Di Tengah Ketidakpastian Finansial, Keluarga Perlu Solusi Perlindungan untuk Masa Depan yang Lebih Tenang
Moms, seperti yang kita ketahui bersama, kenaikan biaya hidup, pengeluaran kesehatan yang terus meningkat, hingga ketidakpastian pendapatan membuat banyak keluarga mulai memikirkan kembali pentingnya perlindungan finansial jangka panjang.
Di tengah situasi tersebut, rasa aman kini tidak lagi dimaknai sebatas memiliki tabungan atau penghasilan tetap, tetapi juga kesiapan menghadapi risiko yang bisa datang kapan saja. Tidak sedikit masyarakat yang mulai mencari solusi perlindungan yang tidak hanya memberikan proteksi, tetapi juga membantu perencanaan masa depan keluarga.
Situasi tersebut juga dirasakan oleh penyanyi sekaligus public figure Agatha Suci. Sebagai ibu rumah tangga sekaligus pekerja seni yang mengandalkan active income, Agatha mengaku memahami bagaimana kondisi finansial dapat berubah sewaktu-waktu.
“Dalam pekerjaan seni, active income itu sangat penting. Kalau kita tidak tampil, maka kita tidak mendapatkan penghasilan,” kata Agatha dalam sesi talk show peluncuran produk asuransi di Jakarta (25/5).
Kesadaran itu membuat Agatha mulai memiliki asuransi sejak usia muda, tepatnya saat dirinya mulai bekerja sambil kuliah. “Sejak usia 19 tahun saya sudah punya asuransi pertama, yaitu asuransi jiwa dan kesehatan. Kebetulan pada usia itu saya sudah berpenghasilan karena kuliah sambil bekerja,” ujarnya.
Menurut Agatha, memiliki penghasilan juga berarti memiliki tanggung jawab terhadap orang-orang di sekitar yang bergantung kepadanya. “Ketika saya memiliki penghasilan, maka saya juga harus punya proteksi. Karena dengan memiliki penghasilan, artinya saya juga menjadi seseorang yang diandalkan oleh orang lain,” lanjutnya.
Kini, sebagai ibu dengan dua anak berkebutuhan khusus, Agatha mengaku semakin memikirkan pentingnya perlindungan dan kestabilan finansial untuk masa depan keluarga. “Bagaimana caranya di masa sekarang saya bisa memiliki proteksi yang tepat untuk saya dan keluarga, terutama untuk anak-anak saya di masa depan,” katanya.
Menurut Agatha, proteksi bukan semata-mata soal keuntungan finansial, tetapi juga ketenangan dalam menghadapi berbagai kemungkinan dalam hidup. “Ketika sakit datang, kita sudah tidak bisa mengubah kenyataan tersebut. Yang bisa membantu adalah kesiapan kita menghadapi biaya yang muncul,” ujarnya.
Ia juga menilai masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi kurang tepat mengenai asuransi, padahal perlindungan dapat membantu keluarga lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.
“Bagi saya sesederhana itu. Investasi terbesar yang bisa saya lakukan saat ini adalah investasi dalam bentuk perlindungan hidup untuk diri saya dan keluarga,” imbuh Agatha.
Ya, masyarakat semakin mencari rasa aman di tengah perubahan ekonomi yang terus berlangsung serta berbagai dinamika dalam kehidupan sehari-hari. Rasa aman tersebut dibutuhkan tidak hanya sebagai perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih percaya diri.
Kondisi itu tercermin dalam hasil consumer outlook survey di Indonesia yang dilakukan oleh FWD Group dan Ipsos. Survei tersebut menunjukkan bahwa 66% responden mengaku masih merasa stres, khawatir, atau sekadar “bertahan” secara finansial. Sementara itu, hanya 34% responden yang merasa cukup percaya diri atau aman secara finansial.
Melihat kebutuhan tersebut, PT FWD Insurance Indonesia, perusahaan asuransi jiwa yang berfokus pada nasabah dengan dukungan teknologi, meluncurkan Asuransi Jiwa FWD Income Prosperity, yang hadir sebagai solusi perlindungan yang menggabungkan manfaat tunai tahunan dengan perlindungan jiwa.
Jeffrey Woo, Direktur Utama FWD Insurance mengatakan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan kini terus berkembang, tidak hanya sebatas perlindungan terhadap risiko, tetapi juga kepastian dalam perencanaan finansial. “Produk ini memberikan solusi perlindungan yang membantu nasabah menjaga stabilitas keuangan dan merencanakan masa depan dengan lebih tenang melalui manfaat tunai tahunan yang terencana. Kami memahami bahwa di tengah berbagai perubahan yang terjadi saat ini, banyak masyarakat ingin memiliki masa depan yang lebih tenang dan terarah,” ujar Jeffrey. Menurutnya, masyarakat kini membutuhkan solusi perlindungan yang dapat membantu mereka menjalani hidup dengan lebih percaya diri.
“Karena itu, kebutuhan akan perlindungan kini tidak hanya soal berjaga-jaga terhadap risiko yang mungkin terjadi, tetapi juga menghadirkan manfaat tunai yang terstruktur serta kepastian dalam perencanaan keuangan, sehingga nasabah merasa yakin dalam merencanakan masa depan dan bisa fokus menjalani hidup,” katanya.
Hal senada juga disampaikan Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance, Rudy F. Manik. Menurut Rudy, tekanan finansial saat ini paling banyak dirasakan oleh masyarakat kelas menengah yang masih sangat bergantung pada active income. “Kami juga melihat bahwa masyarakat kelas menengah masih sangat bergantung pada active income. Jadi mereka bekerja untuk mendapatkan penghasilan,” ujar Rudy.
Ia mengatakan kondisi tersebut membuat banyak keluarga rentan mengalami gangguan finansial ketika menghadapi risiko yang tidak terduga. “Risikonya adalah ketika terjadi sesuatu dalam kehidupan mereka, kondisi tersebut dapat langsung mengganggu keuangan saat ini maupun di masa depan,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa produk asuransi jiwa terbaru ini menawarkan manfaat tunai tahunan sebesar 14% atau 17% dari premi tahunan sesuai plan yang dipilih, manfaat akhir masa asuransi sebesar 108% dari total premi yang dibayarkan selama periode kampanye hingga 31 Desember 2026, serta guaranteed issue offer tanpa pemeriksaan kesehatan untuk uang pertanggungan hingga Rp2 miliar.
“Selain itu, tersedia pula perlindungan meninggal dunia hingga 130% dari premi yang dibayarkan, tambahan manfaat meninggal dunia akibat kecelakaan, serta manfaat pembebasan premi apabila tertanggung mengalami cacat tetap total akibat kecelakaan maupun penyakit,” imbuhnya.
Agatha Suci menanggapi positif kehadiran asuransi ini. “Merencanakan perlindungan bagi keluarga terasa lebih mudah dengan adanya produk asuransi jiwa yang memiliki manfaat yang terstruktur. Ini membantu saya untuk lebih fokus pada keluarga,” katanya.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Melalui Income Prosperity, kami ingin terus mengubah cara pandang masyarakat tentang asuransi sebagai bagian dari perencanaan keuangan sehari-hari. Kami percaya bahwa dengan solusi yang tepat, masyarakat dapat menjalani hidup dengan lebih tenang dan percaya diri,” tutup Jeffrey.