ads

Dari Salju Kutub hingga Hutan Temperat: Red Fox dan Arctic Fox Resmi Menyapa Warga Jakarta

Novita Sari - Rabu, 05 Agustus 2026
Kehadiran Rubah Merah dan Rubah Kutub tak hanya menambah daya tarik Jakarta Aquarium & Safari, melainkan menjadi bagian dari misi edukasi yang lebih besar untuk mendekatkan masyarakat dengan keanekaragaman satwa dari berbagai belahan dunia. Foto: Ist
Kehadiran Rubah Merah dan Rubah Kutub tak hanya menambah daya tarik Jakarta Aquarium & Safari, melainkan menjadi bagian dari misi edukasi yang lebih besar untuk mendekatkan masyarakat dengan keanekaragaman satwa dari berbagai belahan dunia. Foto: Ist
A A A

Wajah destinasi edutainment favorit ibu kota, Jakarta Aquarium & Safari (JAQS), kini makin berwarna. Per 1 Agustus 2026, dua spesies rubah ikonik dunia yaitu: Red Fox (Vulpes vulpes) dan Arctic Fox (Vulpes lagopus), resmi mendiami rumah baru mereka di tengah hiruk pikuk Jakarta.

Red Fox atau Rubah Merah merupakan spesies rubah terbesar dan paling melimpah di dunia yang dikenal cerdik, anggun, serta mudah beradaptasi. Secara fisik, satwa bertubuh 45–90 cm dengan bobot 3–14 kg ini memiliki bulu merah keemasan, dada putih, serta kaki dan ujung telinga hitam. Ciri khas utamanya terletak pada ekor tebal berujung putih yang berfungsi menjaga keseimbangan saat berlari sekaligus menghangatkan tubuh di cuaca dingin.

Foto: Ist
Red Fox atau Rubah Merah dikenal cerdik, anggun, serta mudah beradaptasi. Foto: Ist

Habitat Red Fox tersebar luas mulai dari Amerika Utara, Eropa, Asia, Afrika Utara, hingga Australia, mencakup kawasan hutan, padang rumput, pegunungan, hingga pinggiran kota. Sebagai omnivora oportunistik yang aktif di malam hari atau saat senja, mereka berburu mamalia kecil, burung, dan buah-buahan menggunakan pendengaran tajam serta teknik lompatan khas (pouncing). Berkat kemampuan adaptasinya yang tinggi di pemukiman manusia, IUCN (International Union for Conservation of Nature) menetapkan status konservasi Red Fox dalam kategori Risiko Rendah (Least Concern) dengan populasi yang sangat stabil.

Sementara, Arctic Fox atau Rubah Kutub adalah mamalia kecil yang menakjubkan dan dirancang khusus untuk bertahan hidup di lingkungan paling ekstrem di Bumi, seperti kawasan tundra Arktik. Satwa bertubuh padat dengan panjang 46–68 cm dan bobot 3–9 kg ini memiliki adaptasi fisik yang luar biasa, termasuk telinga dan moncong pendek untuk mengurangi pelepasan panas tubuh, serta bantalan kaki berbulu tebal agar tidak terpeleset di atas es. Ciri paling khasnya adalah kemampuan mengubah warna bulunya yang tebal secara musiman, menjadi putih bersih di musim dingin sebagai kamuflase di atas salju, dan berganti menjadi cokelat atau abu-abu di musim panas.

Foto: Ist
Ciri paling khas Arctic Fox atau Rubah Kutub adalah kemampuan mengubah warna bulunya yang tebal secara musiman. Foto: Ist

Sebagai predator yang tangguh namun fleksibel, Arctic Fox menggantungkan bertahan hidupnya pada indra pendengaran dan penciuman yang sangat tajam untuk mendeteksi mangsa di bawah lapisan salju tebal. Makanan utamanya meliputi lemming, vole, ikan, dan burung, meski mereka juga sering menjadi pemakan bangkai dengan mengikuti jejak beruang kutub. Kehidupan mereka sangat bergantung pada dinamika es laut dan ketersediaan mangsa; meski populasi globalnya saat ini dikategorikan Risiko Rendah (Least Concern) oleh IUCN, ancaman perubahan iklim dan persaingan habitat dengan Red Fox terus menjadi tantangan utama bagi kelestarian mereka.

Kehadiran perdana Red Fox dan Arctic Fox ini tidak hanya menawarkan pemandangan visual yang memikat, tetapi juga mengajak para Jaqsplorer (sebutan hangat bagi pengunjung) menelusuri keajaiban adaptasi alam liar secara langsung.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen dalam menghadirkan sarana edukasi konservasi yang interaktif. Lewat perjumpaan dekat ini, pengunjung diajak mengenali perbedaan unik antara si Rubah Merah yang lihai beradaptasi di Hutan Temperat dengan si Rubah Kutub yang dibekali mantel bulu tebal penahan cuaca ekstrem.

"Sebagai destinasi konservasi dan edutainment di tengah kota, kami terus berupaya menghadirkan koleksi satwa yang unik dan bernilai edukatif. Red Fox dan Arctic Fox menjadi pelengkap pengalaman eksplorasi kami dimana setiap satwa tidak sekadar jadi daya tarik, melainkan media efektif untuk menyampaikan pesan pentingnya menjaga kelestarian alam," tutur Fauzi Prihatin, General Manager Jakarta Aquarium & Safari.

Menjelajah Oase Satwa Terbesar di Pusat Kota

Berlokasi di dalam pusat perbelanjaan Neo Soho, Central Park Mall, Jakarta Barat, destinasi ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Taman Safari Indonesia dan Aquaria KLCC Malaysia. Berdiri sejak 2017, lembaga konservasi indoor terbesar di Indonesia ini telah menjadi rumah bagi lebih dari 3.500 satwa akuatik dan non-akuatik.

Pengalaman berlibur dikemas lengkap melalui 13 zona tematik yang ramah keluarga, disabilitas, dan pengguna stroler:

  • Eksplorasi Satwa Lengkap: Mulai dari zona akuatik hingga area satwa darat favorit seperti Capybara, Fur Seal, dan Penguin.
  • Aktivitas Interaktif: Nikmati keseruan animal feeding, petualangan Aqua Trekking, Funtasy Diving, hingga lebih dari 10 pertunjukan edukatif setiap harinya.
  • Wisata Kuliner Unik: Santap hidangan lezat berlatar pemandangan akuarium raksasa di Anemone Dining atau rasakan sensasi makan ditemani Penguin lucu di Pingoo Restaurant.
  • Fasilitas MICE Eksklusif: Menggelar acara bisnis maupun privat di area Main Tank berkapasitas hingga 100 orang dengan latar pemandangan bawah laut yang memukau.

Siap bertemu langsung dengan duo Rubah paling menggemaskan Minggu ini? Jadilah yang pertama menciptakan momen berkesan bersama keluarga dan jelajahi keajaiban dunia satwa hanya di Jakarta Aquarium & Safari.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dari Salju Kutub hingga Hutan Temperat: Red Fox dan Arctic Fox Resmi Menyapa Warga Jakarta
img
Rayakan 10 Tahun, Ajak Anak Peduli Lingkungan dengan Semangat Create, Care, and Appreciate
img
Memilih Susu Tanpa Tambahan Gula, Salah Satu Upaya Mendukung Tumbuh Kembang Anak
img
Dampingi Keluarga dari Kehamilan hingga Tumbuh Kembang Anak, Lewat Layanan Mom & Child Terintegrasi