuk anak.

Pelaksanaan edukasi gizi secara serentak di lebih dari 1.000 sekolah ini juga mencatatkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai program edukasi gizi serentak dengan partisipasi sekolah terbanyak. 

Jusuf Ngadri selaku Direktur Operasional Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menyampaikan bahwa capaian ini mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas pihak dalam menghadirkan edukasi yang berdampak luas.

Menutup rangkaian kegiatan Hari Gizi Nasional 2026, Ade kembali menegaskan pentingnya kolaborasi lintas pihak sebagai kunci dalam mendukung pemenuhan gizi anak Indonesia.

“Kami percaya bahwa tantangan gizi anak merupakan tanggung jawab bersama. Ke depan, kami juga akan terus memperkuat peran kami melalui inovasi dan berbagai inisiatif yang relevan agar upaya pemenuhan gizi anak dapat memberikan dampak nyata bagi generasi masa depan,” tutup Ade.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Gorengan Minim Minyak dan Sup Rendah Garam? Intip Inovasi Dapur Sehat Masa Kini, Yuk!
img
Kunci Kelancaran Produksi ASI: Ketenangan Ibu dan Nutrisi Memadai
img
Agar Anak Tumbuh Optimal, Edukasi Gizi Perlu Dimulai Sejak Dini!
img
Rizky Ridho Tantang 22 Anak Main Bola, Ajak Anak-anak Lebih Aktif di Luar Rumah