Bukan Cuma Judika dan Lyodra! Intip Ledakan Bakat Baru dari Medan yang Bikin Ello Terpukau
Selama ini, Indonesia seringkali dihadapkan pada dilema "Jakarta-sentris" dalam industri kreatif; bakat melimpah di daerah, namun panggung yang tersedia sangat terbatas.
Menjawab tantangan tersebut, Sumatera Utara yang dikenal sebagai "rahimnya para seniman" kembali membuktikan kelasnya melalui kesuksesan ajang "Aice Got You! Panggung Crispymu!" di Lapangan Merdeka, Medan beberapa waktu lalu.
Menjadi solusi nyata bagi talenta daerah yang sering terkendala biaya dan jarak menuju ibu kota. Dengan rute dari Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, hingga Surabaya, inisiatif ini bertransformasi menjadi laboratorium ekspresi yang inklusif bagi Gen Z.
Di Medan, menunjukkan bukti bahwa kualitas bintang tidak harus berasal dari pusat kota, melainkan bisa lahir dari sudut manapun di Nusantara.
Sumut: Lumbung Bakat yang Tak Pernah Padam
Sumatera Utara memiliki ikatan emosional yang mendalam dengan seni pertunjukan. Dari harmoni vokal etnis Batak yang kompleks, cengkok lembut Melayu, hingga kekuatan vokal Nias, musik telah menjadi napas kehidupan sehari-hari.
Sejarah telah mencatat nama-nama besar seperti Diana Nasution hingga Victor Hutabarat, yang estafetnya kini dilanjutkan oleh Judika, Lyodra, hingga Anggi Marito. Kehadiran panggung lokal seperti ini menjadi langkah strategis untuk menjaring "permata" musik masa depan.
Inovasi Tradisi: Kulcapi Bertemu EDM
Salah satu kejutan terbesar di Medan adalah sosok Jacky Raju Sembiring. Ia berhasil mengawinkan alat musik tradisional Karo, Kulcapi dan Suling, dengan irama Electronic Dance Music (EDM). Penampilan ini membuktikan bahwa tradisi tetap relevan dan mampu bersaing di era modern.
“Saya ingin menunjukkan bahwa musik tradisional itu tidak kalah keren. Mengingat Medan kaya akan budaya, saya ingin memperkenalkan alat musik tradisional Karo lebih luas lagi ke masyarakat Indonesia maupun mancanegara,” ungkap Jacky.
Penampilan Jacky bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi tentang bagaimana instrumen tradisional bisa "bercakap-cakap" dengan teknologi musik masa kini di atas panggung.
Selain Jacky, keberagaman talenta Medan diwakili oleh kualitas vokal Chessavani yang matang, energi urban dari kelompok dance PLAYMAKERZ, hingga inklusivitas seorang dosen, Hendro Sutomo, yang menjadi favorit.
Kehadiran musisi ternama, Marcello Tahitoe (Ello), Anggi Marito, dan Oki Rengga turut memberikan suntikan kepercayaan diri bagi para musisi daerah. "Mereka memiliki karakter yang sangat kuat dan otentik. Medan selalu menyuguhkan energi yang berbeda," aku Ello.
Sentimen serupa disampaikan oleh Anggi Marito, penyanyi nasional asal Sumut yang kini sukses di Jakarta. "Sebagai sosok yang besar dari budaya musik Medan, aku melihat mereka sudah memiliki standar kualitas yang sangat tinggi," kata Anggi kagum.
Dukungan juga datang dari komika Oki Rengga, yang turut merasa bangga. “Saya selaku orang Medan asli merasa bangga. Aku tahu betul kalau anak Medan tampil pasti membanggakan. Pecah! ngeri nih panggung,” serunya takjub.
Dukungan para profesional ini bukan sekadar penilaian, melainkan proses inkubasi mental bagi talenta daerah untuk melangkah ke level profesional.
"Kami berharap strategi "menjemput bola" ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk membuka ruang bagi talenta daerah," komitmen Sylvana Zhong, Senior Brand Manager Aice Group yang menekankan bahwa Medan dipilih karena keberanian dan totalitas warganya dalam berekspresi.
Dengan desentralisasi akses panggung, Indonesia berpotensi menyaksikan ledakan kreativitas yang lebih beragam. Melalui inisiatif ini, mata rantai talenta emas Sumatera Utara diharapkan terus terjaga, melahirkan bintang-bintang baru yang siap mengharumkan nama bangsa.