Amelia Khairani Sutrisno, Masinis MRT yang Buktikan Perempuan Bisa Kuliah Teknik di Inggris
Bagi Amelia Khairani Sutrisno, deru mesin kereta dan rel yang membentang, bukan sekadar rutinitas pekerjaan. Sebagai masinis perempuan pertama di MRT Jakarta, rel adalah tempatnya mengabdi. Namun, pada September 2024, Amelia memutuskan untuk sejenak meletakkan tuas kendali di Jakarta, demi mengejar ilmu di University of Birmingham, Inggris.
Mengambil jurusan MSc Railway Systems Engineering and Integration melalui beasiswa LPDP, Amelia membuktikan bahwa sektor transportasi yang didominasi pria, bukan penghalang bagi perempuan Indonesia untuk bersinar di kancah global.
Kini, sekembalinya ke tanah air pada Desember 2025, Amelia tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga standar keselamatan dan teknologi perkeretaapian internasional untuk diterapkan di jantung ibu kota.
Kisah inspiratif Amelia inilah yang menjadi nyawa dalam kampanye Study UK yang kini menghiasi rangkaian kereta MRT Jakarta. Sejak 23 Februari hingga akhir Maret 2026, British Council menghadirkan pengalaman full-train experience untuk memperkenalkan kualitas pendidikan Inggris kepada kaum urban Jakarta.
Atmosfer Kampus di Transportasi Publik
Kampanye ini menyulap interior MRT Jakarta dengan visual kampus-kampus ternama dan informasi kehidupan mahasiswa di Inggris. Pendekatan ini dipilih karena kedekatan budaya commuting (perjalanan harian) yang identik antara warga Jakarta dengan warga di kota-kota besar Inggris seperti London.
Dominic Jermey, Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan bahwa pendidikan adalah jembatan yang menghubungkan ide melintasi batas negara.
"Berada di MRT hari ini mengingatkan kita betapa pentingnya koneksi dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan bekerja dengan cara yang serupa, yakni menghubungkan manusia, ide, dan peluang lintas batas," ujar Dominic Jermey, Kamis (5/3) kala berada di rangkaian MRT bersama para awak media.
Melalui kode QR yang tersebar di dalam kereta, penumpang dapat langsung mengakses platform digital Study UK. Di sana, informasi mengenai proses pendaftaran, pilihan program studi, hingga berbagai peluang beasiswa seperti Chevening dan LPDP tersedia secara transparan.
Dalam kesempatan yang sama, Summer Xia, Country Director British Council Indonesia, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di MRT bertujuan agar informasi pendidikan kelas dunia lebih mudah dijangkau oleh generasi muda.
"Kami ingin membantu mereka menjajaki pilihan tersebut dengan lebih percaya diri. Dengan menghadirkan pengalaman ini di ruang publik yang akrab bagi generasi muda, kami berharap dapat membuka wawasan tentang peluang global," kata Summer Xia.
Kontribusi dari Hati
Bagi Amelia, belajar di Inggris memberikan perspektif baru, terutama dalam menangani gangguan operasional (disruption) dan komunikasi kepada penumpang. Meski awalnya bercita-cita menjadi dokter, Amelia menemukan panggilannya di dunia teknik kereta api karena kecintaannya pada pelayanan.
Ia juga berpesan kepada anak muda Indonesia yang ragu untuk bermimpi kuliah ke luar negeri karena takut tidak bisa berkontribusi saat pulang.
"Apa yang bisa dilakukan adalah berkontribusi di industri yang sedang kita tekuni. Apapun itu kalau dilakukan dari hati, akan sampai ke hati yang lain. Kita melakukan ini semua tujuannya untuk melayani, memudahkan teman-teman untuk bertransportasi, mau sekolah, atau bekerja," pesan Amelia Khairani.
Kini, setiap kali warga Jakarta menaiki MRT yang berhias informasi Study UK, mereka tidak hanya sedang menuju tempat kerja, tetapi juga sedang diajak untuk melihat jendela peluang yang lebih luas di seberang samudra.