ads

Membuka Jalan agar Mimpi Anak Pejuang Kanker Tetap Menyala

Novita Sari - Rabu, 09 September 2026
Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang, anak-anak pejuang kanker tetap memiliki harapan, cita-cita, dan keinginan untuk memiliki masa depan seperti anak-anak lainnya. Foto: Ist
Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang, anak-anak pejuang kanker tetap memiliki harapan, cita-cita, dan keinginan untuk memiliki masa depan seperti anak-anak lainnya. Foto: Ist
A A A

Setiap anak memiliki mimpi. Ada yang ingin menjadi dokter, atlet, seniman, guru, atau sekadar ingin kembali bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Namun, bagi anak yang harus berjuang melawan kanker, perjalanan menuju mimpi tersebut terkadang harus melewati jalan yang jauh lebih panjang.

Kemal, 17 tahun, adalah salah satunya. Setelah didiagnosis Medulloblastoma atau kanker otak, ia harus melewati masa sekolah selama 10 tahun akibat proses pengobatan dan efek kemoterapi. Keterbatasan ruang gerak membuatnya tidak dapat menjalani aktivitas belajar seperti anak-anak seusianya.

Kisah Kemal menggambarkan bagaimana kanker tidak hanya berdampak pada kondisi fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi pendidikan, kehidupan sosial, kemampuan beradaptasi, hingga kesempatan untuk menikmati masa kanak-kanak.

Menurut Delloso, Gannoni & Roberts (2021), sebagaimana dikutip dalam jurnal “Gambaran Masalah Psikososial Pada Anak Usia Sekolah Dengan Kanker di Yayasan Rumah Pejuang Kanker Ambu”, anak yang menjalani pengobatan kanker dapat mengalami gangguan kehadiran di sekolah, penurunan fungsi kognitif, serta kesulitan beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dapat membuat anak kehilangan sebagian pengalaman penting dalam tumbuh kembangnya, termasuk belajar dan berinteraksi bersama teman sebaya.

Namun, diagnosis kanker tidak seharusnya menjadi akhir dari sebuah mimpi.

Di tengah perjalanan pengobatan yang panjang, anak-anak pejuang kanker tetap memiliki harapan, cita-cita, dan keinginan untuk memiliki masa depan seperti anak-anak lainnya. Karena itu, dukungan yang diberikan kepada mereka perlu melihat anak secara utuh—bukan hanya dari sisi penyakit dan pengobatannya, tetapi juga dari kebutuhan untuk belajar, bermain, bersosialisasi, berkembang, dan bermimpi.

Semangat inilah yang dihadirkan Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia melalui campaign “New Paths to Dreams”, dalam rangka memperingati Childhood Cancer Awareness Month yang diperingati setiap September.

Melalui kampanye ini, masyarakat diajak melihat perjalanan anak dengan kanker dari perspektif yang lebih luas. Mereka bukan sekadar anak yang sedang melawan penyakit, melainkan anak-anak yang tetap memiliki mimpi dan berhak mendapatkan kesempatan untuk mengejarnya.

Pita Kuning hadir untuk membantu membuka jalan tersebut melalui berbagai bentuk pendampingan bagi anak dan keluarga. Dukungan diberikan melalui pendampingan psikososial oleh Pekerja Sosial yang tersertifikasi Kementerian Sosial, dukungan nutrisi bulanan, kegiatan edukatif dan rekreatif, serta pendampingan psikolog bagi anak dan keluarga.

Bagi mereka, membuka jalan baru bukan berarti menentukan ke mana seorang anak harus pergi. Lebih dari itu, membuka jalan berarti memastikan setiap anak tetap memiliki ruang, kesempatan, dan dukungan untuk memilih serta mengejar mimpinya sendiri.

Semangat tersebut menjadi bagian dari Media Gathering yang diselenggarakan pada Selasa, 8 September 2026 di Rumah Pita Kuning, Jakarta. Kegiatan yang dihadiri anak-anak Pita Kuning, Pembina serta Pengawas ini menjadi ruang untuk berbagi cerita mengenai perjalanan dan milestone Pita Kuning, sekaligus memperkenalkan peran berbagai pihak, dalam membantu membuka jalan baru menuju mimpi bagi anak pejuang kanker.

“Bagi kami, setiap anak tetaplah anak yang berhak memiliki mimpi. Diagnosis kanker seharusnya tidak membuat mereka kehilangan kesempatan untuk belajar, bermain, dan bercita-cita. Karena itu, kami ingin hadir untuk menemani mereka dan keluarga melalui perjalanan yang mungkin berbeda, agar mereka tetap punya kesempatan untuk mencapai apa yang mereka impikan,” ujar Tyas Amalia, Ketua Yayasan Pita Kuning Anak Indonesia.

Diharapkan, semakin banyak masyarakat yang memahami bahwa perjuangan anak dengan kanker tidak berhenti pada proses pengobatan. Mereka juga membutuhkan dukungan untuk tetap belajar, bermain, bersosialisasi, membangun kepercayaan diri, dan mempersiapkan masa depan.

Indro Warkop, selaku Pengawas Pita Kuning, percaya bahwa membuka jalan baru bagi anak pejuang kanker merupakan tanggung jawab bersama. Kolaborasi antara keluarga, tenaga kesehatan, organisasi, media, masyarakat, komunitas, dan berbagai pihak lainnya diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang lebih mendukung bagi anak.

“Kami tidak dapat berjalan sendiri. Perubahan selalu lahir dari kolaborasi yang bisa dilakukan bersama masyarakat, mitra, dan juga komunitas. Kami membuka peluang untuk semua orang yang ingin mendampingi perjalanan anak pejuang kanker dan meningkatkan kualitas hidup mereka,” kata Indro.

Pada akhirnya, setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk melihat masa depan dengan penuh harapan. Bagi anak pejuang kanker, mungkin jalannya berbeda dan tidak selalu mudah. Namun, dengan dukungan yang tepat, jalan itu tetap bisa terbuka.

Karena kanker mungkin mengubah perjalanan seorang anak, tetapi tidak seharusnya menghapus mimpinya.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Lari Sambil Berbagi, Run & Rise 2026 Ajak 1.200 Pelari Wujudkan Akses Air Bersih di NTT hingga Pelosok Indonesia
img
Cermat Memilih Layanan Berlangganan agar Tak Salah Pilih
img
Membuka Jalan agar Mimpi Anak Pejuang Kanker Tetap Menyala
img
Anak Siap Masuk SD? Ini 8 Fondasi Kesiapan Sekolah yang Tak Kalah Penting dari Calistung