ads

Kurang Tidur, Tantangan Ibu Bekerja yang Sering Dianggap Sepele

Efa Trapulina - Rabu, 17 September 2025
Bagi ibu bekerja, tidur cukup sangat vital sebab tidur yang kurang atau tidak berkualitas, membuat tubuh tidak sempat memulihkan diri dari tekanan sehari-hari (Ilustrasi by Freepik)
Bagi ibu bekerja, tidur cukup sangat vital sebab tidur yang kurang atau tidak berkualitas, membuat tubuh tidak sempat memulihkan diri dari tekanan sehari-hari (Ilustrasi by Freepik)
A A A

Bagi Moms yang juga seorang wanita karier, pernah nggak merasa kalau 24 jam sehari itu rasanya masih kurang? Bangun pagi langsung buru-buru menyiapkan sarapan, siangnya mengejar deadline di kantor, pulang kerja masih harus menemani anak belajar. Ujung-ujungnya, tidur menjadi hal yang paling gampang dikorbankan. Padahal, kurang tidur bukan cuma bikin efek mata panda yang bikin jelek penampilan, lho. Efeknya bisa merembet ke kesehatan Moms, performa kerja, bahkan hubungan dengan si kecil.

Sebenarnya, apa yang terjadi saat kurang tidur? Berikut beberapa hal yang bisa Moms alami karena waktu tidur terpangkas:

Fokus Kerja Gampang Buyar

Bayangkan, harus memimpin presentasi dengan kepala yang masih “berat” karena semalaman terbangun oleh anak. Otak jadi seperti laptop yang baterainya hampir habis: lemot, gampang error, dan susah multitasking. Penelitian di Journal of Sleep Research (2023) menunjukkan bahwa kurang tidur menurunkan fungsi kognitif seperti konsentrasi, memori kerja, dan kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, hal sederhana seperti membaca email bisa terasa butuh energi ekstra, dan peluang melakukan kesalahan kecil di kantor pun meningkat.

Stres Menumpuk

Tidur yang kurang atau tidak berkualitas, membuat tubuh tidak sempat memulihkan diri dari tekanan sehari-hari. Ibarat “tong sampah stres” yang tidak pernah dikosongkan, lama-lama penuh dan gampang meluap. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal ilmiah Sleep Health: Journal of the National Sleep Foundation (2019) menemukan bahwa ibu yang tidurnya singkat atau sering terpotong, sering mengeluhkan tingkat stres lebih tinggi. Jadi, rasa gampang kesal, baper, atau meledak bukan semata-mata soal karakter, melainkan karena tubuh dan otak Moms memang sedang kelelahan.

Kualitas Hubungan dengan Anak Jadi Terganggu

Saat tubuh lelah, kesabaran menjadi barang langka. Anak yang minta ditemani main bisa terasa “menguras energi”, padahal sebenarnya mereka hanya butuh perhatian. Studi parenting menunjukkan, kualitas tidur ibu berhubungan dengan cara mereka merespons anak: tidur cukup membuat interaksi lebih hangat, sementara kurang tidur meningkatkan risiko respons negatif seperti ngomel atau mengabaikan. Dampaknya, bisa membuat anak merasa kurang diperhatikan.

Efek Terhadap Karier dan Keuangan Keluarga

Kurang tidur bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga karier. Riset di Inggris (2020) menemukan bahwa kehilangan satu jam tidur per malam menurunkan peluang ibu untuk bertahan di pekerjaan penuh waktu. Produktivitas berkurang, peluang promosi menyempit, bahkan dalam jangka panjang bisa memengaruhi pendapatan keluarga. Artinya, tidur cukup bisa dianggap sebagai bentuk investasi ekonomi keluarga.

Kenapa Moms Lebih Rentan?

Ya, para ibu menjadi sosok yang rentan alami kurang tidur, karena peran gandanya. Selesai urusan kantor, masih ada tugas rumah tangga, PR anak, hingga bayi yang rewel tengah malam (bagi para ibu muda). Belum lagi kalau ada tuntutan lembur atau rapat pagi. Kombinasi ini bikin jam tidur terpotong dan kualitas istirahat terganggu.

Tips Ringan Mengakali Kurang Tidur

  1. Jaga konsistensi. Ini penting Moms, setiap harinya, usahakan jam tidur dan bangun tetap sama. Tidurlah minimal 7 jam agar esoknya Moms merasa lebih bugar dan fit.
  2. Curi waktu untuk tidur di siang hari. Terlihat sepele tapi manfaatnya besar. Entah di rumah atau di kantor, tidur singkat selama 20 menit bisa jadi penyelamat energi.
  3. Berbagi peran dengan suami. Libatkan suami Moms, jika memiliki anak berusia balita, ajak pasangan untuk bergantian bangun malam.
  4. Ritual tidur. Biasakan melakukan ritual yang membuat Moms tenang, contohnya matikan gadget, nyalakan lampu redup, atau baca buku sebelum tidur.
  5. Mini self-care. Ingat, Moms berharga. Lakukan hal yang Moms suka dan membuat perasaan rileks, seperti olahraga ringan atau meditasi. Hal ini bisa membantu tidur lebih nyenyak.

Moms, jadi wanita karier itu memang nggak gampang. Tapi ingat, tidur bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Seperti kata Dr. Michael Grandner, pakar tidur dari University of Arizona, “Sleep is not optional. It’s a vital sign of health.” Dalam dunia medis, “tanda vital” biasanya merujuk pada tekanan darah, suhu tubuh, denyut nadi, dan pernapasan. Ia menambahkan bahwa tidur sebagai tanda vital kelima, karena kualitas tidur berhubungan langsung dengan kesehatan jantung, sistem kekebalan, metabolisme, hingga kesehatan mental.

Jadi Moms, yuk sebelum sibuk menandai to-do list harian, pastikan ada satu hal penting di daftar: istirahat cukup. Karena ibu yang bugar bukan cuma lebih produktif di kantor, tapi juga lebih bahagia bersama keluarga.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Memahami Anak Neurodivergent dengan Pendekatan dan Pendidikan Inklusif yang Tepat
img
Mengenalkan Toleransi Sejak Dini, Kenapa Enggak? Ini Langkah Mudahnya!
img
Siapkan Talenta Global, Integrasi AI dan Sentuhan Humanis dalam Pendidikan Pariwisata Nasional
img
Waspada Ancaman Siber, Tips Mengunci Pintu Bagi Peretas dan Malware