ads

Hati-hati, Moms! Kutu Rambut Anak Meningkat Usai Libur Lebaran

Novita Sari - Kamis, 02 April 2026
Dalam periode 1 hingga 3 minggu setelah Lebaran, ada peningkatan kebutuhan produk perawatan kutu rambut hingga 50% dibandingkan hari biasa. Foto: Ist
Dalam periode 1 hingga 3 minggu setelah Lebaran, ada peningkatan kebutuhan produk perawatan kutu rambut hingga 50% dibandingkan hari biasa. Foto: Ist
A A A

Setelah menikmati momen Lebaran bersama keluarga besar, banyak anak kembali ke rutinitas dengan membawa cerita seru dari kampung halaman. Namun, di balik pengalaman tersebut, tidak sedikit orangtua yang justru menemukan masalah baru, yaitu munculnya kutu rambut pada anak beberapa hari setelah liburan berakhir.

Fenomena ini umumnya baru disadari ketika anak mulai sering menggaruk kepala atau merasa tidak nyaman, terutama saat malam hari. 

Tanpa disadari, aktivitas selama liburan seperti tidur bersama, bermain dalam kelompok, hingga berbagi barang pribadi, dapat menjadi faktor pemicu perpindahan kutu rambut dari satu anak ke anak lainnya.

Berdasarkan informasi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), penularan kutu rambut lebih sering terjadi melalui kontak langsung antar rambut, dibandingkan melalui lingkungan. Hal ini membuat anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan, terutama ketika mereka berada dalam situasi sosial dengan interaksi yang intens.

Raetedy Refanatha, Co-Founder Byelice Indonesia, menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan pola yang berulang setiap tahunnya. “Dalam periode 1 hingga 3 minggu setelah Lebaran, kami melihat adanya peningkatan kebutuhan produk perawatan kutu rambut hingga 50% dibandingkan hari biasa. Tren ini terus terjadi selama 5 tahun terakhir dan biasanya orangtua baru menyadari setelah anak kembali ke aktivitas sekolah atau bermain dengan teman-temannya,” jelasnya.

Ketika anak kembali ke sekolah, risiko penyebaran dapat semakin meluas. Interaksi sehari-hari, seperti duduk berdekatan, bermain bersama, hingga aktivitas kelompok, memungkinkan kutu berpindah dengan mudah. Meski tidak berbahaya secara medis, kutu rambut dapat menyebabkan rasa gatal berlebih yang berujung pada iritasi kulit kepala dan mengganggu kenyamanan anak.

Oleh karena itu, penanganan sejak dini menjadi langkah penting. Orangtua tidak hanya perlu memerhatikan kondisi rambut anak, tetapi juga menjaga kebersihan barang-barang pribadi seperti sisir, aksesoris rambut, hingga perlengkapan tidur. Mencuci sprei, sarung bantal, dan pakaian secara rutin, juga menjadi bagian dari upaya pencegahan yang efektif.

Sebagai bagian dari solusi, penggunaan produk perawatan yang tepat, dapat membantu mempercepat proses penanganan tanpa menimbulkan efek samping yang tidak nyaman. Untuk itulah, hadir Byelice Hair Serum yang diformulasikan untuk membantu mengatasi kutu rambut hingga telurnya dalam waktu 15 menit saja. Kandungan bahan alami seperti tea tree oil, argan oil, dan chamomile dipilih untuk memberikan sensasi yang lembut di kulit kepala, tanpa rasa panas yang sering menjadi keluhan pada produk berbahan kimia keras.

Setelah proses perawatan awal, menjaga kebersihan rambut menjadi langkah lanjutan yang tidak kalah penting. Hair Shampoo dapat digunakan secara rutin untuk membantu membersihkan rambut sekaligus mengurangi risiko munculnya kembali kutu rambut. Penggunaan yang konsisten, juga membantu menjaga kesehatan kulit kepala anak dalam jangka panjang. 

Mita Widya Kusuma Wardani, Co-Founder Byelice Indonesia, menambahkan bahwa pendekatan perawatan yang nyaman, juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penanganan. “Anak cenderung lebih kooperatif jika produk yang digunakan tidak menimbulkan rasa panas atau bau yang menyengat. Karena itu, penting bagi orangtua untuk memilih solusi yang tidak hanya efektif, tetapi juga nyaman digunakan,” tutupnya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Hati-hati, Moms! Kutu Rambut Anak Meningkat Usai Libur Lebaran
img
Tren Camilan Identik dengan Tekstur Kenyal, Rasa Unik, hingga Tampilan Menggugah: Mengapa Cokelat Dubai Bisa Viral di Indonesia?
img
Tujuh Tren Penting Penentu Masa Depan Teknologi Keamanan
img
Era Baru Hunian Pintar, Ketika Inovasi Robot Pendamping dan Sensor Cerdas Mengubah Wajah Industri Rumah Tangga