Kesetaraan Gender Dongkrak Kinerja Bisnis, Ini Buktinya!
Di tengah tantangan global terkait kesenjangan pencapaian kesetaraan seperti tercatat dalam Global Gender Gap Report 2026 yang menempatkan Indonesia di peringkat 106 dari 145 negara, sektor swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia justru menunjukkan angin segar.
Kesetaraan gender kini tidak lagi dipandang sebagai formalitas sosial atau program Corporate Social Responsibility (CSR) semata, melainkan strategi bisnis yang terukur untuk mendongkrak daya saing dan ketahanan ekonomi nasional.
Hal tersebut mengemuka dalam ajang penganugerahan Women’s Empowerment Principles (WEPs) Awards 2026 Indonesia yang diinisiasi oleh UN Women di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2026. Tahun ini, ajang bergengsi tersebut mencatat sejarah baru dengan partisipasi mencapai 142 aplikasi dari 94 perusahaan, menjadikannya angka partisipasi tertinggi sejak ajang ini pertama kali digelar pada 2020 sekaligus yang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.
Dari Kebijakan Menuju Hasil yang Terukur
UN Women Indonesia Representative & Liaison to ASEAN, Ulziisuren Jamsran, dalam keterangannya menegaskan bahwa potensi besar ekonomi Indonesia hanya dapat diwujudkan secara optimal bila sistem yang ada, membuka ruang bagi kontribusi perempuan.
“Para pemenang tahun ini telah menerjemahkan komitmen menjadi aksi dan hasil nyata. Kebijakan yang mereka terapkan menjadi landasan bagi langkah-langkah konkret, didukung alokasi anggaran, serta memiliki hasil yang terukur. Kami percaya bahwa praktik baik ini akan terus meluas, menjangkau seluruh rantai pasok hingga ke setiap rumah tangga,” ungkap Ulziisuren.
Pentingnya verifikasi data berbasis bukti juga ditekankan oleh perwakilan dewan juri, Eni Widiyanti, Asisten Deputi Pengarusutamaan Gender Bidang Perekonomian, Infrastruktur, dan Pembangunan Kewilayahan serta Pemerintah Daerah Wilayah I, KemenPPPA. Menurutnya, dewan juri independen melakukan uji tuntas yang sangat ketat terhadap setiap proposal yang masuk.
“Kami menilai bukti: kebijakan tertulis, SOP, anggaran, dan data hasil. Yang kami cari adalah program berkelanjutan yang tertanam dalam cara perusahaan bekerja. Tahun ini, yang membedakan pemenang adalah kemampuan menunjukkan hasil nyata angka, mulai dari jumlah vendor milik perempuan yang masuk rantai pasok, jumlah perempuan yang dipromosikan ke posisi pimpinan, hingga dampak dukungan perusahaan bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab perawatan,” jelas Eni saat konferensi pers, Kamis (29/10) di Hotel Bidakara, Jakarta.
Praktik Nyata Para Pemenang
Ajang WEPs Awards 2026 membagi penghargaan ke dalam sejumlah kategori utama, termasuk kategori baru Tech & AI for Gender Equality yang dimenangkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui fitur keamanan bagi penumpang perempuan.
Di kategori lain, perusahaan-perusahaan besar membuktikan bahwa inklusivitas adalah kunci keberlanjutan operasional.
PT PLN (Persero) yang memenangi kategori Gender-Inclusive Workplace dan Runner Up Community Engagement & Partnerships, membuktikan bagaimana ekosistem kerja yang ramah keluarga mampu melahirkan ketenangan dan kreativitas dalam pelayanan publik. Di kesempatan yang sama, Direktur Legal & Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero), Nurlely Aman, menjelaskan bagaimana kebijakan internal perusahaan dirancang untuk merangkul seluruh lini, termasuk para pekerja laki-laki melalui cuti ayah (paternity leave).
“Hari ini, pemimpin-pemimpin perempuan hadir di segala titik, mulai dari perencanaan hingga keputusan diambil dan dieksekusi. Ketika kami memberikan fasilitas dan kebijakan yang melindungi serta menguatkan keluarga, seperti jam kerja fleksibel dan cuti orang tua, pegawai bekerja dengan lebih tenang, bijak, dan pada akhirnya berdampak langsung pada kualitas pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Nurlely.
Sementara itu, L’Oréal Indonesia keluar sebagai pemenang pertama dalam kategori Inclusive Procurement melalui program Inclusive Sourcing. Chief Corporate Affairs, Engagement, and Sustainability L'Oréal Indonesia, Melanie Masriel, menyampaikan kebanggaannya atas pencapaian tersebut yang telah terintegrasi langsung dengan performa perusahaan.
“Ini satu kebanggaan besar buat kami. Di kami, inclusive sourcing atau program sustainability berdampak langsung pada performa perusahaan dan evaluasi kinerja karyawan. Target peningkatan beneficiaries (penerima manfaat) selalu kami pasang setiap tahunnya, karena kami percaya bahwa bisnis yang kuat harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas,” tutur Melanie.
Kolaborasi untuk Masa Depan yang Inklusif
Keberhasilan penyelenggaraan WEPs Awards 2026 juga didukung penuh oleh para mitra strategis, termasuk Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam serta Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, yang terus mendorong perluasan peluang kepemimpinan bagi perempuan di dunia kerja.
Penyelenggaraan tahun ini tidak hanya berhenti sebagai ajang apresiasi, melainkan menjadi momentum strategis bagi sektor bisnis untuk mempercepat target peningkatan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan menuju Indonesia Emas 2045. Seperti yang ditekankan oleh Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati, “Bagi UN Women, kebijakan seperti cuti ayah, layanan penitipan anak, kerja fleksibel, hingga pengadaan yang memberi ruang bagi usaha milik perempuan menandai perubahan besar. Lonjakan jumlah dan kualitas aplikasi tahun ini menunjukkan cara pandang sektor bisnis sudah bergeser dimana perusahaan kini melihat kesetaraan gender sebagai strategi mitigasi risiko operasional dan daya tarik investasi berbasis ESG, bukan sekadar kewajiban sosial.”
Dengan berakhirnya rangkaian WEPs Awards 2026, para pemenang terpilih bersiap untuk membawa nama Indonesia ke panggung WEPs Awards tingkat Asia Pasifik, menginspirasi lebih banyak korporasi untuk membangun ekosistem bisnis yang adil, setara, dan berkelanjutan.