ads

THR Jangan Habis untuk Lebaran Saja, Moms! Ini Cara Mengelolanya untuk Dana Pendidikan Anak

Efa Trapulina - Selasa, 10 Maret 2026
Momen THR dan bonus tahunan yang datang hampir bersamaan bisa menjadi langkah awal untuk mulai menata dana pendidikan si kecil (Foto: Ist)
Momen THR dan bonus tahunan yang datang hampir bersamaan bisa menjadi langkah awal untuk mulai menata dana pendidikan si kecil (Foto: Ist)
A A A

Menjelang Lebaran, banyak Moms mungkin punya ritual yang sama setiap tahun: membuka rekening begitu THR (Tunjangan Hari Raya) masuk, lalu mulai membuat daftar panjang kebutuhan. Mulai dari baju Lebaran anak, hampers untuk keluarga, ongkos mudik, sampai rencana makan besar saat hari raya.  Tanpa terasa, uang tambahan itu perlahan habis sebelum sempat benar-benar “dipikirkan”. Rasanya sih wajar di tengah kebutuhan mendesak.

Namun di tengah euforia belanja Lebaran, ada satu hal penting yang sering terlupakan: masa depan pendidikan anak. Padahal, momen THR dan bonus tahunan yang datang hampir bersamaan justru bisa menjadi kesempatan emas untuk mulai menyiapkan dana pendidikan si kecil sejak dini.

Biaya Pendidikan Naik Lebih Cepat dari Gaji

Mengapa hal ini penting? Menurut Annisa Steviani, Certified Financial Planner, banyak orang tua baru serius memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah mulai sekolah, padahal sebaiknya perencanaan dimulai jauh lebih awal. “Banyak orang tua baru mulai memikirkan dana pendidikan ketika anak sudah masuk usia sekolah. Padahal, perencanaan idealnya dimulai sejak anak masih dalam kandungan atau sejak lahir. Semakin cepat dimulai, semakin ringan langkahnya,” jelas Annisa pada bincang-bincang finansial bertajuk "Gaji Gak Kabur, Pendidikan Anak Jalan Teratur” melalui program Ruang Diskusi NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz), baru-baru ini.

Ada alasan kuat di balik saran tersebut. Biaya pendidikan terus meningkat setiap tahun, bisa dibilang bahkan lebih cepat dibanding kenaikan penghasilan.Rata-rata biaya kuliah naik sekitar 6,03% per tahun, sementara kenaikan gaji tahunan rata-rata hanya sekitar 3%. Artinya, tanpa perencanaan yang matang, orang tua berpotensi menghadapi kesenjangan biaya ketika anak memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Akibatnya? Tidak sedikit keluarga yang akhirnya ke depannya harus mengorbankan kebutuhan lain, atau bahkan mengambil utang untuk membiayai pendidikan anak.

Allianz THR
(ki-ka) Putri Sekarsari, Corporate Communications Allianz Indonesia dan Annisa Steviani, Certified Financial Planner dalam Ruang Diskusi NgobrAZ 

Manfaatkan THR untuk “Start” Dana Pendidikan

Daripada habis untuk pengeluaran konsumtif, sebagian THR sebenarnya bisa menjadi modal awal yang sangat berarti. Annisa menyarankan Moms memanfaatkan momentum ini untuk:  

  • Membuka tabungan atau instrumen dana pendidikan anak
  • Menambah alokasi dana yang sudah ada
  • Mengevaluasi kembali proyeksi biaya sekolah ke depan

Ya, langkah kecil hari ini bisa membuat beban finansial jauh lebih ringan di masa depan.

4 Langkah Praktis Menyiapkan Dana Pendidikan Anak

Supaya tidak terasa rumit, Annisa juga membagikan beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan orang tua, seperti:

1. Survei sekolah sejak awal

Cari tahu kisaran biaya masuk dan SPP sekolah yang diinginkan, mulai dari TK hingga perguruan tinggi. Informasi ini membantu moms membuat gambaran realistis kebutuhan dana.

2. Siapkan plan B dan plan C

Tidak semua anak akan masuk ke sekolah pilihan pertama. Karena itu penting menyiapkan alternatif dengan simulasi biaya yang berbeda.

3. Buat perencanaan terstruktur

Catat estimasi biaya pendidikan di setiap jenjang beserta proyeksi kenaikannya. Dengan begitu, orang tua tahu target dana yang harus disiapkan.

4. Perhatikan jarak usia anak

Jika memiliki lebih dari satu anak, penting mempertimbangkan timeline pendidikan agar biaya tidak menumpuk di periode yang sama.

Dana Pendidikan Juga Perlu Perlindungan

Satu hal yang sering terlupakan dalam perencanaan pendidikan adalah faktor risiko. Menabung saja tidak selalu cukup. Annisa mengingatkan bahwa kondisi tak terduga bisa memengaruhi rencana keuangan keluarga.

“Perencanaan pendidikan bukan hanya soal menabung. Orang tua juga perlu memikirkan risiko yang bisa mengganggu rencana, seperti sakit atau risiko meninggal dunia. Jika pencari nafkah utama mengalami risiko, maka dana pendidikan anak bisa ikut terdampak,” jelasnya.

Karena itu, perlindungan finansial juga menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang keluarga.

Allianz Indonesia bagian tips Kelola THR untuk Dana Pendidikan Anak
Annisa Steviani menjelaskan beberapa kondisi yang bisa berpengaruh pada dana pendidikan anak 

Melihat Dana Pendidikan Secara Menyeluruh

Head of Corporate Communications Allianz Indonesia, Wahyuni Murtiani, mengatakan bahwa perencanaan pendidikan anak sebaiknya dilihat secara menyeluruh, bukan hanya dari sisi tabungan atau investasi. “Momentum menjelang Idulfitri sering kali menjadi waktu refleksi dan penataan ulang keuangan keluarga. THR dan bonus tahunan dapat menjadi langkah awal yang strategis untuk memperkuat dana pendidikan anak, sekaligus melengkapinya dengan perlindungan asuransi agar rencana jangka panjang tetap terjaga,” ujarnya.

Menurutnya, risiko kesehatan maupun kehilangan pencari nafkah utama bisa memengaruhi keberlanjutan pendidikan anak. Karena itu, perlindungan finansial menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas rencana masa depan keluarga.

Alternatif Menyiapkan Dana Pendidikan

Untuk itu, selain menabung dan berinvestasi, penting bagi keluarga Indonesia memiliki solusi perlindungan yang sekaligus membantu perencanaan pendidikan. Menjawab kebutuhan itu, Allianz Syariah menghadirkan produk asuransi jiwa dwiguna syariah AlliSya Cerdas. Produk ini dirancang untuk membantu orang tua menyiapkan dana pendidikan anak secara terencana dengan manfaat tunai yang terjadwal sesuai tahapan pendidikan. 

“Peserta bisa menerima manfaat tunai 40% pada akhir tahun polis ke-8 dan 80% pada akhir tahun polis ke-11, yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pendidikan di jenjang tertentu. Kontribusinya mulai dari Rp500 ribu per bulan, dengan usia masuk anak 1 bulan hingga 17 tahun, sehingga orang tua dapat mulai merencanakan pendidikan sejak anak masih sangat kecil,” ujar Wahyuni.

Mulai dari Nominal yang Realistis

Pada akhirnya, menyiapkan dana pendidikan anak tidak harus menunggu kondisi finansial “sempurna”. Justru, memulai dari sekarang—meski dengan nominal kecil—akan jauh lebih membantu dibanding menunda hingga anak mendekati usia sekolah.

Jadi Moms, sebelum seluruh THR habis untuk kebutuhan Lebaran, mungkin ada baiknya sisihkan sedikit untuk masa depan si kecil. Karena pendidikan anak bukan hanya mimpi besar, tapi juga rencana yang bisa dimulai dari langkah kecil hari ini.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Wulan Guritno Turun Langsung Renovasi Sekolah di Manggarai, Aksi Nyata Bantu Anak-anak NTT Belajar Lebih Layak
img
Ide Seru Ngabuburit dan Buka Puasa, Mulai dari Menyentuh Bintang Laut, Capybara hingga Menjelajahi Keajaiban Cappadocia di Tengah Jakarta
img
THR Jangan Habis untuk Lebaran Saja, Moms! Ini Cara Mengelolanya untuk Dana Pendidikan Anak
img
Tepat Memilih Skincare untuk si Kecil, Bisa Bantu Redakan Stres Pada New Mom