ads

Cegah Stunting, Festival Keluarga Sehat di Kudus Dorong Orang Tua Lebih Peduli Tumbuh Kembang Anak

Efa Trapulina - Senin, 31 Agustus 2026
MilkLife Festival keluarga Sehat 2026 digelar di Alun Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah mengusung tema
MilkLife Festival keluarga Sehat 2026 digelar di Alun Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah mengusung tema "Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting" (Foto: Ist)
A A A

Seperti yang kita ketahui bersama, mencegah stunting bukan pekerjaan sehari atau dua hari, ya, Moms. Perhatian terhadap tumbuh kembang anak perlu dimulai sejak masa kehamilan dan dilanjutkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut kembali dihadirkan melalui MilkLife Festival Keluarga Sehat 2026 di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus, Jawa Tengah yang berlangsung pada 29–30 Agustus 2026. Memasuki tahun ketiga, kegiatan yang digagas Bakti Sosial Djarum Foundation dan MilkLife bersama Pemerintah Kabupaten Kudus ini memadukan edukasi kesehatan, layanan pemeriksaan, serta aktivitas keluarga.
Mengusung tema “Jaga Generasi Emas, Merdeka Lawan Stunting”, festival ini mengajak keluarga memahami pentingnya pemenuhan gizi, kebersihan lingkungan, serta pemantauan tumbuh kembang anak.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan upaya tersebut turut mendukung penurunan angka stunting di wilayahnya. Dalam dua tahun terakhir, angka stunting di Kudus mengalami penurunan.  “Kami ucapkan terima kasih kepada Bakti Sosial Djarum Foundation yang terus mengawal program-program keluarga sehat dengan penurunan stunting sangat signifikan, yang sebelumnya 4,08% menjadi 3,04%. Artinya dengan adanya program ini sejak tahun 2024 dampaknya sangat positif terhadap penurunan angka stunting di Kudus,” katanya.

Pemerintah Kabupaten Kudus sendiri menargetkan zero stunting pada 2030. Sam’ani berharap edukasi kesehatan diteruskan hingga tingkat desa dan RT. “MilkLife Keluarga Sehat terbukti luar biasa dampaknya. Semoga dengan ada edukasi dan pelayanan seperti ini masyarakat bisa semakin sadar arti kesehatan keluarga. Kami harapkan seluruh pihak bisa meneruskan informasi ini sampai ke tingkat desa maupun RT. Mari kita sukseskan generasi emas, cegah stunting dan semoga di tahun 2030 Kabupaten Kudus zero stunting,” tambahnya.

MilkLife Festival keluarga Sehat 2026

Layanan Kesehatan untuk Keluarga

Selama dua hari, masyarakat dapat memanfaatkan pemeriksaan kehamilan melalui USG, pemantauan tumbuh kembang balita, screening anemia bagi remaja dan calon pengantin, serta pemeriksaan triple elimination untuk HIV, sifilis, dan Hepatitis B. Tersedia pula konsultasi dokter umum dan pemeriksaan kesehatan jiwa bersama psikolog klinis.

Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Achmad Budiharto, mengatakan keberlanjutan kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan masyarakat. “Kami ingin Kudus menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam penanganan kesehatan dan juga stunting. Maka dari itu kami siap mendukung untuk menjadikan Kudus zero stunting di tahun 2030. Kami mulai membiasakan supaya mereka (orangtua) tahu yang terbaik untuk putra-putrinya. Pada intinya, kami ingin memberi kontribusi positif bagi warga Kudus, karena kami lahir dan besar di Kudus,” tuturnya.

Sementara itu, Field Promotion Manager Danang Adityo Pramandaru mengatakan kegiatan sengaja dikemas bersama hiburan agar keluarga memperoleh pengetahuan kesehatan dalam suasana menyenangkan. “Kami ingin Festival Keluarga Sehat menjadi ruang yang fun, sehingga masyarakat tidak hanya mendapatkan pengalaman dan pengetahuan mengenai kesehatan jasmani, tetapi juga dapat menikmati berbagai hiburan bersama keluarga. Di sisi lain, pemenuhan nutrisi dan gizi seimbang juga berperan penting dalam mendukung tumbuh kembang, termasuk dengan mengonsumsi susu berkualitas,” ujarnya.

MilkLife Festival keluarga Sehat 2026
(ki-ka) Achmad Budiharto (Program Director Bakti Sosial Djarum Foundation, Sam’ani Intakoris (Bupati Kudus), dan dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A  (Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus)

Perhatikan 1.000 Hari Pertama Kehidupan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, dr. Abdul Hakam, M.Si, Med, Sp.A, menekankan pentingnya pemantauan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), termasuk kebutuhan nutrisi serta pertumbuhan dan perkembangan anak.

“Sebenarnya standar maksimal stunting yang direkomendasikan oleh WHO adalah di bawah 10%. Kita bersyukur Kabupaten Kudus sudah di angka 3%. Ini suatu prestasi yang luar biasa dan kita harus maksimalkan,” ujarnya.

Ia menyebut target penurunan berikutnya 2 persen pada 2027, kemudian terus ditekan secara bertahap hingga 0 persen pada 2030. Menurutnya, pencegahan stunting juga membutuhkan sanitasi, imunisasi, pemantauan tumbuh kembang, pemeriksaan 1.000 hari kehidupan, serta pencegahan anemia.

“Bagaimanapun sanitasi juga penting karena kaitannya dengan munculnya penyakit. Kalau itu teratasi, pasti secara maksimal problem stunting turun. Selain itu juga program lain, baik itu imunisasi, tumbuh kembang, serta pemeriksaan 1.000 hari kehidupan juga harus digalakkan,” katanya.

Ia juga menekankan edukasi gizi bagi ibu hamil, termasuk konsumsi daging kerbau, kambing, sapi, dan ampela tiga hingga lima kali dalam seminggu. Bagi Lusi Rahmawati, warga Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Kudus, Festival Keluarga Sehat memberikan pengetahuan baru mengenai kesehatan keluarga. Ibu dua anak itu mengungkapkan kesannya setelah mengunjungi booth Hunian Sehat, layanan tumbuh kembang, serta mengikuti screening anemia.

“Acaranya bagus dan fasilitas yang disediakan juga sangat memadai. Kita jadi banyak dapat pengetahuan baru soal pentingnya menjaga kebersihan lingkungan rumah, mengenai gizi dan tumbuh kembang. Tadi juga sempat screening anemia, jadi saya bisa berkonsultasi dengan leluasa dan penyampaian hasil screening-nya juga jelas,” ujarnya.

Selain layanan kesehatan, keluarga dapat mengikuti Jalan Keluarga Sehat–Parade Gizi Hebat, lomba estafet Isi Piringku, lomba mewarnai, taman eksplorasi, musik, dan wayang humor. Puncak acara menghadirkan pengundian doorprize utama motor listrik Polytron Fox R 350.

Kegiatan ini melanjutkan rangkaian Aksi Rumah Resik Sehat (SIKAT) dan Belanja Pinter Gizine Bener (BPGB) yang berlangsung 19 Juli–9 Agustus 2026 lalu. SIKAT melibatkan 2.311 peserta dari Desa Wonosoco, Gribig, Mejobo, dan Klaling, sementara BPGB mengedukasi masyarakat mengenai pemilihan bahan makanan sesuai kebutuhan gizi seimbang.

Pada akhirnya, pencegahan stunting bukan hanya soal makanan. Menjaga kebersihan, memenuhi gizi, memantau tumbuh kembang, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala perlu menjadi kebiasaan keluarga sejak dini. Setuju, kan, Moms?

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Merdeka Festival Ajak Anak Yatim dan Yatim Piatu di Kepulauan Seribu Belajar, Bermain, dan Peduli Lingkungan
img
Bersama-sama Selamatkan Bumi, Mengapa Kita Butuh Energi Bersih?
img
Pilih Popok yang Tepat Bisa Dukung Tumbuh Kembang Maksimal Anak
img
Bersiap Menghadapi yang Tak Terduga, Mengapa Perlindungan Makin Penting?