Kiat Sukses Bangun Hubungan Kuat dengan Pelanggan Melalui Strategi Sustainable Branding

Novita Sari - Jumat, 16 Februari 2024
Kayn Label sebagai salah satu brand pakaian yang paling diminati di SEMASAQU 2023. Foto: Ist
Kayn Label sebagai salah satu brand pakaian yang paling diminati di SEMASAQU 2023. Foto: Ist
A A A

Pasar kreatif untuk para solopreneur, Semasaqu, telah sukses dilaksanakan pada bulan Desember tahun lalu. Kegiatan ini merupakan sebuah inisiatif dan program kolaborasi antara Bank Saqu yang merupakan layanan perbankan digital dari Bank Jasa Jakarta, dengan Semasa yang memiliki pengalaman mengkurasi lebih dari 30 acara bersama merek lokal Indonesia sejak tahun 2017.

Sukses menutup tahun dengan menghadirkan 150,000 pengunjung dari total 4 kegiatan yang telah dilaksanakan. Dimeriahkan oleh 130 merek lokal yang berpartisipasi, dan memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha lokal untuk menjual produk-produk kreatif, termasuk makanan, aksesori, fesyen, kerajinan tangan, dan produk kecantikan.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengakomodir kebutuhan para solopreneur dalam menjangkau pasar yang lebih luas melalui pasar kreatif. Salah satu merek lokal unik yang turut memeriahkan kegiatan adalah Kayn Label, merek busana batik berkelanjutan yang dirancang khusus untuk pakaian sehari-hari anak muda.

Menggunakan batik cap dengan pewarna alami. Foto: Ist
Menggunakan batik cap dengan pewarna alami. Foto: Ist

Terinspirasi oleh keanggunan wanita Indonesia, mereka menciptakan pakaian siap pakai bagi anak muda dengan menggunakan batik cap dengan pewarna alami.

Pada kegiatan ini mereka mencatat peningkatan penjualan hingga 30-70%. Kesuksesan ini tidak terlepas dari keberhasilan mereka membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, sehingga menciptakan customer loyalty, customer lifetime value, dan memfasilitasi promosi mulut ke mulut. Strategi yang dilakukan adalah menggunakan sustainable branding, sebuah pendekatan pemasaran yang mempertimbangkan dampak lingkungan dan mengajak konsumen lebih peduli terhadap lingkungan.

Dengan menyasar anak muda sebagai audiens utama, strategi yang dilakukan melalui sustainable branding merupakan sebuah langkah yang tepat. Hal ini dilandasi pada data bahwa 94% Generasi Z (Gen Z) setuju bahwa pemerintah dan pelaku bisnis harus menerapkan perubahan struktural atau sistemik untuk mengurangi perubahan iklim. Hal ini menunjukkan bahwa Gen Z Indonesia melihat perubahan iklim sebagai tantangan kolektif yang memerlukan tindakan lebih luas di luar tanggung jawab individu. Selain itu, 82% responden menyatakan kesiapan untuk membayar lebih untuk produk ramah lingkungan atau berkelanjutan.

Maria Utami Sekar, selaku Co-Founder Kayn Label menyampaikan, “Isu keberlanjutan saat ini bukanlah hanya menjadi sekadar gimmick semata bagi para pelaku bisnis. Hal ini mengingat tren pola konsumsi konsumen yang sudah menjadi lebih sadar untuk menjaga lingkungan. Para pelaku bisnis harus bisa menangkap tren ini sebagai peluang bisnis dari segi pemasaran, dimana selain memanfaatkan keuntungan, namun juga bisa menjadi praktik bisnis yang berkomitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Salah satu contohnya adalah melalui sustainable branding, sebagai strategi pemasaran yang dapat mengakomodir aspirasi konsumen terkait lingkungan sehingga membangun koneksi yang lebih kuat.”

“Dengan berpartisipasi pada kegiatan ini, menjadi wadah bagi kami untuk meningkatkan visibilitas merek, sehingga orang semakin mengenal kami sebagai produk lokal yang berkualitas,” tambah Sekar.

82% responden siap membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Foto: Ist
82% responden siap membayar lebih untuk produk ramah lingkungan. Foto: Ist

Berikut tiga kiat sukses dari Sekar bagi para solopreneur di Indonesia untuk menjalankan strategi sustainable branding;

1. Membentuk nilai bersama

Melalui penekanan pada nilai-nilai lingkungan dan sosial yang sama, sustainable branding menciptakan rasa keselarasan. Ini bukan hanya tentang produk, tetapi juga tentang bagaimana merek mencerminkan prinsip-prinsip yang diyakini oleh konsumen. Mereka merasa bahwa mendukung merek bukan hanya tindakan konsumsi, melainkan juga manifestasi dari prinsip-prinsip pribadi mereka yang dihargai. Mendorong kebanggaan akan melestarikan kebudayaan lokal dengan menggunakan batik yang ramah lingkungan.

2. Membangun kepercayaan melalui transparansi

Komunikasi terbuka mengenai praktik-praktik berkelanjutan adalah landasan kepercayaan. Saat konsumen memahami komitmen merek terhadap inisiatif ramah lingkungan, hubungan terbangun atas dasar kepercayaan. Transparansi menciptakan jendela yang mengungkap bagaimana suatu produk atau layanan dihasilkan, memberikan konsumen pemahaman yang lebih baik dan rasa terlibat dalam pilihan mereka. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengkomunikasikan proses penggunaan batik cap dengan pewarna alami yang diekstrak dari berbagai tanaman

3. Menjaga keterlibatan konsumen dengan konten edukasi yang menyenangkan

Sustainable branding bukan hanya tentang penjualan, tetapi juga edukasi konsumen. Melibatkan konsumen dalam pemahaman dampak pilihan mereka pada lingkungan, menciptakan kesadaran bersama. Konsumen menghargai informasi yang memungkinkan mereka membuat keputusan yang lebih sadar lingkungan. Keterlibatan ini bukan hanya transaksi, melainkan upaya bersama menuju pemahaman dan tindakan yang lebih berkelanjutan.

Dengan menerapkan ketiga tips tersebut, Sekar menyampaikan bahwa sustainable branding tidak hanya dapat meningkatkan penjualan, namun brand dapat hadir pada setiap percakapan sehari-hari para konsumen.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Ingin Mulai Berinvestasi? Catat 5 Tipe Investasi yang Cocok Berdasarkan Karakter
img
Stress Awareness Month: Cara Melawan Stres di Media Sosial
img
Prediksi Esports 2024: Hilang atau Semakin Gemilang?
img
No Mbak, No Worries! Hadapi Lebaran Tanpa Bantuan ART di Rumah!