ads

Bersiap Menghadapi yang Tak Terduga, Mengapa Perlindungan Makin Penting?

Novita Sari - Senin, 31 Agustus 2026
Ki-ka: Meylindawati (Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI), Albertus Wiroyo (Ketua Dewan Pengurus AAJI), dan Freddy Thamrin (Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI). Foto: Novi
Ki-ka: Meylindawati (Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI), Albertus Wiroyo (Ketua Dewan Pengurus AAJI), dan Freddy Thamrin (Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI). Foto: Novi
A A A

Punya asuransi kini bukan lagi sekadar pilihan, tetapi semakin menjadi bagian dari perencanaan keuangan. Hal tersebut tercermin dari perkembangan industri asuransi jiwa Indonesia sepanjang semester pertama 2026. Sejumlah indikator utama menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan premi, jumlah polis, jumlah tertanggung, hingga pembayaran klaim dan manfaat kepada masyarakat.

Berdasarkan laporan keuangan unaudited dari 56 perusahaan asuransi jiwa, pendapatan premi pada semester pertama 2026 mencapai Rp94,75 triliun, tumbuh 8,2% secara year on year (yoy). Jumlah polis juga naik 7,7% menjadi 22,44 juta polis.

Yang cukup mencuri perhatian adalah jumlah tertanggung yang mencapai 153,58 juta orang, atau tumbuh 24,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagi Albertus Wiroyo, Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan masih kuat.

“Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi tetap terjaga. Dari sisi jumlah polis, industri asuransi jiwa juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 7,7% menjadi 22,44 juta polis. Ini juga menunjukkan bahwa semakin luasnya kepemilikan perlindungan asuransi jiwa di masyarakat kita,” kata Albertus, Senin (31/8) di Jakarta.

Premi Bisnis Baru Mulai Ngebut

Ada kabar menarik lainnya. Setelah cukup lama mencatat pertumbuhan satu digit, premi bisnis baru industri asuransi jiwa pada semester pertama 2026 berhasil tumbuh dua digit.

Premi bisnis baru produk tradisional meningkat 14,2% menjadi Rp37,97 triliun, sementara produk unit link mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni 34,5% menjadi Rp19,78 triliun.

Menurut Albertus, pertumbuhan ini menjadi sinyal positif karena menunjukkan masyarakat masih mencari produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi finansial mereka.

“Kalau kita lihat premi baru tumbuhnya dua digit. Ini satu perkembangan positif. Selama ini pertumbuhan kita tidak sebesar itu, satu digit sudah cukup lama. Jadi kita kembali lagi bisa tumbuh dua digit,” kata Albertus.

Meski demikian, pertumbuhan tersebut tidak boleh hanya mengejar angka. Kualitas penjualan, pemahaman nasabah terhadap produk, serta kesesuaian produk dengan kebutuhan dan kemampuan finansial tetap menjadi hal penting.

Menariknya, produk tradisional maupun unit link sama-sama mengalami pertumbuhan. Premi tradisional naik 6,9% menjadi Rp59,03 triliun, sedangkan premi unit link meningkat 10,3% menjadi Rp35,73 triliun.

Artinya, pilihan masyarakat semakin beragam. Ada yang mencari perlindungan murni, sementara sebagian lainnya memilih produk yang menggabungkan perlindungan dengan unsur investasi.

Saat Asuransi Benar-Benar Dibutuhkan

Pertumbuhan industri tentu bukan hanya soal berapa banyak premi yang terkumpul. Ukuran yang tak kalah penting adalah seberapa besar manfaat yang benar-benar kembali kepada masyarakat.

Sepanjang semester pertama 2026, industri asuransi jiwa membayarkan Rp75,57 triliun dalam bentuk klaim dan manfaat. Angka ini meningkat 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah penerima manfaat pun bertambah, dari sekitar 4,82 juta orang menjadi 5,01 juta orang.

Freddy Thamrin, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM AAJI, mengatakan peningkatan tersebut memperlihatkan bahwa fungsi perlindungan asuransi terus berjalan dan dirasakan masyarakat.

“Manfaat perlindungan tidak hanya meningkat dari sisi pembayaran jumlah uangnya, tetapi juga menjangkau lebih banyak penerima manfaat. Ini menjadi bukti bahwa industri terus menjalankan fungsi perlindungannya di tengah berbagai dinamika ekonomi dan Kesehatan,” ujar Freddy.

Jika dilihat lebih detail, pembayaran manfaat akhir kontrak melonjak 84,3% menjadi Rp18,42 triliun. Sementara pembayaran surrender turun 24,2% menjadi Rp26,08 triliun dan partial withdrawal meningkat 13,5% menjadi Rp8,48 triliun.

Untuk klaim berdasarkan risiko, klaim meninggal dunia mencapai Rp6,5 triliun, naik 25,5%. Klaim kesehatan juga meningkat 11,3% menjadi Rp13,58 triliun.

Angka tersebut memperlihatkan satu hal sederhana: ketika risiko kehidupan dan kebutuhan kesehatan datang, perlindungan finansial menjadi semakin berarti.

“Kenaikan klaim meninggal dunia dan kesehatan menunjukkan bahwa fungsi proteksi dasar dan perlindungan kesehatan tetap menjadi kebutuhan yang sangat relevan bagi masyarakat,” tutur Freddy.

Khusus klaim kesehatan, jumlah penerima manfaat meningkat dari sekitar 2,13 juta menjadi 2,24 juta orang. Pada segmen kumpulan, penerima manfaat bahkan meningkat dari 1,95 juta menjadi 2,08 juta orang.

Di sisi lain, meningkatnya klaim kesehatan juga menjadi pengingat bahwa keberlanjutan ekosistem kesehatan membutuhkan kerja sama banyak pihak, terutama karena biaya pelayanan kesehatan terus mengalami peningkatan.

Investasi Tertekan, Aset Tetap Bertumbuh

Bagaimana dengan kondisi keuangan industrinya?

Di tengah gejolak pasar keuangan, industri asuransi jiwa masih mampu menjaga pertumbuhan aset. Total aset pada semester pertama 2026 mencapai sekitar Rp645,08 triliun, tumbuh 2,3% dibandingkan semester pertama 2025.

Total investasi juga meningkat 2,4% menjadi sekitar Rp564,42 triliun.

Meylindawati, Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI, menilai pertumbuhan aset tersebut menunjukkan kapasitas keuangan industri masih terjaga.

“Pertumbuhan aset menunjukkan bahwa kapasitas keuangan industri tetap terjaga dalam menjalankan kewajiban kepada pemegang polis. Bagi industri asuransi jiwa, kekuatan aset merupakan salah satu fondasi penting untuk menjaga ketahanan dan kepercayaan masyarakat,” kata Meylindawati.

Namun, bukan berarti perjalanan investasi sepanjang semester pertama 2026 tanpa tantangan. Hasil investasi yang pada semester pertama 2025 mencapai positif Rp16,19 triliun, berubah menjadi negatif Rp2,47 triliun pada semester pertama 2026.

Menurut Meylindawati, kondisi tersebut tidak bisa dilepaskan dari volatilitas pasar keuangan. Apalagi, investasi perusahaan asuransi jiwa memang memiliki orientasi jangka panjang.

“Investasi industri asuransi jiwa berorientasi jangka panjang, sehingga kinerja dalam kurun waktu tertentu saja tidak dapat disimpulkan dari siklus pasar secara keseluruhan,” sebutnya.

Karena itu, prinsip kehati-hatian, diversifikasi, serta kesesuaian antara aset dan kewajiban tetap menjadi pegangan dalam mengelola investasi.

Dalam portofolio investasi, Surat Berharga Negara (SBN) masih menjadi salah satu instrumen terbesar dengan nilai sekitar Rp251,64 triliun.

Membuat Asuransi Lebih Dekat dengan Masyarakat

Meski sejumlah indikator menunjukkan pertumbuhan, pekerjaan rumah industri masih cukup banyak. Salah satunya adalah memperluas penetrasi asuransi agar perlindungan tidak hanya dinikmati masyarakat di kota-kota besar.

Literasi dan edukasi menjadi salah satu kunci. AAJI juga mendorong kegiatan edukasi bersama OJK agar menjangkau kota-kota kecil dan kota lapis kedua maupun ketiga.

Teknologi dan kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dari strategi tersebut. AAJI terus memperkuat kompetensi SDM perusahaan anggota, mulai dari level C-level hingga manajerial.

Bahkan, pemanfaatan artificial intelligence (AI) menjadi salah satu materi pengembangan kompetensi yang disiapkan untuk para pemimpin industri.

Di lini terdepan, profesionalisme tenaga pemasar juga terus diperkuat. Setiap agen atau tenaga pemasar diwajibkan memiliki sertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi yang terdaftar di OJK.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan industri tidak hanya dikejar melalui angka premi, tetapi juga melalui peningkatan kualitas orang-orang yang berada di balik layanan asuransi.

Menuju Ekosistem yang Lebih Sehat

Di sektor kesehatan, AAJI juga mendorong implementasi POJK Nomor 36 Tahun 2025 tentang Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan.

Koordinasi antara perusahaan asuransi, BPJS Kesehatan, dan penyelenggara jaminan lainnya diharapkan dapat membuat pengelolaan manfaat dan pembayaran klaim menjadi lebih transparan dan efisien.

Pada akhirnya, tujuan besarnya adalah menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi semua pihak—nasabah, perusahaan asuransi, maupun penyedia layanan kesehatan.

Harapannya, efisiensi yang semakin baik juga dapat mendukung terciptanya produk asuransi kesehatan yang lebih sehat dan terjangkau bagi masyarakat.

Tak Sekadar Tumbuh, tetapi Memberi Makna

Semester pertama 2026 memberikan gambaran menarik tentang perjalanan industri asuransi jiwa. Premi tumbuh, bisnis baru kembali mencatat pertumbuhan dua digit, jumlah tertanggung meningkat signifikan, sementara klaim dan manfaat terus dibayarkan kepada jutaan penerima.

Di sisi lain, industri tetap menghadapi tantangan berupa volatilitas pasar investasi, kenaikan biaya kesehatan, rendahnya penetrasi, serta kebutuhan untuk terus meningkatkan literasi dan profesionalisme.

Karena itu, pertumbuhan industri seharusnya tidak berhenti pada angka. Yang lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut benar-benar dirasakan masyarakat.

Seperti semangat yang diusung AAJI tahun ini, “Menjaga Kepercayaan, Mengukur Makna,” masa depan industri asuransi jiwa bukan hanya tentang seberapa besar bisnis berkembang, tetapi juga seberapa besar manfaat yang dapat diberikan untuk melindungi kehidupan dan masa depan masyarakat Indonesia.

Sebab, pada akhirnya, asuransi bukan sekadar tentang membayar premi. Asuransi adalah tentang mempersiapkan diri ketika hidup berjalan di luar rencana.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Bersiap Menghadapi yang Tak Terduga, Mengapa Perlindungan Makin Penting?
img
Mendapat Penghargaan Delapan Tahun Berturut-turut, Ternyata Ini Rahasia Suksesnya
img
Sekolah Internasional di Jakarta Kenalkan Komunitas Multikultural lewat Suara Siswa
img
Dukung Pertumbuhan Anak yang Sehat Melalui Olahraga, Sebanyak 340 Anak Mendapat Pelatihan Sepak Bola