Ketika Musik Menjadi Pelukan: Satukan Langkah Melawan Kanker dengan Simfoni Selalu ADA Harapan
“Berbicara tentang harapan, saya jadi teringat sebuah pengalaman yang sangat membekas di tahun 2018, ketika seseorang menghubungi saya dan bercerita bahwa ada seorang perempuan di Tangerang yang kondisinya sudah sangat lemah. Ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan sedang berjuang melawan kanker yang sudah menyebar hingga ke tulang,” ungkap Hetty Andika Perkasa, Ketua Umum PALAPA yang juga Ketua Bidang Organisasi YKI saat Press Conference Pra-Acara Konser Amal "Simfoni Selalu ADA Harapan" pada Rabu, 21 Oktober 2026 di Kantor Pusat Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Menteng, Jakarta Pusat.
“Di tengah kondisinya yang begitu berat, perempuan itu menyampaikan satu keinginan kepada suaminya. Ia ingin bertemu dengan seorang perempuan bernama Hetty. Akhirnya, pada 2018, saya datang menjenguknya. Saat itu, ia sudah tidak bisa bangun dari tempat tidur. Penglihatannya pun sudah kabur. Ketika saya mendekat, ia meraba wajah saya sambil menangis. Ia bertanya, “Ini benar Bu Hetty?” Saya menjawab, “Iya, benar,” cerita Hetty.
Momen itu sangat menyentuhnya. Bahkan ketika ia hendak pulang, perempuan itu ingin mengantarnya sampai ke depan rumah. Padahal, untuk berdiri saja ia sudah tidak mampu. Akhirnya, ia digendong oleh suaminya. “Sebelum berpisah, saya mengatakan kepadanya, “Kita akan bertemu lagi, ya. Kamu harus sehat,” ucap Hetty.
Dengan penuh keyakinan, perempuan itu menjawab, “Saya pasti sehat, karena saya mau bertemu Bu Hetty lagi.”
Siapa sangka, tujuh tahun kemudian, tepatnya pada 2025, ketika Hetty menghadiri sebuah acara, tiba-tiba ada seorang perempuan berlari-lari menghampiri sambil memanggil nama Hetty.
Ia bertanya, “Bu Hetty masih ingat saya enggak?” Awalnya, Hetty agak pangling. “Saya memang berusaha mengingat wajahnya, tetapi belum berhasil mengenalinya. Kemudian, ia mengingatkan saya tentang kunjungan saya ke rumahnya pada 2018. “Bu, ingat enggak pernah datang ke rumah saya tahun 2018? Saya Yeyep, yang Ibu datangi waktu itu.”
Hetty sangat terkejut. “Saya ingat betul, dulu ia hanya bisa terbaring di tempat tidur dan harus digendong suaminya. Namun, sekarang ia justru bisa berlari menghampiri saya!” tandas Hetty.
Yeyep kemudian berkata, “Ibu, saya kan sudah janji mau sehat, karena saya ingin bertemu Ibu lagi.”
Bagi Hetty, pengalaman Yeyep ini benar-benar menggambarkan makna Selalu Ada Harapan. “Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Ketika seseorang berada dalam kondisi yang sangat sulit, bukan berarti harapannya harus berhenti di situ,” ucap Hetty.
Karena itu, jangan pernah meremehkan kekuatan harapan. Harapan bisa menjadi alasan seseorang untuk terus bertahan, terus berjuang, dan tetap memiliki keinginan untuk hidup.
“Saya percaya, musik juga bisa menjadi salah satu cara untuk menumbuhkan semangat dan menghadirkan harapan. Melalui Konser Amal “Simfoni Selalu ADA Harapan” ini, kita ingin mengajak lebih banyak orang untuk peduli, memberikan dukungan, dan menguatkan mereka yang sedang berjuang melawan kanker. Sebab, selama masih ada harapan, selalu ada alasan untuk terus melangkah,” dukung DR. dr. Sonar Panigoro, Ketua Panitia Simfoni Selalu ADA Harapan dalam kesempatan yang sama.
Ya, di tengah hiruk-pikuk ibu kota, sebuah gerakan kemanusiaan yang menghangatkan hati bersiap untuk digelar. Yayasan Kanker Indonesia (YKI) bersama Perempuan Laju Perkasa (PALAPA) mempersembahkan sebuah pergelaran istimewa bertajuk “Simfoni Selalu ADA Harapan”. Konser amal yang memadukan kekuatan seni dan kepedulian sosial ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 18.00 WIB hingga selesai, Sabtu, 14 November 2026, di The Ballroom, Djakarta Theatre, Jakarta Pusat.
Lebih dari sekadar hiburan akhir pekan, acara ini menjadi panggung solidaritas untuk merangkul para pejuang kanker dan mengingatkan mereka bahwa perjalanan melawan penyakit ini tidak harus dihadapi sendirian.
Makna di Balik Kata "ADA": Awareness, Deteksi Dini, dan Aksi
Nama ADA dalam konser ini bukan sekadar pilihan kata yang manis, melainkan sebuah akronim penuh makna yang merepresentasikan tiga pilar utama penanggulangan kanker: Awareness (Kesadaran), Deteksi Dini, dan Aksi.
Ketua Umum YKI, Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, menegaskan bahwa kanker adalah persoalan bersama yang menuntut kepedulian kolektif.
"Kanker bukan hanya persoalan pasien dan keluarganya. Ini adalah persoalan kita bersama. Kita membutuhkan kepedulian yang diwujudkan dalam tindakan nyata, mulai dari pencegahan dan deteksi dini hingga dukungan bagi mereka yang menjalani perjuangan melawan kanker," ujar Prof. Aru secara online.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Tiga YKI, DR. dr. Sonar Panigoro, membagikan pengalamannya sebagai dokter bedah onkologi sejak tahun 1996. Ia kerap mendapati pasien datang dalam stadium lanjut, yang membuat penanganan menjadi jauh lebih berat. Tantangan terbesar dalam dunia kesehatan, menurutnya, adalah menjembatani informasi yang valid agar masyarakat tidak hanya tahu, melainkan tergerak untuk melakukan aksi nyata.
Kolaborasi Lintas Seni dan Tokoh Masyarakat
Konser amal ini dipastikan akan meriah berkat kehadiran deretan musisi papan atas, seniman, hingga tokoh masyarakat yang menyumbangkan suara dan talentanya secara sukarela. Nama-nama besar seperti ADA Band, Krisdayanti, Vina Panduwinata, Shelomita, Ronni Waluya, Sarah Hadju, serta Yongky Vincent & Friends siap memanjakan telinga penonton dengan alunan lagu penuh makna.
Dalam kesempatan ini, Indra Sinaga (Naga) dari ADA Band mengungkapkan antusiasme mereka untuk terlibat. Bagi mereka, musik adalah bahasa universal yang mampu menyampaikan pesan mendalam.
"Melalui Simfoni Selalu ADA Harapan, kami ingin ikut menyampaikan bahwa di tengah tantangan yang dihadapi, kepedulian dan dukungan dari orang-orang di sekitar dapat memberikan kekuatan," ungkap Naga. Ia juga mengenang bagaimana kisah orang terdekat mereka dengan penyintas kanker hingga semakin memantapkan tekad ADA Band untuk menyuarakan harapan melalui karya.
Tak kalah menarik, Hetty Andika Perkasa, juga dijadwalkan tampil membacakan puisi yang sarat akan refleksi dan harapan.
"Kepedulian tidak cukup hanya dirasakan; kepedulian perlu diwujudkan. Ketika banyak pihak bersedia menyumbangkan waktu, tenaga, kemampuan, dan jejaringnya untuk tujuan kemanusiaan, kita membangun sesuatu yang lebih besar daripada kontribusi masing-masing," ucap Hetty penuh semangat.
Dari Komunitas untuk Sesama: Aksi Nyata di Lapangan
PALAPA dikenal aktif bergerak di garda terdepan untuk kesehatan perempuan dan anak. Melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk layanan pemeriksaan USG dan mamografi jemput bola ke berbagai daerah, PALAPA, bersama komunitas, telah merasakan langsung betapa pentingnya edukasi dari mulut ke mulut untuk mematahkan rasa takut masyarakat terhadap deteksi dini.
Dana yang terkumpul dari konser amal ini, selain untuk mengkampanyekan kesadaran kanker, juga akan dialokasikan untuk mendukung fasilitas layanan kesehatan, termasuk peremajaan fasilitas dan alat medis di Klinik Deteksi Dini YKI Lebak Bulus agar dapat terus melayani masyarakat luas dengan kualitas terbaik dan harga yang terjangkau.
Bagi masyarakat, perusahaan, maupun para filantropis yang ingin ambil bagian dalam gerakan penuh cinta ini, tiket dan informasi donasi dapat diakses secara transparan melalui kanal resmi YKI.
Mari hadir, bernyanyi bersama, dan buktikan bahwa di setiap alunan melodi, selalu ada harapan bagi mereka yang berjuang melawan kanker.