Lewat Gerakan “Eartheart”, Kolaborasi Multipihak Ini Dorong Masyarakat Berbagi Aksi Cinta Lingkungan untuk Masa Depan Berkelanjutan 

Efa Trapulina - Minggu, 09 Juni 2024
Berkolaborasi dengan berbagai pihak, PT Integrasi Transit Jakarta (PT ITJ) sebagai pengolah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu menghadirkan acara Eartheart pada 6-25 Juni 2024 untuk berbagi aksi cinta lingkungan (Foto: Efa)
Berkolaborasi dengan berbagai pihak, PT Integrasi Transit Jakarta (PT ITJ) sebagai pengolah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu menghadirkan acara Eartheart pada 6-25 Juni 2024 untuk berbagi aksi cinta lingkungan (Foto: Efa)
A A A

Seperti yang Moms ketahui, isu sampah plastik hingga sekarang masih membayangi negara Indonesia. Pada tahun 2025, timbulan sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai 9,9 juta ton.  Bahkan negara kita kerap disorot sebagai salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar di dunia dan juga buruk dalam penanganan sampahnya. Duh!

Padahal sampah plastik yang tidak terkelola dengan baik akan menimbulkan banyak dampak negatif, salah satunya memicu perubahan iklim. Gelombang panas akibat kenaikan suhu ekstrem sudah dirasakan di berbagai belahan dunia, tak terkecuali Indonesia.

Edukasi mencintai bumi, salah satunya dengan mengurangi sampah plastik hingga bijak memilah sampah, terus digaungkan banyak pihak kepada masyarakat. 

Nah, masih dalam momentum Hari Lingkungan Sedunia yang diperingati setiap 4 Juni, PT Integrasi Transit Jakarta (PT ITJ) yang juga pengolah Taman Literasi Martha Christina Tiahahu dengan bangga membagikan aksi cinta lingkungan melalui rangkaian kegiatan bertajuk Eartheart. 

Eartheart menggabungkan makna Bumi (Earth) dan Hati (Heart) yang memiliki keterkaitan antara alam semesta dan manusia, serta pentingnya menjaga harmoni dan keseimbangan antara keduanya. Hal ini selaras dengan semangat perusahaan untuk perkuat tema Green Creative Hub di Kawasan TOD Blok M – Sisingamangaraja. 

Eartheart berlangsung pada 6 – 25 Juni 2024 dengan kolaborasi bersama Tactic Plastic, kelompok seni multidisiplin asal Yogjakarta yang menghadirkan instalasi karya seni ‘Tanah Antah Berantah.’ Selain itu, perusahaan tersebut juga berkolaborasi bersama Plasticpay, Plastic Reborn, Plastic Smart Cities, SayaPilihBumi, serta kolaborator lainnya yang memiliki semangat sama dalam menyuarakan isu lingkungan. 

Seluruh pembicara dalam konferensi pers Eartheart
Seluruh pembicara dalam konferensi pers Eartheart

“Kita kolaborasi di sini melalui rangkaian kegiatan bernama Eartheart karena kita pengin mendorong kecintaan masyarakat kepada bumi. Kita bisa rasakan ya bahwa saat ini cuaca di bulan Juni kok makin panas. Sebenarnya ini juga merupakan salah satu dampak dari peningkatan suhu global, perubahan iklim di mana-mana. Nah, untuk itu kita mendorong masyarakat melakukan aktivitas-aktivitas yang mendorong pada perbaikan iklim, itu adalah salah satu bentuk kecintaan kita pada bumi,” ujar Teuku Firmasyah selaku VP Corporate Secretary, Legal & Strategy PT ITJ pada konferensi pers Eartheart di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (8/6/24).

“Kami akan mendorong kolaborasinya di taman ini. Di sini juga ada perpustakaan. Tak hanya itu, setiap akhir pekan akan ada aktivitas dari berbagai macam komunitas untuk membicarakan, membahas, dan menggagas suatu inisiatif baru secara bersama-sama,” papar Teuku Firmansyah.

Terkait instalasi karya seni “Tanah Antah Berantah” yang dipamerkan di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Mutia Bunga selaku Inisiator dari Tactic Plastic mengatakan bahwa karya tersebut diciptakan dengan teknik seni ‘menjahit plastik’ sebagai kerangka berpikir dalam melihat alam hari ini, terutama dalam kasus hilangnya tanah dan kebaikannya yang disebabkan oleh plastik.

“Karya ini sebetulnya mengangkat tentang isu air dan tanah, makanya judulnya Tanah Antah Berantah. Karena isu lingkungan itu kan luas, ya, gak cuma tentang plastik tapi juga tentang isu air, isu tanah dan ekologi lainnya. Jadi karya ini ingin mengajak atau mengkritik tentang bagaimana kita dan seluruh lapisan masyarakat seharusnya menjaga tanah kita, air kita demi masa depan berkelanjutan,” imbuh Mutia. 

Hal senada disampaikan oleh Andik Hardiyanto, Policy and Governance Specialist World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia. “Polusi plastik itu tidak ada solusi tunggal, untuk itu membutuhkan keterlibatan dari seluruh aktor yang memang memiliki perhatian terhadap masalah polusi plastik. Untuk memajukan dan menangani sampah yang lebih baik di Jakarta, kita perlu lebih banyak kolaborsi dari berbagai pihak, seperti bank-bank sampah. Ini adalah bentukan yang biasa melibatkan ibu-ibu rumah tangga di tingkat RT dan RW,” katanya. 

Inisiatif program ‘Plastic Smart Cities’ yang diluncurkan oleh WWF Indonesia juga menjadi gerakan bagi ragam kota maupun pusat kegiatan pesisir untuk menghentikan terjadinya pencemaran sampah plastik ke alam pada tahun 2030. Saat ini, program ini telah dipusatkan pada beberapa kota, di antaranya adalah DKI Jakarta, Kota Depok dan Kota Bogor. 

Untuk membantu mengelola sampah plastik dari hulu ke hilir, Imam Pesuwaryantoro selaku Corporate Communications Plasticpay mengatakan pihaknya terinspirasi dengan skema DRS (Deposit Refund System) di Uni Eropa. Di sana, setiap produsen kemasan plastik wajib menarik kembali sampah yang dihasilkan untuk bisa diberikan insentif kepada masyarakat.

“Saat ini, kami memberikan insentif tiap kali masyarakat menukarkan botol plastik jenis apapun maka akan kita berikan reward 56 poin atau ekuivalen dengan 56 Rupiah. Dan saat ini kita sedang coba dorong kepada dewan legislatif agar Plastik Refund System ini bisa diberlakukan seperti di Eropa, satu botolnya dihargai 4 ribu rupiah,” imbuh Imam.

Plasticpay sendiri adalah gerakan sosial berbasis platform digital, yang mengajak masyarakat untuk memanfaatkan plastik menjadi nilai manfaat kebaikan. Sampah plastik yang terkumpul akan ditukarkan menjadi Plasticpay Poin, kemudian didaur ulang menjadi Eco-friendly fiber dan kain daur ulang yang dapat digunakan untuk bantal, boneka, tempat tidur, furnitur, dan produk lainnya. 

Ahmad Zakky Habibie, Direktur Eksekutif Ancora Foundation mengatakan bahwa hal tersebut selaras dengan semangat Plastic Reborn yang diinisiasi oleh mereka dalam melestarikan lingkungan melalui kolaborasi untuk Ekonomi Sirkuler di Indonesia. 

“Hal ini diwujudkan melalui kolaborasi, penggunaan teknologi, serta pemberdayaan komunitas untuk melakukan daur ulang botol sekali pakai dari Polyethylene Terephthalate (PET). Hingga tahun 2024, kami telah mendorong daur ulang 65 juta botol plastik PET pasca konsumsi dari tempat pembuangan,” terang Zakky. 

Diuraikan oleh Teuku Firmansyah, pihaknya juga berkolaborasi dengan SayaPilihBumi bertajuk ‘Eartheart x SayaPilihBumi: Circular City Clean’ untuk bergotong-royong membersihkan Kawasan TOD Blok M – Sisingamangaraja. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan menghadirkan sesi diskusi bersama Ramon Y Tungka, selaku Editor SayaPilih Bumi dan Rheza Maulana, selaku peneliti dan aktivis lingkungan. 

“Kami percaya bahwa setiap bagian dari masyarakat memiliki caranya masing-masing dalam mengekspresikan cintanya terhadap Bumi. Momentum ini kami harapkan dapat bisa menumbuhkan rasa cinta dan kepedulian masyarakat luas juga untuk memulai langkah kecil demi lingkungan yang lestari,” ujar Ferdiansyah Roestam, Direktur Utama PT Integrasi Transit Jakarta. 

Ya, langkah kecil seperti membawa tumbler botol minum kemana-mana, menggunakan totebag atau tas kain ketika berbelanja, tidak menggunakan sedotan plastik, membuang dan memilah sampah berdasarkan jenisnya lalu menyetor ke bank sampah, merupakan sedikit aksi kecintaan kita terhadap bumi. 

“Kami mengundang seluruh masyarakat, komunitas, dan lembaga untuk berpartisipasi dalam acara Eartheart yang berlangsung pada 6 – 25 Juni 2024. Momentum ini juga mendukung wisata Kota Jakarta dan merayakan Hari Ulang Tahun ke-497 pada tanggal 22 Juni 2024. Bersama-sama, mari kita bergandengan tangan dan berbagi aksi cinta lingkungan demi masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Teuku Firmansyah.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Galang Dana untuk Penuhi Hak Anak-anak, Pesepeda Bike To Care 2024 Lintasi Sumba Sejauh 270 Km
img
Pertama di Indonesia, Detergen Tumbuhan dengan Softener Alami Aloe Vera 
img
Rayakan Momen Idul Adha 1445 H, Berbagi 373 Hewan Kurban di Berbagai Wilayah di Indonesia
img
Konsisten Dukung Pemberdayaan Ekonomi Perempuan lewat Supplier Diversity, Perusahaan Ini Kembali Hadirkan ANJANI