ads

Bukan Sekadar Konser: Ketika Musik Menjadi Wadah Merawat Mimpi Anak Bangsa dan Bantu Cegah Stunting

Novita Sari - Sabtu, 01 Agustus 2026
81 harmoni anak bangsa, ketika seni, empowerment, dan aksi sosial berpadu. Foto: Novi
81 harmoni anak bangsa, ketika seni, empowerment, dan aksi sosial berpadu. Foto: Novi
A A A

Bagi sebuah lembaga perbankan, menjalin hubungan dengan nasabah tentu tak cukup sekadar lewat angka, transaksi, atau solusi finansial semata. Lebih dari itu, sebuah pendekatan yang menyentuh ranah emosional dan menginspirasi perjalanan hidup, menjadi kunci utama. Komitmen mendalam inilah yang terus dipegang teguh oleh CIMB Niaga.

Melalui wadah Konser Kejar Mimpi, untuk kesebelas kalinya mereka kembali menghadirkan signature event tahunannya di tahun 2026. Bukan sekadar pertunjukan musik biasa, pergelaran bertajuk "Simfoni Suara Hati" ini dirancang sebagai panggung apresiasi karya anak bangsa, selebrasi keberagaman seni kontemporer Nusantara, sekaligus manifestasi nyata dari filosofi Advancing Customer Society, mendampingi setiap insan Indonesia dalam mengejar mimpinya.

Momen 81 Harmoni untuk Indonesia

Momentum pergelaran tahun ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan bulan Agustus, bulan kemerdekaan Republik Indonesia. Ada sebuah kebetulan yang begitu apik: di usianya yang ke-81 tahun Indonesia merdeka (dan CIMB Niaga yang menginjak usia 71 tahun), konser ini melibatkan tepat 81 musisi anak bangsa.

Panggung megah yang berlangsung pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Jakarta ini menjadi simbol perayaan perjalanan panjang dan kebersamaan mereka bersama masyarakat Indonesia melalui keindahan musik, aspirasi, serta aksi kolektif.

Menghadirkan kolaborasi spektakuler antara komposer ternama Andi Rianto bersama Magenta Orchestra, mendampingi deretan musisi lintas generasi mulai dari deretan nama besar seperti Vina Panduwinata, Judika, Bunga Citra Lestari (BCL), hingga Ziva Magnolya serta para bakat muda pemenang ajang Kejar Mimpi Rising Start. Tak ketinggalan, panggung ini juga menjadi ajang showcase bagi guest star dan talenta muda berbakat seperti grup dance Matamiyu dan bintang anyar pop Indonesia, Marbles. Siap menyajikan peleburan genre musik secara megah namun tetap menyentuh hati.

Dalam sesi Konferensi Pers yang digelar di Ballroom The Ritz-Carlton Hotel Jakarta, Pacific Place, Jumat (31/7/2026), Amir Widjaya, Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga mengatakan, konser ini bukan sekadar pertunjukan musik tahunan, melainkan wujud nyata komitmen dalam mengapresiasi nasabah dan mendukung ekosistem industri kreatif Indonesia. “Melalui 'Simfoni Suara Hati', kami ingin merayakan perjalanan bersama masyarakat, menginspirasi generasi muda untuk terus berani mengejar mimpi, dan membuktikan bahwa aksi kolektif dapat menciptakan harmoni yang berdampak positif bagi negeri," ucap Amir Widjaya.

Foto: Novi
Ki-ka: Amir Widjaya, Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga; Andi Rianto, Komposer & Pemimpin Magenta Orchestra; dan Maudy Ayunda, aktris, musisi, sekaligus brand ambassador CIMB Niaga. Foto: Novi

Sentuhan Orkes dan Narasi Hati

Dua sosok utama yang menjadi ruh dari pergelaran signature ini adalah Andi Rianto sebagai Music Director & Arranger, serta Maudy Ayunda, aktris, musisi, sekaligus sang brand ambassador.

Andi Rianto, Komposer & Pemimpin Magenta Orchestra mengaku, selalu ada keajaiban tersendiri ketika musik lintas generasi disatukan dalam satu panggung. "Kami merancang aransemen spesial yang mengeksplorasi kedalaman emosi 'Suara Hati'. Mengiringi para musisi senior sekaligus menyaksikan langsung bakat luar biasa dari pemenang Kejar Mimpi Rising Start adalah pengalaman yang luar biasa inspiratif," tandasnya.

"Ini tidak sekadar megahnya musik orkestra, tetapi tentang menyuarakan emosi yang dalam, mengangkat budaya Nusantara, dan mempertemukan karakter suara lintas generasi," tambah Andi Rianto.

Bagi Maudy Ayunda, yang telah mendampingi perjalanan Konser Kejar Mimpi sejak 2018, panggung tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda. Jika di tahun-tahun sebelumnya ia tampil bernyanyi, kali ini Maudy mengambil peran spesial sebagai storyteller atau pendongeng yang merajut alur pertunjukkan.

"Kejar Mimpi selalu menjadi gerakan yang dekat di hati saya karena konsistensinya dalam memberdayakan anak muda. Konser 'Simfoni Suara Hati' ini menjadi wadah di mana seni, cerita perjuangan, dan panggung nyata bertemu. Saya sangat bangga bisa menjadi bagian dari momen perayaan yang terus menyebarkan energi positif ini," seru Maudy.

Lebih Dari Sekadar Konser: Beli Pesan, Bantu Cegah Stunting

Mereka memastikan bahwa setiap aktivitas yang digelar, membawa dampak sosial yang nyata (purpose-driven). Pada Konser Kejar Mimpi 2026, nasabah Private dan Preferred Banking tidak hanya diundang untuk menikmati pertunjukan, melainkan diajak berpartisipasi langsung dalam aksi kemanusiaan.

Melalui program charity experience, para nasabah dapat melakukan lelang (bidding) untuk pesan-pesan khusus yang nantinya dibawakan oleh para penyanyi di atas panggung. Seluruh donasi yang terkumpul dari proses lelang ini disalurkan secara langsung untuk program penanganan dan pencegahan stunting, khususnya bagi anak-anak di wilayah Indonesia Timur.

Guna memastikan keberlanjutan talenta seni tanah air, mereka juga konsisten menggelar ajang pencarian bakat Kejar Mimpi Rising Start. Bekerja sama dengan label musik terkemuka seperti Trinity Optima Production, program ini menjaring bakat-bakat muda dari berbagai pelosok daerah dan jenjang pendidikan.

Foto: Novi
Keysha Diva Azzahra asal Semarang, Pemenang Kejar Mimpi Rising Start 2025. Foto: Novi

Pada panggung tahun ini, publik diperkenalkan dengan talenta muda yang menginspirasi. Keysha Diva Azzahra asal Semarang, Pemenang Kejar Mimpi Rising Start 2025 yang berhasil lolos hingga tingkat regional. Dan juga Zaneta Miracle Sitorus, pemenang dari kategori baru, Kejar Mimpi Rising Start Kids 2025.

Para pemenang ini tak sekadar diberi piala, melainkan mendapatkan pendampingan langsung, arahan vokal, hingga kesempatan tampil satu panggung bersama musisi papan atas Indonesia.

"Bagi saya, bisa berdiri dan tampil di panggung sebesar ini bersama orchestrator sekelas Om Andi Rianto adalah mimpi yang jadi kenyataan. Ini bukan hanya tentang bernyanyi, tapi tentang pembuktian bahwa setiap proses dan kerja keras dalam mengejar mimpi akhirnya akan menemukan jalannya,” tutur Keysha.

"Kesempatan berbagi panggung dengan para musisi legendaris Indonesia memberikan pengalaman dan pelajaran yang luar biasa. Saya sangat berterima kasih karena telah diberikan ruang bagi kami, generasi muda, untuk menyuarakan bakat dan karya kami secara nasional," timpal Zaneta.

Foto: Novi
Zaneta Miracle Sitorus, pemenang dari kategori baru, Kejar Mimpi Rising Start Kids 2025. Foto: Novi

Esensi Hakiki "Kejar Mimpi": Merayakan Setiap Proses

Di luar hiruk pikuk panggung hiburan, ada pesan mendalam yang ingin disampaikan bersama Maudy Ayunda mengenai makna kata "Kejar Mimpi".

Jika di usia muda fokus utama sering kali tertuju pada titik akhir atau hasil pencapaian (mimpinya), seiring berjalannya waktu, nilai terpenting justru terletak pada kata "kejarnya", sebuah proses, daya tahan (perseverance), serta pasang surut perjuangan yang mendewasakan.

Langkah ini selaras dengan edukasi literasi keuangan yang selalu didorong perusahaan. Mendampingi anak muda maupun nasabah, tidak hanya soal "menjual mimpi", melainkan mengajarkan bagaimana membangun habit finansial yang sehat, merencanakan investasi sejak dini melalui aplikasi digital seperti OCTO, serta mengelola hasil talenta agar masa depan tetap sustain dan bermakna.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Sekadar Konser: Ketika Musik Menjadi Wadah Merawat Mimpi Anak Bangsa dan Bantu Cegah Stunting
img
Era Baru Keuangan Asuransi: Begini Cara Membaca Kinerja Asuransi di 2026
img
Donasi Buku dan Kegiatan Membaca Bersama Perkuat Literasi Anak di Karawang
img
Bukan Hanya Seragam dan Buku, Perlindungan Menyeluruh dari Demam Berdarah Dengue Perlu Masuk Daftar Persiapan Sekolah Anak