Belanja Bareng Anak Yatim, Warna Kebersamaan di Ramadan Pancarona
Tawa ceria mengalir lepas di antara rak-rak pakaian dan deretan etalase. Siang menjelang sore, puluhan anak mengenakan kartu nama kecil di dada mereka, berjalan berkelompok sambil saling menunjukkan pilihan baju terbaik untuk Lebaran. Bagi sebagian orang, berbelanja mungkin rutinitas biasa. Namun bagi 50 anak yatim yang hadir hari itu, pengalaman tersebut menjadi kenangan yang akan mereka simpan lama, tentang merasa dipilih, diperhatikan, dan dimuliakan.
Kegiatan bertajuk “Belanja Bareng Adik-adik Hebat” yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 13.30–20.00 WIB menjadi bagian dari rangkaian Ramadan Pancarona yang digelar 19 Februari hingga 29 Maret 2026 di Supermal Karawaci, Tangerang. Di tengah suasana Ramadan yang identik dengan kebersamaan, momen ini menghadirkan pengalaman sederhana namun bermakna bagi anak-anak yang jarang merasakan kesempatan memilih sendiri kebutuhan Lebaran mereka.
Direktur Resources Mobilization (Remo) Dompet Dhuafa, Etika Setiawanti, menjelaskan bahwa anak-anak yang hadir dalam kegiatan itu merupakan bagian dari program “Muliakan Yatim”, salah satu program besar yang dirancang untuk mendampingi anak yatim secara berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar seperti pakaian atau sepatu, tetapi juga menyasar hal-hal yang dapat mengubah masa depan mereka seperti beasiswa pendidikan, pendampingan, hingga pelatihan kewirausahaan,” ujarnya.
Menurut Etika, Ramadan menjadi momentum untuk memperluas kepedulian. Namun ia menekankan bahwa perhatian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada satu acara seremonial. “Kita ingin memastikan anak-anak ini tidak hanya cukup makan atau punya baju baru, tetapi sekolahnya berjalan, kesehatannya terjaga, dan masa depannya memiliki arah,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya berbelanja kebutuhan Ramadan di gerai Matahari. Mereka juga menikmati pertunjukan sulap, bernyanyi bersama komunitas South Tangerang Singers, bermain dan mendapatkan mainan dari Timezone, hingga berbuka puasa dengan sajian dari Paris Baguette, Beard Papa’s, Roti O, Bogana May May, Hokben, Mochi Mochio, Hop Hop, Ramen 1, dan Teh Kotjok. Selesai berbuka puasa, ke-50 anak juga mendapatkan Al-Qur’an dari Gramedia, serta pakaian dari Sogo. Bagi sebagian dari mereka, ini mungkin kali pertama memilih sendiri pakaian dan sepatu Lebaran yang diinginkan.
Menurut Direktur Supermal Karawaci, Eddy Halim, kegiatan belanja bersama ini merupakan bagian dari komitmen sosial yang telah berjalan selama empat tahun bersama Dompet Dhuafa.
“Melalui kegiatan CSR yang sudah memasuki tahun keempat ini, kami ingin kegiatan ini tidak hanya dipelopori oleh satu-dua orang atau hanya oleh kami saja. Kami mengetuk dan mengundang semua pihak untuk bersama-sama berjabat tangan, bahu-membahu membantu adik-adik yang membutuhkan,” ujarnya seraya mengungkapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Eddy mengatakan, program Ramadan Pancarona dirancang untuk memberikan pengalaman ngabuburit yang berkesan bagi pengunjung mal dari berbagai kalangan dan seluruh anggota keluarga. Mengusung konsep kebersamaan dan keberagaman warna Ramadan, beragam program hiburan, pertunjukan budaya, hingga aktivitas keluarga digelar di sejumlah area mal agar pengunjung dapat merasakan atmosfer Ramadan secara menyeluruh.
Beberapa program di antaranya Pancarona Parade & Tanoura Dance yang hadir setiap Sabtu dan Minggu pada 28 Februari hingga 15 Maret 2026, Meet & Greet Nussa Rarra setiap akhir pekan dan saat Idulfitri, serta Super Midnight Sale pada 14 Maret 2026 dengan berbagai penawaran dan permainan berhadiah. Penampilan Rampak Bedug, Ramadan Acapella, hingga alunan biola dan musik solo di berbagai titik strategis mal turut memperkaya suasana ngabuburit keluarga.
Meski demikian, Eddy menegaskan bahwa nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama di tengah berbagai agenda tersebut. “Ramadan bukan sekadar tentang belanja, melainkan tentang menciptakan memori indah dan berbagi kebahagiaan. Melihat adik-adik tersenyum adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami,” tutup Eddy.
Ya, Ramadan mungkin hanya berlangsung sebulan. Namun bagi anak-anak yatim yang hari itu pulang dengan senyum lebar dan tas belanja di tangan, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa mereka dihargai sebagai individu. Dalam banyak warna kebersamaan Ramadan, senyum bahagia mereka menjadi warna yang paling membekas.