ads

Tak Sekadar Angka, Inovasi Digital dan Visi Net Zero Jadi Motor Pertumbuhan Baru

Novita Sari - Jumat, 13 Maret 2026
Diproyeksikan ekonomi Indonesia tahun 2026 akan tumbuh stabil di kisaran 5,1–5,2%. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap menjadi motor penggerak utama. Foto: Ist
Diproyeksikan ekonomi Indonesia tahun 2026 akan tumbuh stabil di kisaran 5,1–5,2%. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap menjadi motor penggerak utama. Foto: Ist
A A A

Capaian finansial yang solid merupakan fondasi, namun inovasi dan tanggung jawab sosial adalah pilar yang menjaga sebuah bisnis tetap relevan.

Memasuki tahun 2026, strategi bisnis telah bergeser ke arah keseimbangan antara efisiensi operasional berbasis digital dan dampak lingkungan yang positif. Bagaimana transformasi digital yang humanis serta visi emisi nol bersih, menjadi tolok ukur baru dalam menilai kesuksesan sebuah bank dalam menjaga kepercayaan nasabah dan seluruh pemangku kepentingan di era baru.

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh tantangan, Permata Bank kembali menunjukkan tajinya sebagai salah satu institusi perbankan paling resilien di Indonesia. Dalam gelaran Public Expose 2026 yang dilaksanakan Kamis, 12 Maret 2026 di Jakarta, mereka memaparkan capaian impresif sepanjang tahun buku 2025 yang menjadi fondasi kuat untuk melangkah di tahun 2026.

Berhasil membukukan Laba Bersih sebesar Rp3,6 triliun, didukung oleh pertumbuhan total pendapatan sebesar 3,8% (YoY) menjadi Rp12,6 triliun, salah satu mesin pertumbuhan utama adalah Pendapatan Non-Bunga yang melonjak signifikan sebesar 34,1% menjadi Rp2,6 triliun.

Direktur Utama Permata Bank, Meliza M. Rusli, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari kedisiplinan dalam menempatkan nasabah sebagai pusat keputusan.

"Kami terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap disiplin dan prudent. Dengan dukungan penuh dari Bangkok Bank, kami yakin dapat terus menjadi bank pilihan utama untuk kebutuhan finansial keluarga maupun bisnis," ujar Rudy Basyir Ahmad, sang Direktur Keuangan.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede, memproyeksikan ekonomi Indonesia tahun 2026 akan tumbuh stabil di kisaran 5,1–5,2%. Konsumsi rumah tangga dan investasi tetap menjadi motor penggerak utama.

Merespons tantangan di sektor UMKM yang masih dalam fase pemulihan post-pandemic, mereka menyiapkan pendekatan komprehensif. Josua menyoroti pentingnya ekosistem rantai pasok (supply chain) untuk membantu UMKM mendapatkan akses pembiayaan yang lebih berkualitas. Integrasi data transaksi digital akan menjadi kunci dalam menilai kelayakan kredit (credit scoring) bagi pelaku usaha mikro yang belum memiliki akses perbankan formal.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Menjaga Kepercayaan di Era Ledakan Investor Muda: Sebuah Catatan untuk Indonesia Emas 2045
img
Tak Sekadar Angka, Inovasi Digital dan Visi Net Zero Jadi Motor Pertumbuhan Baru
img
Gerakan Sejuta Takjil: Ratusan Ribu UMKM Bersatu Maniskan Ramadan di Seluruh Masjid Indonesia
img
Merayakan Ramadan dengan Berbagi Kelezatan untuk Hangatkan Momen Kebersamaan di Masjid Istiqlal