ads

Dua Ibu dengan Anak Down Syndrome Hadirkan Sekolah Inklusif di Kemang

Efa Trapulina - Kamis, 05 November 2026
(ki-ka) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Reshma Wijaya mendirikan Wira's Playroom, sebuah ruang belajar yang hangat bagi anak berkebutuhan khusus di Kemang, Jakarta Selatan (Foto: Ist)
(ki-ka) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo dan Reshma Wijaya mendirikan Wira's Playroom, sebuah ruang belajar yang hangat bagi anak berkebutuhan khusus di Kemang, Jakarta Selatan (Foto: Ist)
A A A

Setiap anak punya cara belajar dan berkembang yang berbeda. Ada yang cepat memahami instruksi, ada yang membutuhkan waktu lebih lama. Ada pula yang justru lebih mudah belajar melalui permainan dan eksplorasi.

Sayangnya, tidak semua lingkungan sekolah mampu mengakomodasi perbedaan tersebut. Padahal, anak seharusnya tidak selalu dituntut menyesuaikan diri dengan sistem belajar yang sama.

Ya, idealnya sekolah tidak menuntut setiap anak untuk mengikuti cara belajar yang sama, melainkan menyesuaikan pendekatan dengan kebutuhan masing-masing anak.

Pendekatan ini sejalan dengan Global Education Monitoring Report 2020 dari UNESCO. Laporan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan inklusif yang dirancang dengan baik dapat mendukung pencapaian akademik, perkembangan sosial dan emosional, rasa percaya diri serta penerimaan anak di lingkungan sekolah. Prinsip utamanya adalah menciptakan sistem pendidikan yang mampu mengakomodasi keberagaman kebutuhan setiap peserta didik.

Pemikiran ini pula yang melatarbelakangi pembukaan Wira's Playroom, ruang pendidikan inklusif di Kemang, Jakarta Selatan, pada 3 November 2026.

Ruang belajar yang hangat bagi anak berkebutuhan khusus ini didirikan oleh Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (Sara) bersama Reshma Wijaya, pendiri Saraswati Learning Center yang berpengalaman dalam pendidikan anak berkebutuhan khusus.

Bagi Sara, inisiatif ini berangkat dari pengalaman pribadinya sebagai ibu dari Wira, putranya yang memiliki Down Syndrome. Dari perjalanan mendampingi sang anak, ia menyadari bahwa menemukan sekolah yang bersedia menerima anak berkebutuhan khusus saja tidak cukup. Anak juga membutuhkan lingkungan yang memahami kebutuhan dan mendukung potensinya.

"Ketika semua anak dituntut mengikuti sistem pembelajaran yang sama, mereka yang memiliki kebutuhan berbeda berisiko tidak mendapatkan dukungan yang tepat untuk berkembang. Wira's Playroom lahir dari sebuah harapan sederhana: agar anak-anak kita tidak harus berjuang menyesuaikan diri dengan lingkungan yang belum memahami mereka. Justru lingkungan belajar yang seharusnya mampu disesuaikan dengan kebutuhan anak," ujar Sara.

Lebih lanjut, Sara membagikan pengalaman pribadinya sebagai seorang ibu dari anak berkebutuhan khusus.

“Dari pengalaman saya sebagai seorang ibu, saya belajar bahwa tantangan terbesar bukan semata-mata menemukan sekolah yang bersedia menerima anak kita, tetapi menemukan tempat yang benar-benar memahami dan mampu mendukung mereka untuk berkembang. Saya ingin Wira memiliki kesempatan untuk belajar dengan bahagia, merasa diterima, dan membangun kepercayaan diri. Saya percaya setiap anak berhak mendapatkan kesempatan yang sama,” lanjut Sara yang telah menorehkan jejaknya sebagai entrepreneur dan sociopreneur selama lebih dari satu dekade.  

Pengalaman serupa juga dimiliki Reshma Wijaya, Co-Founder Wira's Playroom sekaligus pendiri Saraswati Learning Center. Sebagai ibu dari Cheryl, yang juga memiliki Down Syndrome, ia percaya bahwa diagnosis tidak menentukan batas kemampuan seorang anak.

Dalam merancang sistem pembelajaran, Reshma mengembangkan pendekatan play with purpose. Melalui metode ini, setiap pengalaman bermain dirancang dengan tujuan yang bermakna, memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi, berkomunikasi, membangun hubungan, mengembangkan kemandirian, serta menemukan kekuatan dalam dirinya.

"Perjalanan saya dimulai bersama Cheryl, yang mengajarkan saya bahwa sebuah diagnosis tidak menentukan batas kemampuan dan masa depan seorang anak. Keyakinan inilah yang terus membentuk cara saya memandang pendidikan. Bagi saya, bermain bukanlah sesuatu yang terpisah dari belajar, melainkan salah satu cara paling alami bagi anak untuk memahami dunia dan mengembangkan kemampuannya,” ujar Reshma.

Menurutnya, ketika kita memahami bagaimana seorang anak belajar, menciptakan lingkungan yang sesuai dengan kebutuhannya, dan memberinya kesempatan untuk bereksplorasi, maka kita membuka pintu bagi berbagai potensi yang mungkin sebelumnya belum terlihat. “Inilah filosofi yang menjadi dasar Wira's Playroom," terang Reshma.

Berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan, Wira's Playroom menyediakan layanan pendidikan usia dini dan sekolah dasar, serta dukungan terapi dan perkembangan anak secara terintegrasi. Lembaga ini berada di bawah naungan Yayasan Saraswati Wira Bhakti.

Ruang pendidikan inklusif ini hadir sebagai pilihan bagi keluarga yang mencari lingkungan pendidikan dengan dukungan individual dan pendekatan yang memahami perkembangan anak secara menyeluruh.

Ke depannya, Sara dan Reshma berharap pendekatan pendidikan yang dikembangkan dapat terus disempurnakan dan berpotensi diterapkan di wilayah lain di Indonesia.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Dua Ibu dengan Anak Down Syndrome Hadirkan Sekolah Inklusif di Kemang
img
Dari Bersih Pantai hingga Edukasi Daur Ulang, Ajak Anak Muda Peduli Lingkungan dan Sebar Kebaikan
img
Tiga Tahun Berturut-turut, Pusat Fertilitas di Indonesia Pertahankan Sertifikasi Internasional RTAC
img
Batik Jadi Ruang Kreativitas, Tiga Desain Terbaik Angkat Cerita Nusantara