Dibalik Grey Days 2026, Ada Kisah Masa Lalu Daniel Mananta yang Punya Julukan Unik karena Warna Abu-abu
Bagi seorang Daniel Mananta, penampilan di depan publik adalah sebuah bentuk penghormatan tinggi kepada orang-orang yang ditemuinya. Namun, siapa sangka jika presenter kondang ini memiliki rahasia personal yang sangat lekat dengan warna abu-abu jauh sebelum dirinya bekerja sama dengan lini sepatu global, New Balance.
Dalam acara peluncuran Grey Days 2026 Senin, 18 Mei di Grey House, Jakarta, Daniel membagikan sebuah cerita masa lalu yang belum pernah terungkap ke media. Sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), tepatnya saat menginjak usia 15 tahun, Daniel ternyata sudah akrab dengan panggilan yang unik dari teman-teman sekolahnya.
"Waktu gue SMA, julukan nama gue adalah Grey Hair. Karena waktu SMA rambut gue sudah ada ubannya. Jadi ketika gue datang ke sini, melihat Grey House dan Grey Days, gue ngerasa gila, ini me banget!" kenang Daniel sembari tertawa. Sejak masa remaja itu, warna abu-abu seolah bertransformasi menjadi bagian dari identitas personal dan belahan jiwa dalam perjalanan hidupnya.
Seni di Balik Penampilan yang Tampak Tanpa Usaha
Banyak orang melihat gaya berpakaian Daniel selalu tampak santai, natural, dan effortless. Namun, sang presenter justru membedah bahwa untuk menghasilkan tampilan yang terkesan "tanpa usaha" tersebut, dibutuhkan ketelitian dan perhatian yang sangat besar pada setiap detail.
"Gue adalah orang yang bener-bener sangat suka banget terlihat effortless, tapi untuk terlihat seperti itu, banyak banget effort yang gue masukin. Karena effortless itu, it's all about the detail," jelas Daniel.
Ia memaparkan bagaimana proses persiapan penampilannya dipikirkan secara matang sebagai representasi diri. Mulai dari mencocokkan jenis sepatu dengan potongan celana, memilih jam tangan yang tepat, hingga urusan menata rambut yang sengaja dibuat acak-acakan namun membutuhkan waktu khusus sekitar 10 menit menggunakan perpaduan wax dan hairspray. Bahkan, seluruh pilihan busana perang tersebut harus melewati kurasi ketat dan persetujuan dari sang istri tercinta yang bertindak sebagai fashion stylist pribadinya.
Bagi Daniel, memilih spektrum warna abu-abu di atas panggung seperti setelan bernuansa greyish atau metalik, memberikan sebuah pancaran energi yang ia sebut sebagai quiet confidence. Karakter warna ini tidak se-mainstream warna hitam atau putih, melainkan berada tepat di tengah-tengah layaknya seorang ambivert yang tenang namun tetap memiliki prinsip yang kuat.
Ruang Nyaman di Grey House 2026
Semangat individualitas dan perayaan warna ikonik ini pula yang mendasari New Balance menghadirkan konsep Grey House di ARTOTEL Casa Hangtuah, Jakarta, mulai 18 hingga 31 Mei 2026. Berbeda dari tahun sebelumnya yang berpusat di area toko ritel, perayaan tahun ini dikemas dalam bentuk sebuah rumah temporer yang hangat dan inklusif.
Melalui takeover penuh nuansa abu-abu mulai dari dekorasi kamar hotel, pengalaman Grey Breakfast, hingga kegiatan Grey 5K Community Run yang akan digelar pada Sabtu, 23 Mei 2026, masyarakat urban diajak untuk mendefinisikan arti warna abu-abu berdasarkan pergerakan, ekspresi, dan rutinitas harian mereka sendiri. Sesuai dengan apa yang ditunjukkan oleh Daniel Mananta, warna abu-abu membuktikan bahwa sesuatu yang sederhana dan konsisten justru mampu melahirkan karakter yang paling kuat.
"Kalau kita melihat historinya, kami adalah pionir yang mempopulerkan warna abu-abu di dunia sneakers, terinspirasi langsung dari warna jalanan dan aspal. Di tengah kejenuhan warna hitam, putih, atau neon, grey menjadi solusi netral yang timeless namun tetap berkarakter. Melalui momen ini, kami mengemas selebrasi tersebut dalam bentuk rumah agar konsumen bisa saling berbagi pengalaman, sembari kami bercerita lebih banyak mengenai inovasi produk yang terus berkembang di lebih dari 80 toko kami di Indonesia," tutur Martina Harianda Mutis, Senior General Manager Brand Marketing MAP Active.
“Melalui Grey Days 2026, kami ingin membawa kembali makna grey sebagai bagian dari identitas kami yang dekat dengan keseharian, baik melalui produk performance yang durable dan mendukung movement, maupun produk lifestyle yang membantu setiap orang membuat statement dengan caranya sendiri. Bagi sebagian orang, grey berarti kenyamanan untuk terus bergerak. Bagi yang lain, grey adalah cara untuk tampil effortless dan tetap memiliki karakter. Karena pada akhirnya, grey bukan hanya sekadar warna. Grey adalah sesuatu yang bergerak bersama keseharian,” ucap Martina.
Reggie Ramadana selaku Brand Marketing Manager menambahkan, "Sebagai brand, kami selalu mendengarkan consumer point of view dan apa yang menjadi kebutuhan mereka. Grey Days sendiri merupakan yearly event wajib kami di bulan Mei, namun di luar itu, kami memiliki banyak agenda tahunan lain yang sejalan dengan prinsipal global, seperti kampanye Run Your Way di sekitar Agustus atau September untuk merayakan dunia performance running.”
“Benang merahnya adalah, komitmen untuk selalu membuat produk yang bekerja dengan baik. Baik untuk kategori performance maupun lifestyle, setiap pasang sepatu kami selalu membawa nilai usability, partnership, dan hospitality. Kami tahu teknologi performance yang kami miliki sangat mumpuni dan kompetitif di pasaran. Jadi, meskipun brand lain mungkin terdengar lebih bising di luar sana, kami tidak ambil pusing karena kami sangat percaya diri dengan kualitas dan keandalan teknologi kami sendiri,” kata Reggie.
“Secara personal, salah satu siluet yang sangat saya sukai di tahun ini adalah seri 1906R dan Rebel v4. Desainnya sangat versatile untuk segala aktivitas, bahkan tetap terlihat fresh dan cocok saat dipakai ke kantor," pungkasnya.