Berikan Edukasi yang Benar dan Mudah Dipahami Tentang Gizi Lewat Karya Jurnalistik
Tantangan terkait gizi anak di Indonesia masih menjadi perhatian bersama. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sementara itu, menurut data yang dihimpun pada tahun 2025, sebanyak 1.034 dari total 15.498 siswa (sekitar 6,6 persen) tercatat memiliki status gizi kurang dan gizi buruk. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa isu malagizi masih menjadi tantangan nyata yang memerlukan pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan.
Maka dari itu perusahaan agribisnis ini kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang generasi muda Indonesia melalui program tanggung jawab sosial perusahaan, dengan menyelanggarakan untuk ketiga kalinya, Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026, dengan mengangkat tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”. Tema tersebut menjadi refleksi perjalanan selama 18 tahun dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia, sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.
Rachmat Indrajaya, Direktur Corporate Affairs JAPFA, mengatakan, “Selama 18 tahun, kami hadir sebagai bentuk komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia. Kami percaya bahwa membangun masa depan Indonesia dimulai dari memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik dan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung pola hidup sehat. Melalui penyelenggaraan AKJJ untuk ketiga kalinya ini, kami juga ingin memperkuat kolaborasi bersama media dalam meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya mempersiapkan generasi penerus bangsa,” ujarnya.
Sebagai bagian dari penyelenggaraan AKJJ 2026, juga menghadirkan dewan juri dari berbagai latar belakang profesional untuk memastikan kualitas karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat. Akhmad Munir, jurnalis senior dan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia, menilai media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terhadap isu gizi anak melalui karya jurnalistik yang berbasis data dan memiliki dampak sosial. “Isu gizi anak bukan hanya isu kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan bangsa. Karena itu, karya jurnalistik yang kuat harus mampu menghadirkan data yang akurat, perspektif yang berimbang, sekaligus cerita lapangan yang dekat dengan masyarakat agar pesan yang disampaikan dapat mendorong perubahan nyata,” ujar Ahmad Munir.
Sementara itu, fotografer jurnalistik senior Beawiharta menekankan pentingnya kekuatan visual dalam menyampaikan realitas di lapangan. Menurutnya, foto jurnalistik memiliki kemampuan untuk membangun empati publik terhadap isu sosial, termasuk persoalan gizi anak di Indonesia. “Visual yang kuat mampu menghadirkan cerita yang lebih hidup dan menyentuh. Melalui foto jurnalistik, masyarakat dapat melihat langsung realitas di lapangan, sehingga isu gizi anak tidak hanya dipahami sebagai angka dan data, tetapi juga sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan perhatian bersama,” kata Beawiharta.
Di sisi lain, pakar gizi masyarakat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Prof. Dr. drg. Sandra Fikawati, M.P.H menilai edukasi publik mengenai pemenuhan gizi seimbang masih perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk media. “Peningkatan kualitas gizi anak memerlukan keterlibatan banyak pihak. Media memiliki peran strategis dalam menyampaikan edukasi yang benar dan mudah dipahami masyarakat, terutama mengenai pentingnya konsumsi protein hewani, pola makan seimbang, serta pembiasaan perilaku hidup sehat sejak usia dini,” ujar Prof. Sandra Fikawati.
Melalui penyelenggaraan AKJJ 2026, ini diharapkan semakin banyak karya jurnalistik yang mampu memperluas pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju kehidupan yang lebih sehat.