Dari Main Game hingga Santai, Tips dan Trik Bikin Satu Ruang untuk Banyak Aktivitas
Bermain game di rumah tidak selalu membutuhkan ruangan khusus dengan meja besar, kursi gaming, dan berbagai perangkat yang memenuhi sudut ruangan. Bagi banyak keluarga, ruang bermain game justru berbagi tempat dengan ruang keluarga, ruang menonton, atau area berkumpul bersama.
Melihat kebutuhan tersebut, hadir YXSTABY, koleksi gaming terbaru hasil kolaborasi antara desainer IKEA dan Xbox. Koleksi ini resmi diperkenalkan di Alam Sutera, Tangerang, pada Kamis (1/10/2026), dengan menghadirkan enam perabot dan aksesori yang dirancang untuk mendukung aktivitas bermain game sekaligus tetap menyatu dengan kehidupan sehari-hari.
Koleksi tersebut dikembangkan dengan memperhatikan kebiasaan gamer ketika bermain di rumah, mulai dari posisi televisi, cara duduk, penyimpanan controller, hingga kebutuhan untuk memindahkan furnitur. Menariknya, setelah sesi bermain selesai, perabot tersebut tetap dapat digunakan untuk berbagai aktivitas lain.
“Kalau main game di rumah, apalagi di Indonesia, kita tidak selalu punya ruangan khusus. Apalagi kalau bermain pakai konsol, kita biasanya akan bermain di kamar atau di ruang keluarga, di tempat yang sama yang juga dipakai untuk menonton, duduk, atau berkumpul,” ujar Angela Krisyanti, Business Leader IKEA Indonesia.
Menurut Angela, kebutuhan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam mengembangkannya. Koleksi ini tidak hanya berbicara tentang gaming, tetapi juga bagaimana sebuah furnitur dapat mengikuti cara orang menjalani aktivitas sehari-hari di rumah.
Dari Gaming Room hingga Gaming di Ruang Keluarga
Koleksi terbaru ini merupakan bagian dari perjalanan perusahaan dalam mengeksplorasi kategori gaming. Perjalanan tersebut dimulai pada 2021 melalui sejumlah koleksi yang menghadirkan lebih dari 30 produk, mulai dari meja dan kursi gaming hingga aksesori untuk mendukung setup gaming PC.
Eksplorasi kemudian berkembang melalui BRÄNNBOLL yang membawa gaming ke dalam berbagai aktivitas di rumah. Kali ini, koleksi terbaru semakin mendekatkan desain pada situasi nyata saat seseorang bermain game.
Posisi televisi, kenyamanan duduk, penyimpanan berbagai perangkat, hingga kemudahan memindahkan furnitur menjadi bagian dari proses pengembangan koleksi tersebut.
“Pada akhirnya, ruang di rumah yang digunakan untuk bermain game juga akan digunakan oleh anggota keluarga lain, atau untuk aktivitas lain setelah permainan selesai,” ujar Muhammad Yusuf Attorik, Interior Design Leader IKEA Indonesia.
Karena itu, menurutnya, furnitur gaming tidak harus selalu terlihat sangat “gaming”. Beberapa elemen dapat tampil lebih kuat sebagai karakter, sementara elemen lainnya dibuat lebih tenang agar mudah menyatu dengan furnitur yang sudah ada di rumah.
Furnitur Gaming yang Bisa Ikut Berpindah
Salah satu daya tarik koleksi ini adalah desainnya yang fleksibel. Stand TV dengan roda, misalnya, memungkinkan televisi digeser mengikuti perubahan posisi bermain. Di bagian belakangnya terdapat rak, pengait, serta pengaturan kabel agar perlengkapan tetap tertata.
Ada pula kursi santai gaming yang menawarkan beberapa posisi duduk, mulai dari lebih tegak hingga lebih bersandar. Kursi ini dilengkapi ruang penyimpanan untuk controller sehingga perangkat dapat tetap berada dekat dengan pengguna tanpa membuat area sekitar terlihat berantakan.
Sementara itu, meja samping dengan roda dapat digunakan untuk menyimpan barang, mengisi daya controller, serta digeser mengikuti posisi pengguna.
Desain tersebut berangkat dari kebiasaan yang cukup umum ketika bermain game di rumah: berbagai perangkat dan aksesori sering diletakkan begitu saja setelah digunakan. Dengan menghadirkan ruang penyimpanan langsung pada furnitur, pengguna dapat lebih mudah menjaga area bermain tetap rapi.
Hadir dalam Detail Desain
Kolaborasi dengan Xbox juga terasa pada beberapa produk yang mengambil inspirasi langsung dari elemen controller.
Ada Bangku Gaming Thumbstick yang mengambil bentuk thumbstick pada controller dan mengubahnya menjadi bangku yang fungsional. Kemudian Bantalan Gaming D-pad terinspirasi dari tombol arah atau D-pad dan dapat digunakan sebagai bantalan untuk lengan maupun punggung.
Keduanya menghadirkan karakter gaming tanpa harus menjadikan ruangan terlihat seperti ruang gaming khusus.
Produk lainnya adalah Kotak Pajangan Controller Gaming. Aksesori ini memungkinkan controller yang biasanya disimpan setelah bermain justru menjadi bagian dari dekorasi ruangan. Kotak tersebut dilengkapi cermin di bagian dalam serta dudukan transparan yang dapat dilepas.
Dengan begitu, perlengkapan gaming tidak harus selalu disembunyikan. Controller favorit pun bisa ditampilkan sebagai bagian dari interior rumah.
Gaming Tetap Nyaman, Rumah Tetap Multifungsi
Konsep multifungsi menjadi salah satu benang merah dalam koleksi ini. Ketika permainan selesai, furnitur dapat kembali digunakan untuk aktivitas lain tanpa harus mengubah keseluruhan tata ruang.
Desain dengan roda juga memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menggeser beberapa furnitur sesuai kebutuhan. Ruang yang digunakan untuk bermain game pada malam hari, misalnya, tetap dapat berfungsi sebagai ruang keluarga atau area menonton pada waktu lainnya.
Pendekatan ini membuat aktivitas gaming terasa lebih mudah menyatu dengan kehidupan rumah tangga, terutama bagi mereka yang tidak memiliki ruangan khusus untuk bermain.
Dari sisi desain interior, Muhammad Yusuf Attorik menilai keseimbangan menjadi hal penting. Tidak semua elemen dalam ruang harus menunjukkan karakter gaming secara kuat. Beberapa furnitur bisa menjadi statement, sementara lainnya tetap tampil sederhana dan menyatu dengan interior rumah.
Dengan pendekatan yang menggabungkan fungsi, fleksibilitas, dan sentuhan desain gaming, YXSTABY menawarkan cara berbeda untuk menikmati aktivitas bermain game tanpa harus mengorbankan fungsi ruang di rumah.
Sebab, rumah bukan hanya tempat untuk bermain game. Setelah layar dimatikan dan permainan berakhir, ruang yang sama tetap menjadi tempat untuk bersantai, berkumpul, menonton, atau melakukan berbagai aktivitas bersama keluarga.