ads

Memilih Susu Tanpa Tambahan Gula, Salah Satu Upaya Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Efa Trapulina - Senin, 03 Agustus 2026
Suasana kegiatan mewarnai kemasan Susu Tango Kido Full Cream dalam acara Kreasi Anak untuk Negeri di Tribeca, Central Park, Jakarta Barat (2/8) dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (Foto: Ist)
Suasana kegiatan mewarnai kemasan Susu Tango Kido Full Cream dalam acara Kreasi Anak untuk Negeri di Tribeca, Central Park, Jakarta Barat (2/8) dalam rangka memeriahkan Hari Anak Nasional (Foto: Ist)
A A A

Memenuhi kebutuhan gizi anak tidak hanya soal memastikan mereka makan cukup, tetapi juga memilih asupan yang tepat. Seiring meningkatnya kesadaran orang tua akan pentingnya gizi seimbang, perhatian terhadap kandungan nutrisi, termasuk gula pada makanan dan minuman anak, pun semakin besar.

Bertepatan dengan Hari Anak Nasional lalu, Tango Kido, merek susu UHT dari Orang Tua Group memperkuat komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak Indonesia melalui kampanye "Temani Tumbuh Kembangnya, Rayakan Setiap Langkahnya!". Kampanye ini mengajak orang tua memberikan perhatian terhadap kebutuhan nutrisi anak sekaligus hadir mendampingi setiap proses tumbuh kembangnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui acara "Kreasi Anak untuk Negeri" di Tribeca, Central Park, Jakarta (2/8) yang sekaligus menjadi momentum diperkenalkannya varian susu Full Cream berbahan Fresh Milk (susu sapi segar) tanpa tambahan gula/sukrosa.

Managing Director Dairy & Bread OT Group, Johan Lianto, mengatakan, meningkatnya perhatian terhadap pemenuhan gizi anak turut mendorong industri pangan menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan keluarga. Menurutnya, orang tua kini ingin memberikan nutrisi terbaik bagi anak. Di sisi lain, mereka juga semakin cermat membaca informasi pada kemasan, mulai dari kandungan gula, protein, hingga nilai gizi lainnya, agar dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak.

"Untuk itulah kami menghadirkan susu Tango Kido Full Cream berbahan Fresh Milk tanpa tambahan gula/sukrosa sebagai salah satu pilihan bagi keluarga. Produk ini juga mengandung berbagai nutrisi penting yang berperan dalam mendukung pertumbuhan anak, seperti protein, kalsium, fosfor, serta vitamin dan mineral yang dibutuhkan selama masa pertumbuhan," ujarnya.

Menurut Johan, produk tersebut telah memenuhi spesifikasi teknis susu sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 63426.2 Tahun 2026. Namun, ia menegaskan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh konsumsi susu, melainkan juga oleh kombinasi nutrisi yang baik, pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, serta kehadiran orang tua dalam mendampingi setiap proses belajar dan bertumbuh anak.

Pentingnya memerhatikan asupan gula juga menjadi perhatian Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A. Menurutnya, apabila kebutuhan gizi anak telah dipenuhi dari makanan sehari-hari, orang tua dapat mempertimbangkan memilih susu tanpa tambahan gula atau dengan kandungan gula serendah mungkin.

Ia menjelaskan bahwa saat ini tantangan gizi tidak lagi hanya kekurangan gizi, tetapi juga kelebihan gizi dan obesitas. Salah satu penyebabnya adalah konsumsi gula tambahan yang berlebihan. Padahal, berbagai makanan sehari-hari, seperti buah-buahan, nasi, kentang, singkong, pasta, dan sumber karbohidrat lainnya, sudah mengandung gula alami.

"Jika memungkinkan, hindari pemberian gula tambahan. Kelebihan gula dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas beserta komplikasinya, seperti diabetes melitus tipe 2, kadar kolesterol tinggi, hingga hipertensi. Risiko tersebut juga dapat terjadi pada anak-anak," kata dr. Kanya.

Lebih lanjut, dr. Kanya menjelaskan bahwa masa anak-anak merupakan periode penting bagi pertumbuhan dan perkembangan. Karena itu, orang tua perlu memastikan kebutuhan nutrisi harian anak terpenuhi sesuai usianya, termasuk asupan protein, kalsium, vitamin, dan mineral yang berperan dalam mendukung pertumbuhan tulang, perkembangan otak, serta sistem imun.

Guru Besar Bidang Ilmu dan Teknologi Susu IPB, Prof. Dr. Epi Taufik, S.Pt., M.V.P.H., M.Si., menjelaskan bahwa susu merupakan salah satu sumber protein hewani yang mengandung berbagai zat gizi penting bagi pertumbuhan anak. Agar manfaatnya dapat diperoleh secara optimal, kualitas bahan baku dan proses pengolahan juga perlu menjadi perhatian.

Ia menjelaskan bahwa susu secara alami memang mengandung laktosa. Menurutnya, laktosa berbeda dengan sukrosa atau gula pasir yang biasa digunakan sebagai pemanis. "Susu secara alami memang sudah mengandung gula, yaitu laktosa. Laktosa berbeda dengan sukrosa, yaitu gula yang biasa digunakan sebagai pemanis. Keduanya memiliki struktur yang berbeda; laktosa hanya terdapat secara alami pada air susu mamalia, sedangkan sukrosa umum ditemukan pada gula pasir. Jadi, tanpa ditambahkan gula pasir pun, susu memang sudah memiliki rasa manis alami karena kandungan laktosanya," jelas Prof. Epi.

Ia juga mengingatkan bahwa pertumbuhan anak tidak hanya berlangsung pada lima tahun pertama kehidupan. Menurutnya, anak masih mengalami fase pertumbuhan pesat (growth spurt) pada usia sekitar 9–12 tahun dan kembali meningkat saat memasuki masa remaja. Karena itu, pemenuhan gizi anak perlu terus diperhatikan sesuai tahap pertumbuhannya.

Prof. Epi menambahkan, edukasi mengenai gizi seimbang juga perlu terus diperkuat agar orang tua semakin memahami kebutuhan nutrisi anak sesuai tahap pertumbuhannya.

Pada akhirnya, memilih susu tanpa tambahan gula dapat menjadi salah satu pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi anak. Namun, yang tidak kalah penting adalah membiasakan pola makan bergizi seimbang, aktivitas fisik yang cukup, tidur berkualitas, serta pendampingan orang tua dalam setiap proses tumbuh kembang anak.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Memilih Susu Tanpa Tambahan Gula, Salah Satu Upaya Mendukung Tumbuh Kembang Anak
img
Dampingi Keluarga dari Kehamilan hingga Tumbuh Kembang Anak, Lewat Layanan Mom & Child Terintegrasi
img
Bukan Sekadar Konser: Ketika Musik Menjadi Wadah Merawat Mimpi Anak Bangsa dan Bantu Cegah Stunting
img
Era Baru Keuangan Asuransi: Begini Cara Membaca Kinerja Asuransi di 2026