ads

Pentingnya Edukasi dan Manajemen Kebersihan Menstruasi Bagi Remaja Putri di Sekolah

Efa Trapulina - Kamis, 30 April 2026
(ki-ka) dr. Dinda Damesha, Sp.OG, Stella Edelina, Marketing Manager Wings Group, dan Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia di acara Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex di Jakarta (Foto: Ist)
(ki-ka) dr. Dinda Damesha, Sp.OG, Stella Edelina, Marketing Manager Wings Group, dan Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia di acara Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex di Jakarta (Foto: Ist)
A A A

Moms punya putri yang beranjak remaja? Tentunya sebagai perempuan, ia akan mengalami fase menstruasi atau haid pertama. 

Edukasi yang tepat, lingkungan sekolah yang suportif, dan peran orang tua menjadi kunci agar remaja putri dapat menjalani menstruasi dengan nyaman, percaya diri, dan tetap aktif belajar.

Bagi sebagian remaja putri, menstruasi bukan hanya tentang perubahan fisik, tetapi juga pengalaman pertama yang penuh tanda tanya. Rasa bingung, cemas, bahkan malu sering muncul, terutama ketika topik ini masih dianggap sensitif untuk dibicarakan secara terbuka, baik di rumah maupun di sekolah.

Padahal, pemahaman yang tepat tentang menstruasi adalah bagian penting dari proses tumbuh kembang anak perempuan. Tanpa edukasi yang cukup, pengalaman pertama menstruasi bisa menjadi momen yang membingungkan, bahkan menurunkan rasa percaya diri.

Di sinilah peran orang tua —terutama ibu— dan lingkungan sekolah menjadi sangat penting. Anak membutuhkan ruang yang aman untuk bertanya, memahami tubuhnya, dan merasa bahwa apa yang ia alami adalah hal yang normal.

“Menstruasi adalah keluarnya darah dari sistem reproduksi perempuan yang dimulai saat memasuki masa pubertas. Hal ini terjadi karena hormon mulai aktif. Sejak lahir, perempuan sudah memiliki sel telur, tetapi hormon masih dalam kondisi tidak aktif. Ketika memasuki usia sekitar 11–12 tahun, hormon mulai meningkat. Saat mencapai titik tertentu, terjadi pematangan sel telur. Jika tidak terjadi pembuahan, maka lapisan dinding rahim akan luruh dan keluar sebagai darah menstruasi,” jelas dr. Dinda Damesha, Sp.OG yang ditemui dalam acara konferensi pers WINGS for UNICEF – Generasi Bersih Sehat Bersama Hers Protex di Jakarta, beberapa waktu lalu.

dr. Dinda
dr. Dinda Damesha, Sp.OG menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan dan mengganti pembalut setiap 4-5 jam saat mentruasi

Di titik inilah, edukasi bagi remaja putri menjadi sangat penting agar ia paham apa yang akan terjadi pada tubuhnya dan siap mengalami menstruasi pertama. Sebab, jika kurang menerima informasi yang tepat, anak bisa jadi menelan mentah-mentah mitos-mitos yang beredar luas di masyarakat, mulai dari larangan keramas, potong kuku, hingga berenang saat menstruasi. “Semua itu adalah mitos. Keramas, potong kuku, dan berenang tetap boleh dilakukan, selama menjaga kebersihan,” tegas dr. Dinda.

Pentingnya Faktor Kebersihan

Ya, selain edukasi yang benar, faktor kebersihan menjadi sangat krusial saat remaja putri menghadapi masa menstruasi. Banyak remaja putri menghadapi menstruasi pertama tanpa pemahaman yang cukup —mulai dari cara menjaga kebersihan, hingga bagaimana memilih produk yang tepat. “Pembalut sebaiknya diganti setiap 4 jam, meskipun darah yang keluar sedikit,” jelas dr. Dinda.

Ia menambahkan bahwa kondisi iklim tropis membuat tubuh lebih mudah berkeringat, sehingga area kewanitaan menjadi lebih lembap. “Oleh karena itu, baik sedikit maupun banyak, pembalut tetap sebaiknya diganti setiap 4 jam,” katanya.

Selain itu, cara membersihkan area kewanitaan juga perlu diperhatikan. “Kebersihan area kewanitaan juga harus diperhatikan, yaitu dengan membersihkan menggunakan air mengalir dari arah depan ke belakang,” terang dr. Dinda.

Fasilitas Sanitasi di Sekolah Masih Jadi Tantangan

Untuk mendukung terjaganya faktor kebersihan saat menstruasi, fasilitas sanitasi yang memadai baik di rumah maupun sekolah menjadi faktor penting. Sayangnya, dukungan fasilitas sanitasi yang memadai di sekolah masih menjadi tantangan.

Menurut Data Sanitasi Sekolah Menengah Pertama Tahun 2022 dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, rasio toilet di sekolah secara nasional masih jauh dari ideal, yakni sekitar 1:85 untuk laki-laki dan 1:74 untuk perempuan. Angka ini masih cukup jauh dari standar yang ditetapkan dalam regulasi pemerintah. Bahkan, belum ada provinsi yang memenuhi standar rasio fasilitas sanitasi sekolah tersebut. Duh!

Kondisi ini tentu berdampak langsung pada kenyamanan siswi saat menstruasi. Tidak sedikit yang akhirnya merasa tidak nyaman di sekolah. Bahkan, menurut UNICEF, kondisi ini juga memengaruhi kehadiran siswa di kelas.

Muhammad Zainal menekankan pentingnya akses edukasi menstruasi sejak putri menginjak usia remaja
Muhammad Zainal menekankan pentingnya akses edukasi menstruasi sejak putri menginjak usia remaja

Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia, mengungkapkan, “Data UNICEF menunjukkan bahwa 1 dari 7 anak perempuan di Indonesia memilih tidak masuk sekolah selama satu hari atau lebih saat menstruasi. Hal ini menunjukkan pentingnya akses terhadap edukasi kebersihan menstruasi serta dukungan lingkungan sekolah yang memadai agar remaja putri dapat tetap belajar dengan nyaman dan berpartisipasi secara optimal,” ungkap Muhammad Zainal, Water Sanitation and Hygiene Specialist UNICEF Indonesia.

Hal senada disampaikan oleh dr. Dinda Damesha, Sp.OG. “Edukasi yang benar, dukungan lingkungan sekolah yang informatif, orang tua yang siap mendampingi, penggunaan pembalut yang tepat, serta fasilitas sanitasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kenyamanan selama menstruasi,” katanya.

Zainal menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting dalam memperkuat praktik kebersihan menstruasi di lingkungan pendidikan.

Kolaborasi untuk Lingkungan yang Suportif

Melihat pentingnya edukasi serta lingkungan sekolah yang lebih suportif bagi remaja putri dalam menghadapi menstruasi, berbagai pihak mulai bergerak bersama. Melalui program WINGS for UNICEF bersama Hers Protex, WINGS Group bersama UNICEF menghadirkan rangkaian program edukasi Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) bagi remaja putri di sekolah.

Hal ini merupakan bagian dari komitmen bersama WINGS Group dan UNICEF dalam mendukung peningkatan praktik kebersihan menstruasi serta akses edukasi air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) di lingkungan pendidikan.

Program edukasi dan praktik kebersihan menstruasi remaja putri ini dilakukan kepada total 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bandung Barat dan Makassar melalui kampanye Generasi Bersih Sehat, sebuah gerakan berkelanjutan yang mendorong penerapan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak dini, termasuk dalam aspek kebersihan menstruasi.

Program kolaborasi MKM tersebut menargetkan untuk menjangkau 2.000 siswi SMP dan 2.000 orang tua.

Tahun ini Hers Protex Turut Mengedukasi Orang Tua
Stella Edelina menjelaskan bahwa tahun ini pihaknya mengedukasi tak hanya siswi perempuan melainkan juga orang tua

“Melalui Hers Protex, kami ingin hadir memberikan edukasi, terutama bagi remaja yang mengalami menstruasi pertama. Kami tidak hanya menghadirkan produk, tetapi juga berkomitmen memperjuangkan hak remaja putri dan perempuan Indonesia untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan selama menstruasi,” ujar Stella Edelina, Marketing Manager Wings Group.

Ia menyoroti bahwa masih banyak remaja putri yang minim edukasi, bahkan menganggap menstruasi sebagai sesuatu yang menakutkan. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong remaja putri memiliki pemahaman yang tepat mengenai manajemen kebersihan menstruasi sejak dini, termasuk pentingnya memilih pembalut yang tepat dan nyaman sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Bersih Sehat. Dengan pemahaman yang baik, kami berharap remaja putri dapat menjalani aktivitas belajar dengan lebih nyaman, percaya diri, dan bebas khawatir selama menstruasi,” imbuh Stella.

Menurut Zainal, pendekatan yang dilakukan melalui program WASH (Water, Sanitation, and Hygiene) menekankan pentingnya lingkungan sekolah yang sehat. “Program WASH di sekolah merupakan upaya terintegrasi untuk memastikan sekolah memiliki air bersih, sanitasi yang layak, fasilitas cuci tangan, serta edukasi kebersihan.”

Zainal juga menyoroti kebutuhan spesifik bagi remaja putri. “Terkait dengan menstruasi, fasilitas seperti toilet yang layak, terpisah antara laki-laki dan perempuan, ketersediaan air bersih, sabun, serta tempat pembuangan pembalut sangat penting. Hal ini memungkinkan remaja putri mengelola menstruasi dengan aman, bersih, dan bermartabat,” katanya.

Tak hanya menyasar siswa, program MKM ini juga melibatkan orang tua. “Kami melihat bahwa peran orang tua sangat penting karena remaja menghabiskan banyak waktu di rumah dan di sekolah,” imbuh Stella.  Agar lebih mudah diterima, pendekatan edukasi juga disesuaikan dengan usia remaja, contohnya melalui video edukasi berbentuk animasi.

Rangkaian edukasi ini akan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026, melalui kegiatan sosialisasi di sekolah, penguatan pemahaman siswa, serta dorongan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang lebih ramah bagi remaja putri. Langkah ini menunjukkan bahwa perubahan tidak hanya bergantung pada satu pihak. Dibutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan berbagai organisasi untuk menciptakan lingkungan yang benar-benar mendukung.

Ketika edukasi diberikan dengan tepat dan lingkungan juga mendukung maka menstruasi tidak lagi menjadi penghalang bagi anak perempuan untuk tetap aktif di manapun ia berada.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan suportif bagi remaja putri sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Bersih Sehat di Indonesia. Seluruh inisiatif ini dirancang sejalan dengan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat melalui produk dengan standar kualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, demi mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” tutup Stella.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Pentingnya Edukasi dan Manajemen Kebersihan Menstruasi Bagi Remaja Putri di Sekolah
img
Perkuat Tujuan dan Komitmen dalam Kesehatan Perempuan Lewat Program Her Health Grant
img
100.000 Ibu Indonesia Peluk Hangat Gerakan TULUS HATI, Terampil Pijat Bayi Mandiri, Perkuat Bonding dengan Buah Hati
img
Kolaborasi Lintas Generasi untuk Menjadikan Jakarta Kota Global yang Hangat dan Ramah untuk Warganya