Gorengan Minim Minyak dan Sup Rendah Garam? Intip Inovasi Dapur Sehat Masa Kini, Yuk!
Wah, pas banget nih, momen Hari Gizi Nasional kemarin, jadi pengingat buat kita semua. Sebagai menteri keuangan sekaligus menteri kesehatan di rumah, pasti Moms sering galau kan? Mau masak yang sehat tapi takut nggak enak, mau yang praktis tapi takut gizinya tidak ada. Belum lagi urusan asupan garam, gula, dan kolesterol/lemak yang harus dijaga demi kesehatan jangka panjang keluarga.
Tenang Moms, ada kabar baik, nih! Lewat inisiatif berbasis AminoScience, kini ada banyak cara seru buat upgrade skill masak kita supaya lebih bergizi tapi tetap bikin nagih.
1. Rahasia "Bijak Garam" yang Jenius
Siapa bilang masakan rendah garam itu hambar? Moms, bisa pakai trik Bijak Garam. Contohnya nih, kalau biasanya masak sup ayam pakai 2 sdt garam, coba deh ganti jadi 1 sdt garam + ½ sdt MSG. Hasilnya? Rasa tetap umami (gurih mantap), tapi asupan natrium keluarga jadi lebih terjaga.
2. Inovasi Produk
Inovasi bumbu kaldu ayam dengan kandungan garam 25% lebih rendah dan inovasi tepung bumbu yang bisa menyerap minyak lebih sedikit. Ditujukan bagi konsumen Indonesia yang menyukai gorengan tanpa khawatir mengonsumsi minyak berlebih.
3. Program GEMBIRA buat Para Moms
Program Gerakan Masak Bergizi Bersama ini sudah mengedukasi lebih dari 10.000 ibu-ibu PKK dan Dharma Wanita, lho. Isinya daging semua: mulai dari edukasi gizi seimbang sampai demo masak menu harian yang simpel tapi nutrisinya juara.
4. Dukungan untuk Program Makan Bergizi Gratis
Nggak cuma di rumah, dukungan juga sampai ke sekolah-sekolah lewat kerja sama dengan Indonesia Food Security Review (IFSR). Tujuannya supaya anak-anak kita dapat asupan yang berkualitas, higienis, dan pastinya enak.
Anak-anak di sekolah kini mendapatkan akses makanan yang terjamin higienitasnya dengan standar kebersihan dapur sekolah yang lebih ketat.
Kualitas nutrisi pun terukur dimana setiap porsi dihitung agar memenuhi kebutuhan makro dan mikro nutrien harian anak. Dan juga tetap menggunakan prinsip umami agar sayuran dan protein yang biasanya "dimusuhi" anak, jadi terasa lebih enak.
Bukan cuma dikasih makan, anak-anak juga diajarkan "kenapa" mereka harus makan sehat. Lewat berbagai kunjungan dan workshop, para siswa diajak memahami konsep piring makanku yang seimbang. Jadi, pas jajan di kantin pun, mereka sudah punya filter sendiri buat pilih yang lebih sehat.
Sekolah sebagai Pusat Perubahan (School Lunch Program)
Program ini nggak cuma sekali jalan, tapi berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan sekolah punya sistem penyediaan makan siang yang standar gizinya "On Point". Jadi, saat Moms sibuk dan nggak sempat bawain bekal, Moms tetap tenang karena asupan di sekolah sudah terjamin mutunya.
Kenapa Ini Penting buat Moms?
Kita tahu kalau tantangan terbesar anak sekolah adalah jajanan sembarangan dan rasa bosan pada bekal sehat. Dengan adanya inovasi produk yang lebih sehat, kita bisa duplikasi cara sehat ini di rumah.
"Hari Gizi Nasional jadi momentum buat kami untuk terus menemani keluarga Indonesia hidup lebih sehat lewat inovasi yang relevan dengan keseharian Moms semua," ujar Grant Senjaya, Head of Corporate Communications PT Ajinomoto Indonesia.