Bibir Sumbing Bisa Berdampak pada Kemampuan Makan hingga Bicara Anak, Ini Pentingnya Operasi Dini
Kelainan bawaan seperti bibir sumbing dan celah langit-langit pada anak, bukan hanya memengaruhi penampilan anak kelak. Di balik kondisi celah kecil di bibir ini, tersimpan tantangan yang jauh lebih kompleks. Sejak bayi lahir, anak dapat mengalami kesulitan menyusu, berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat infeksi telinga berulang, hingga menghadapi hambatan dalam perkembangan kemampuan berbicara.
Kondisi ini membuat banyak orang tua yang anaknya terlahir dengan kelainan bawaan, menjadi khawatir. Bukan hanya soal proses pengobatan, mereka juga memikirkan bagaimana kualitas hidup anak kelak. Kabar baiknya, penanganan sejak dini melalui operasi mampu memberikan peluang yang jauh lebih besar agar anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Harapan ini juga semakin besar mengingat semakin banyak pihak yang semakin peduli dengan kondisi kesehatan ini dan masa depan anak-anak penyandangnya.
Peduli atas masa depan penyandang kelainan kraniofasial atau kelainan bentuk pada pertumbuhan kepala dan tulang wajah sejak lahir, Yayasan WINGS Peduli kembali mengadakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit mulut secara gratis kepada 20 orang masyarakat dari Jawa Timur. Melanjutkan komitmen #WINGSPeduliKesehatan, inisiatif ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Surabaya CLP Center, RS Premier Surabaya, dan Tim Medis Ahli yang tergabung dalam Yayasan CLP Center.
Tindakan operasi bibir sumbing dan celah langit-langit menyasar bayi dan anak-anak usia sekitar 2 bulan hingga 3 tahun. Fase ini sangat penting dalam tumbuh kembang mereka, sebab bibir sumbing dan celah langit-langit merupakan kondisi kelainan bawaan yang mempengaruhi banyak hal. Bukan hanya penampilan fisik, tetapi juga berdampak pada kemampuan makan, berbicara, pendengaran, hingga kepercayaan diri anak di masa depan. Itulah sebabnya, penanganan yang tepat dan sedini mungkin menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
“Kami percaya bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat dan meraih masa depan yang lebih baik,” ujar Luciana Tanoyo, Perwakilan Yayasan WINGS Peduli.
Ia melanjutkan, “Lewat operasi ini, kami berharap bisa membantu anak-anak Indonesia memperoleh kualitas hidup dan masa depan yang lebih baik sekaligus meringankan beban keluarga mereka.”
Adapun tindakan operasi pertama berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026 di RS Premier, Surabaya. Setelah ini, akan dilanjutkan secara bertahap bersama tim medis yang menjadi kolaborator. Guna mendukung pemulihan optimal di usia tumbuh kembangnya, para pasien juga memperoleh pemeriksaan kesehatan, pendampingan medis, serta edukasi orang tua mengenai perawatan pasca operasi.
Melalui pilar kesehatan, Yayasan telah membantu lebih dari 200 anak yang memiliki keterbatasan ekonomi lewat Program Operasi Kelainan Kraniofasial sejak tahun 2008. Selain itu, melalui kampanye Generasi Bersih Sehat, juga telah menjangkau lebih dari 300 keluarga di Jakarta Timur, dengan pemberian edukasi Perilaku Bersih dan Sehat (PHBS), imunisasi, dan bantuan fasilitas Puskesmas. Berbagai upaya ini sejalan dengan tujuan perusahaan untuk "Menjadikan Hidup Lebih Baik”