ads

Anak Belajar Aktif dan Inklusif Sejak Dini melalui Family Charity Fun Run

Efa Trapulina - Senin, 15 Desember 2025
Wilio dukung inklusivitas lewat Family Charity Run Miles of Smiles, ajak keluarga Indonesia bergerak aktif dan berbagi lewat pengalaman lari yang bermakna (Foto: Efa)
Wilio dukung inklusivitas lewat Family Charity Run Miles of Smiles, ajak keluarga Indonesia bergerak aktif dan berbagi lewat pengalaman lari yang bermakna (Foto: Efa)
A A A

Minggu pagi, 14 Desember 2025, kawasan Pulau Satu di Senayan Park, Jakarta, dipenuhi suasana hangat. Sejak pukul 05.30 WIB, keluarga mulai berdatangan dengan berbagai ekspresi antusias. Anak-anak tampak melakukan pemanasan, bercengkerama sambil menikmati sarapan, bermain di area sekitar, hingga dengan bangga memamerkan nomor dada yang tersemat di kaus mereka. Kehadiran orang tua yang menggandeng tangan anak-anaknya menambah kesan kebersamaan yang kuat sejak awal acara.

Melalui kegiatan Family Charity Fun Run bertajuk Miles of Smiles, Wilio—gerai multi merek sepatu dan pakaian anak—mengajak keluarga Indonesia untuk memadukan aktivitas fisik dengan pembelajaran nilai inklusivitas. Konsep yang diusung menekankan pemahaman bahwa setiap anak, termasuk anak dengan Down syndrome, memiliki hak yang setara untuk bergerak, bermain, dan merasa diterima. Lintasan lari sejauh tiga kilometer dirancang ramah anak dan inklusif, sehingga dapat diikuti oleh berbagai kelompok usia serta anak dengan kebutuhan khusus.

Saat flag off resmi dimulai pukul 07.00 WIB, lebih dari 1.000 peserta melangkah bersama dengan wajah ceria. Bagi banyak keluarga, kegiatan ini melampaui makna olahraga semata. Miles of Smiles menjadi ruang pengalaman awal, momen kebersamaan, sekaligus sarana belajar bahwa keberagaman bukanlah pembatas, melainkan bagian alami dari kebahagiaan bersama.

Wilio Family Run Miles of Smiles
Anak-anak sangat antusias mengikuti Family Run Miles of Smiles (Foto: Ist)

Olahraga sebagai Sarana Edukasi Sejak Dini

Bagi sebagian orang tua, membiasakan anak berolahraga sejak dini bukan perkara mudah. Anak kerap cepat bosan, jadwal keluarga padat, dan aktivitas fisik sering tersisih oleh penggunaan gawai. Namun, pengalaman berbeda dirasakan oleh aktris dan model Citra Kirana yang hadir bersama putranya, Keene Atharrazka Adhitya (5 tahun).

“Lari ini kan untuk anak-anak seumuran dia, jadi dia semangat banget. Athar pikir dia juara satu,” ujar Citra sambil tertawa saat ditemui seusai acara, Minggu (14/12). Ia mengenang kebanggaan putranya saat menerima medali pertamanya di garis akhir.

Citra Kirana dan keluarga
Citra Kirana dan keluarga (Foto: Ist)

Citra menegaskan bahwa olahraga bagi anak tidak semata-mata soal pencapaian, melainkan pembentukan kebiasaan jangka panjang. “Menanamkan olahraga sejak dini itu penting banget. Biar nanti pas dewasa mereka aware sama kesehatan. Dari umur sekarang dikenalin,” tuturnya. Ia pun kerap melibatkan anaknya dalam aktivitas olahraga, seperti bermain padel, meski sekadar memukul bola. “Belum tentu langsung suka, tapi minimal sudah ada core memory-nya,” tambah Citra.

Pandangan tersebut selaras dengan tujuan penyelenggara. Lina Paulina, Vice President Kids Division Kanmo Retail Group, menyebutkan bahwa antusiasme peserta melampaui perkiraan awal. “Pesertanya seribu lebih. Anak-anak ternyata sudah enerjik dan mulai aware soal healthy life. Makanya kita ingin edukasi: start early untuk olahraga,” jelasnya.

Para peserta dimanjakan dengan aneka hiburan (Foto: Efa)
Para peserta dimanjakan dengan aneka hiburan (Foto: Efa)

Ruang Aman bagi Seluruh Anak

Keunikan Miles of Smiles tidak hanya terletak pada konsep family run, tetapi juga pada kolaborasi dengan Saraswati Learning Center (SLC), lembaga pendidikan inklusif bagi anak-anak dengan Down syndrome. Sebagai wujud kepedulian sosial, sebesar 20 persen dari penjualan tiket dialokasikan untuk mendukung program pendidikan dan pengembangan siswa SLC.

Di lintasan lari, batas-batas sosial seolah menghilang. Anak-anak dengan Down syndrome berlari berdampingan dengan peserta lain, disemangati oleh keluarga dan relawan. Kehadiran mereka di ruang publik seperti ini memiliki makna yang mendalam.

“Anak-anak kami tidak hanya ikut aktivitas menyenangkan, tapi juga merasakan bahwa mereka diterima sebagai bagian dari masyarakat,” ungkap Reshma Wijaya, Founder Saraswati Learning Center. Ia menambahkan bahwa kegiatan semacam ini berperan penting dalam membangun kesadaran publik bahwa setiap anak memiliki potensi dan berhak atas kesempatan yang setara.

Wilio gelar Family Charity Run Miles of Smiles
Salah satu peserta anak dengan down syndrome bersama pendamping (Foto: Efa)

Hal senada disampaikan oleh Lina Paulina. “Kami ingin mengajarkan bahwa anak-anak Down syndrome bebas dari stigma. Mereka bisa berolahraga, bisa berlari 3 kilometer sama seperti anak-anak lain. Dan tadi kelihatan banget, semangat mereka tinggi sekali. Ada ratusan anak-anak down syndrome yang ikut serta, bahkan banyak yang sudah datang pagi-pagi sekali,” ujarnya dengan senyum.

Lebih dari Sekadar Lari

Usai mencapai garis finish, para peserta tidak langsung meninggalkan area acara. Beragam aktivitas telah disiapkan, mulai dari yoga ringan, pickleball, mini soccer, basketball zone, dilengkapi dengan area food festival (kuliner) dan hiburan keluarga. Seluruh rangkaian dirancang untuk menciptakan suasana santai yang mendorong interaksi dan kebersamaan tanpa tekanan.

Menurut Niraj Jain, CEO PT Multitrend Indo Tbk, inisiatif ini berangkat dari keyakinan bahwa dunia anak seharusnya menjadi ruang yang aman dan inklusif. “Kami ingin mendorong anak-anak untuk aktif bergerak sekaligus membantu masyarakat melihat bahwa keberagaman adalah kekuatan,” ujarnya.

Bagi para orang tua, kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana nilai empati dan kebersamaan dapat ditanamkan secara alami—bukan melalui nasihat verbal, melainkan lewat pengalaman langsung. Anak belajar bergerak dan bersosialisasi, orang tua belajar mendampingi, dan semua pihak belajar menerima perbedaan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Di penghujung acara, medali yang tergantung di leher anak-anak mungkin kelak hanya menjadi pajangan atau kenang-kenangan. Namun, nilai yang tertinggal jauh lebih bermakna: cerita tentang pengalaman pertama, pertemanan baru, serta rasa bangga karena dapat berkontribusi bagi sesama.

Sebagaimana disampaikan Citra Kirana, “Ke depannya pasti akan ikutan lagi acara-acara yang bermanfaat kayak gini. Manfaat buat kita sekeluarga, dan buat banyak orang.”

Bagi para ibu, kegiatan ini dapat menjadi pengingat bahwa membangun gaya hidup aktif sekaligus menanamkan nilai empati dan inklusivitas tidak perlu menunggu anak tumbuh besar. Terkadang, semuanya dapat dimulai dari langkah sederhana—berlari bersama, sambil belajar bahwa setiap senyum di lintasan memiliki makna bebas stigma yang sama.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Cuma Luwak, Gajah Thailand Juga Bisa Bikin Kopi Termahal di Dunia
img
8 Prediksi Tentang AI pada Tahun 2026
img
Dari Minuman Kekinian hingga Dessert Estetik, Tren Kuliner Viral Sepanjang 2025 Dorong Pertumbuhan UMKM
img
Ngemil Jadi Makin Menyenangkan, Menghidupkan Petualangan dan Kebersamaan Keluarga Lewat “Brewek”