ads

Jalan-jalan Lewat Rasa, Menikmati Indonesia dalam Satu Meja

Novita Sari - Kamis, 08 Januari 2026
Rawon Misoa, menu legendaris dari Surabaya bisa tampil mewah tanpa kehilangan jati dirinya. Foto: Ist
Rawon Misoa, menu legendaris dari Surabaya bisa tampil mewah tanpa kehilangan jati dirinya. Foto: Ist
A A A

Pernah terbayang tidak, menginap di Jakarta tapi bisa mencicipi Laksa khas Palembang yang otentik, atau bangun pagi di Bali tapi disuguhi menu rahasia ala Surabaya?

Konsep “jalan-jalan lewat rasa” memang nggak pernah gagal buat bikin penasaran, ya? Apalagi kalau menu-menunya sangat spesifik dan mewakili identitas tiap daerah. Sebut saja:

1. Jakarta: Sentuhan Bakar yang Menggoda

Buntut Bakar Maranggi: Ini adalah interpretasi mewah dari sate Maranggi yang diaplikasikan pada buntut sapi. Buntutnya tidak sekadar direbus, tapi dipanggang perlahan (slow-roasted) hingga teksturnya melt-in-the-mouth. Aroma bakaran yang khas berpadu sempurna dengan kuah kaldu sapi kental yang gurih dan kaya rempah.

Sari Laut Bakar Dabu-Dabu: Menu ini menonjolkan kesegaran hasil laut. Cumi dan udang pilihan dibakar hingga smoky, lalu disiram dengan sambal dabu-dabu khas Manado. Potongan cabai rawit, tomat hijau, dan bawang merah segar memberikan sensasi pedas-asam-manis yang langsung memicu nafsu makan.

2. Bali: Eksotisme Rempah Pesisir

Bebek Goreng Jivva: Bebek ini melalui proses panjang "diungkep" dengan bumbu kuning tradisional Bali agar empuk dan bumbunya meresap sampai ke dalam. Setelah digoreng garing, ia disajikan dengan paket lengkap: urap sayuran segar, sambal goreng, dan tentu saja Sambal Matah yang aromatik.

Sup Miso Moringa: Sebuah inovasi sehat yang memadukan budaya Jepang (Miso) dengan kearifan lokal (Moringa/Kelor). Kaldu ayam dan jahenya memberikan rasa hangat, sementara ikan dan udang segar memberikan tekstur yang memuaskan.

Kakap Sambal Matah untuk penyuka hidangan yang light namun tetap kaya rasa. Foto: Ist
Kakap Sambal Matah untuk penyuka hidangan yang light namun tetap kaya rasa. Foto: Ist

Ikan Kakap Sambal Matah: Menggunakan teknik kukus (steamed) untuk mempertahankan nutrisi dan kelembutan daging ikan kakap. Menu ini adalah pilihan tepat bagi penyuka hidangan yang light namun tetap kaya rasa berkat siraman sambal matah di atasnya.

Paha Kambing Bakar: Daging kambing bagian paha yang dikenal juicy dipanggang dengan saus manis gurih rahasia. Penyajiannya didampingi urap sayur untuk menyeimbangkan rasa kuat dari daging kambing.

3. Palembang: Gurihnya Ikan & Aroma Rempah

Nasi Minyak Iga Bakar: Nasi Minyak adalah hidangan pesta khas Palembang. Dimasak dengan mentega samin dan rempah-rempah seperti cengkeh dan kapulaga, aromanya sangat wangi. Dipadukan dengan Iga Bakar yang empuk dan Sambal Nanas yang asam-pedas-segar, menciptakan harmoni rasa yang luar biasa.

Nasi Minyak Iga Bakar, dimasak dengan mentega samin dan rempah-rempah. Foto: Ist
Nasi Minyak Iga Bakar, dimasak dengan mentega samin dan rempah-rempah. Foto: Ist

Laksan: Ini adalah "level lanjut" dari pempek. Terbuat dari adonan ikan tenggiri dan sagu berkualitas, laksan dipotong-potong lalu disiram kuah santan berwarna kemerahan yang gurih dan sedikit pedas. Rasanya sangat autentik Palembang.

4. Surabaya: Legenda Jawa Timur

Rawon Misoa: Sebuah twist unik pada menu legendaris Rawon. Kuah hitam dari buah kluwak yang pekat dan gurih dipadukan dengan irisan daging sapi empuk. Alih-alih nasi, menu ini menggunakan misoa yang lembut, memberikan pengalaman tekstur baru yang nyaman di lidah.

Tahu Campur: Kuliner wajib Jawa Timur yang isinya sangat meriah: tahu goreng, irisan daging (otot/tetelan), selada, tauge, dan lentho (perkedel singkong). Kuncinya ada pada kuah petisnya yang harum dan gurih, menciptakan aroma yang langsung menggugah selera sejak piring diletakkan di meja.

Indra Budiman, Area General Manager Indonesia Travel+Leisure Co. (tengah). Foto: Novi
Indra Budiman, Area General Manager Indonesia Travel+Leisure Co. (tengah). Foto: Novi

Tak hanya memanjakan lidah, setiap menu juga “bercerita”. Seperti yang disampaikan oleh Indra Budiman, Area General Manager Indonesia dari Travel + Leisure Co. pada Rabu malam, 07 Januari 2026 di Kawasan Casablanca, Jakarta Selatan. “Setiap piring adalah jembatan budaya yang menghubungkan tamu dengan tradisi lokal di tempat mereka menginap,” kata Indra. “Makanan itu bukan cuma soal kenyang, tapi soal koneksi. Setiap hidangan yang kami sajikan, membawa kehangatan seperti di rumah sendiri," tambahnya.

Mereka punya misi simpel tapi keren yaitu, ingin membuat para tamu merasa nyaman sekaligus bangga dengan kekayaan tradisi Indonesia. Nah, sensasi inilah yang sedang dihadirkan lewat program Wyndham Culinary Journey.

Bukti bahwa masakan tradisional Indonesia bisa tampil mewah tanpa kehilangan jati dirinya, ini menjadi panggung bagi para koki hebat dari berbagai penjuru Indonesia, untuk memamerkan keahlian mereka.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Yuk, Jadi Teladan! Panduan Melatih Sopan Santun Si Kecil saat Bepergian
img
Jalan-jalan Lewat Rasa, Menikmati Indonesia dalam Satu Meja
img
Inspirasi Resolusi Finansial 2026: Kisah Sukses Anita Ratnasari Raih Ratusan Juta dalam Empat Bulan
img
Resolusi 2026: Strategi Cerdas Kenali Gaya Belajar Anak Agar Nggak Salah Pilih Les!