ads

Bukan Cuma Kulit Mulus, Ternyata Fondasi Wajah Juga Perlu Dijaga, Lho!

Novita Sari - Jumat, 24 April 2026
dr. Dewita Kamaruddin B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM, praktisi estetika dari Miracle. Foto: Ist
dr. Dewita Kamaruddin B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM, praktisi estetika dari Miracle. Foto: Ist
A A A

Dunia kecantikan terus berevolusi. Jika dulu kita hanya fokus pada permukaan kulit yang halus dan cerah, kini tren global bergeser ke arah yang lebih mendalam: Facial Reshaping

Menjelang perayaan hari jadinya yang ke-30, Miracle Aesthetic Clinic kembali mengukuhkan posisinya sebagai pionir dengan memperkenalkan konsep Facial Harmony 2.0.

Mereka mengajak kita memahami bahwa wajah yang menarik bukan sekadar soal "kelihatan cantik", tapi soal keseimbangan struktur dan proporsi berbasis sains.

​Selama ini, kita mengenal Golden Ratio sebagai standar matematika untuk mengukur proporsi wajah ideal dari tampak depan—seperti yang dimiliki oleh sosok ikonik Angelina Jolie atau yang belakangan viral, V BTS (Kim Taehyung). Namun, kecantikan itu bersifat tiga dimensi.

​"Cantik itu bukan hanya tampak depan, tapi 3D. Saat menoleh ke kiri atau kanan, garis rahang (jawline) harus tetap terdefinisi dengan tajam," ungkap dr. Dewita Kamaruddin B. MedSc (Hons.) Dipl. AAAM, praktisi estetika dari Miracle pada Rabu, 22 April 2026 di Jakarta.

​Inilah yang menjadi inti dari Facial Harmony 2.0. Pendekatan ini tidak hanya mengandalkan perhitungan angka, tetapi mendalami anatomi hingga ke lapisan terdalam kulit. Mengapa? Karena di bawah permukaan kulit terdapat fondasi—lemak, otot, dan tulang—yang menopang seluruh bentuk wajah kita.

​Mengapa Fondasi Itu Penting?

​Bayangkan wajah seperti sebuah bangunan. Jika fondasinya rapuh, maka seluruh strukturnya akan "longsor". Dr. Dewita menjelaskan beberapa permasalahan yang kerap ditemui:

  • ​Kehilangan Definisi Jawline: Membuat wajah tampak berat dan memicu munculnya double chin semu.
  • ​Asimetri Wajah: Distribusi lemak yang tidak merata yang membuat satu sisi wajah terlihat lebih chubby.
  • ​Efek Penuaan (Aging): Seiring bertambahnya usia, volume wajah berkurang dan jaringan penyangga melemah, mengubah bentuk wajah dari "segitiga terbalik" yang muda menjadi "segitiga normal" yang turun.

​"Tujuan dari pendekatan ini bukan untuk mengubah wajah seseorang menjadi orang lain, melainkan untuk membangun ketahanan struktur alami agar hasilnya tetap natural, seimbang, dan sangat personal," tambah dr. Dewita.

​Solusi Non-Invasif: Cantik Tanpa Operasi

Kabar baik bagi kamu yang aktif, transformasi ini tidak harus melalui meja operasi. Di era sekarang, prosedur non-invasif menjadi primadona karena downtime yang sangat minim. Yaitu dengan menggunakan kombinasi teknologi canggih dan medical science:

  • ​Device-Based Treatment: Seperti Ultherapy yang bekerja hingga lapisan SMAS (pembungkus otot) untuk memberikan efek deep lifting.
  • ​Injectables: Penggunaan Asam Hyaluronat atau Collagen Stimulator (PLLA, PDLLA) untuk mengembalikan volume yang hilang dan memperkuat ligamen.
  • ​Botulinum Toxin: Untuk menghaluskan garis ekspresi (crow’s feet) dengan dosis yang presisi agar wajah tetap ekspresif dan tidak terlihat seperti "topeng".

​Kapan Harus Memulai?

​Jangan menunggu hingga tanda penuaan terlihat jelas. Dr. Dewita menyarankan konsultasi bisa dimulai sejak usia 27 tahun, terutama bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi atau sering tampil di depan publik. Dengan menjaga fondasi sejak dini, kita bisa menahan laju penuaan (slow down the aging process).

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bukan Cuma Kulit Mulus, Ternyata Fondasi Wajah Juga Perlu Dijaga, Lho!
img
Tetap Segar dan Wangi, Cara Pria Modern Menjaga Percaya Diri dan Mental Juara Setiap Hari
img
Wujudkan Liburan Ramah Lingkungan, Dorong Adopsi Pariwisata Berkelanjutan di Indonesia
img
Gen Z Indonesia Pilih Liburan Singkat, Lebih Sering, dan Wisata Domestik