ads

Meningkatkan Kualitas dan Akses Pendidikan Lebih Merata Melalui Pembelajaran Seru untuk Anak Indonesia

Efa Trapulina - Jumat, 24 April 2026
Konferensi Pers Peluncuran Program OREO Berbagi Seru (Foto:Ist)
Konferensi Pers Peluncuran Program OREO Berbagi Seru (Foto:Ist)
A A A

Pernah merasa anak lebih cepat menangkap sesuatu saat belajar sambil bermain, dibanding saat diminta duduk diam dan fokus? Banyak orang tua mulai menyadari, cara belajar anak hari ini memang berbeda. Mereka butuh ruang untuk eksplorasi, bertanya, dan merasakan proses belajar itu sendiri, bukan sekadar menghafal.

Di tengah perubahan ini, pendekatan belajar yang “seru” bukan lagi pilihan tambahan, tapi kebutuhan. Bukan hanya untuk membuat anak senang, tapi juga membantu mereka memahami, berpikir kritis, dan tumbuh percaya diri.

Pendekatan ini juga yang terus didorong oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia melalui pembelajaran yang lebih joyful. Pendekatan ini juga selaras dengan gerakan “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang tengah didorong pemerintah, khususnya dalam membangun karakter anak melalui kebiasaan positif seperti gemar belajar dan aktif mengeksplorasi hal baru. Namun, tantangannya masih besar terutama di wilayah dengan keterbatasan akses pendidikan.

Faktanya, tidak semua anak punya kesempatan yang sama untuk merasakan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan. Di beberapa wilayah terutama daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar), keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran masih menjadi tantangan. Di wilayah tersebut, kualitas pembangunan, ekonomi, dan infrastruktur (jalan, listrik, internet) lebih rendah dibandingkan daerah lain.

Dr. Rita Pranawati, S.S., M.A., Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Pendidikan Inklusif dan Pemerataan Pendidikan Daerah 3T, menegaskan bahwa kondisi geografis Indonesia turut memengaruhi kualitas akses pendidikan. “Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang beragam, akses pendidikan di sejumlah wilayah terutama wilayah dengan keterbatasan akses, masih perlu terus diperkuat,” ujarnya.

Dampaknya cukup nyata. Data PISA (Program for International Student Assessment) 2022 menempatkan Indonesia di peringkat ke-69 dari 80 negara dalam kemampuan membaca, matematika, dan sains. Artinya, masih banyak ruang untuk perbaikan terutama dalam menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dan menyenangkan bagi anak.

Belajar Sambil Bermain, Bukan Sekadar Tren

Dari sisi tumbuh kembang, metode belajar sambil bermain punya dasar yang kuat. Irma Gustiana A., A.Psi., M.Psi., Psikolog Anak dan Keluarga, menjelaskan bahwa anak belajar melalui pengalaman langsung. “Anak bukan hanya menerima informasi, tetapi membangun pengetahuan melalui interaksi dan eksplorasi. Karena itu, pendekatan belajar sambil bermain penting untuk mengasah kemampuan kognitif, sosial, dan emosional secara seimbang,” jelasnya.

Ayu Dewi melakukan demo pembelajaran seru
Ayu Dewi (tengah) mencoba alat-alat belajar seru 

Hal ini juga dirasakan oleh artis Ayu Dewi sebagai orang tua. “Anak zaman sekarang nggak bisa disamakan dengan generasi dulu karena mereka hidup di dunia yang sangat dinamis dan full of challenges. Contohnya anak-anakku yang juga jadi bagian dari Generasi SERU. Di sekolah, mereka didorong untuk memahami konsep secara menyeluruh, dibimbing untuk mampu menerapkan pengetahuan secara berkelanjutan, membuat pilihan yang bertanggung jawab, sekaligus mampu berdiskusi serta berpikir kritis agar tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, penuh empati dan toleransi terhadap sekitar. Jadi, di rumah aku ikut mengutamakan proses belajar dua arah yang lebih interaktif, contohnya dengan menerapkan pembelajaran sambil bermain supaya anak-anak dibiasakan berperan aktif dan kritis bertanya. Tapi aku sadar, “kemewahan” ini belum tentu bisa dirasakan semua anak,” ujarnya.

Upaya Menghadirkan Akses Belajar yang Lebih Merata

Melihat kebutuhan ini, dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional, OREO menghadirkan program “OREO Berbagi Seru” bekerja sama dengan Indonesia Mengajar. Program ini menjangkau 7.000 siswa di tujuh provinsi yaitu Banten, Lampung, Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa tengah, Sumatera Selatan, dan Sumatera Utara. Beberapa di antaranya termasuk wilayah 3T dan marginal.

Melalui inisiatif ini, alat pembelajaran berbasis literasi, numerasi, sains, dan bahasa Inggris dikembangkan dengan pendekatan belajar sambil bermain guna mendorong anak Indonesia menjadi Generasi SERU yakni yakni anak-anak yang diharapkan tumbuh dengan karakter Solutif, Eksploratif, Responsif, dan Unggul sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Tidak hanya untuk siswa, tetapi juga melibatkan guru dan orang tua agar proses belajar bisa lebih optimal.

Anggya Kumala selaku Marketing Director Mondelēz Indonesia menanggapi, ”Sebagai brand yang sangat dekat dengan keluarga Indonesia, kami secara konsisten berkomitmen untuk berkontribusi di bidang pendidikan sebagai salah satu bekal penting yang mendukung kemajuan bangsa. Tahun ini kami ingin mendukung fokus Pemerintah dengan berkontribusi dalam menjembatani kesenjangan pendidikan di berbagai penjuru Indonesia, termasuk di beberapa wilayah 3T dan marginal, agar para siswa bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas dan seru secara lebih merata dan inklusif sehingga mereka memiliki kesempatan setara untuk berkembang menjadi Generasi SERU – generasi masa depan yang mencerminkan karakter anak yang future-ready,” lanjut Anggya dalam acara peluncuran di Jakarta (22/4).

Menurut Dr. Mariman Darto, S.E., M.Si., Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, kolaborasi seperti ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pendidikan yang lebih baik. “Pembangunan karakter tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas pihak agar pendidikan bermutu bisa dirasakan lebih merata,” ujarnya.

Pada akhirnya, proses belajar anak tidak hanya terjadi di sekolah. Rumah adalah ruang pertama di mana anak merasa aman untuk mencoba, gagal, dan belajar lagi. Inisiatif seperti “Berbagi Seru” menjadi pengingat bahwa menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, komunitas, dan juga orang tua. Menariknya, program ini juga mengajak partisipasi masyarakat, di mana sebagian hasil penjualan produk dikonversikan menjadi donasi untuk mendukung pemerataan akses pendidikan bagi lebih banyak anak di Indonesia. Karena ketika anak menikmati proses belajarnya, mereka tidak hanya memahami pelajaran, tetapi juga membangun rasa ingin tahu, kepercayaan diri, dan kesiapan menghadapi masa depan.

Kids Zone
Zona di mana buah hati Anda dapat menikmati kisah-kisah seru dalam bentuk cerita dan komik, mengeksplorasi artikel pengetahuan yang menyenangkan, serta permainan yang menarik untuk mengasah pemikiran buah hati.
Masuk Kids Zone
Latest Update
Selengkapnya
img
Meningkatkan Kualitas dan Akses Pendidikan Lebih Merata Melalui Pembelajaran Seru untuk Anak Indonesia
img
Tiga Dekade Menemani Lintas Generasi, Ketika Destinasi Belanja Jadi Bagian Cerita Keluarga
img
Kemitraan Global, Dampak Lokal, Wujudkan Transformasi Layanan Sumbing
img
Rangkul Setiap Keunikan, Ajang Lari Inklusif Ini Dorong Dukungan Nyata untuk Anak Berkebutuhan Khusus