Menumbuhkan Cinta Lingkungan, Cerianya Anak-anak dalam Lomba Menggambar dan Mewarnai Bertema Sungai Ciliwung Sahabat Alamku
Puluhan wajah ceria anak usia dini berkumpul, siap menggoreskan imajinasi mereka di atas kertas dalam Lomba Menggambar dan Mewarnai.
Mengusung tema “Sungai Ciliwung Sahabat Alamku”, lomba ini berhasil mengenalkan salah satu ekosistem terpenting di sekitar kita, yaitu sungai.
Melalui pensil warna dan krayon, anak-anak diajak untuk membayangkan dan mewujudkan sungai yang bersih dan asri, lengkap dengan flora dan fauna yang hidup di dalamnya.
Kegiatan ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, tetapi sebuah proses edukasi visual yang mengajarkan bahwa sungai adalah sahabat yang harus dijaga, bukan tempat sampah.
Sungai Ciliwung, urat nadi kehidupan Jakarta, kembali menjadi pusat perhatian publik melalui gelaran Ciliwung Day 2025.
Diinisiasi oleh Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) dan didukung penuh oleh Indofood sebagai mitra strategis, perayaan tahun ini mengusung tema "Revitalisasi Ciliwung: Sungai Bersih, Kota Berkelanjutan" dengan satu tujuan utama: memperkuat sinergi lintas pihak dan menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap sungai.
Rangkaian acara yang dipusatkan di Karet Tengsin, Jakarta, dari workshop daur ulang, penanaman pohon, hingga susur sungai, menegaskan harapan agar Ciliwung tidak hanya bersih dari sampah, tetapi juga kembali berfungsi sebagai ruang edukasi, rekreasi, dan kolaborasi yang sehat bagi masyarakat kota.
Berbagai kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan kepedulian, memperkuat aksi kolektif, dan menginspirasi kecintaan generasi muda terhadap kelestarian sungai.
“Perayaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan upaya memperkuat kolaborasi agar Ciliwung semakin bersih, sehat, indah, dan bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin Ciliwung menjadi ruang edukasi, rekreasi, dan kolaborasi lintas generasi,” kata Ketua GCB, Ir. Peni Santoso Dipl. Est saat puncak perayaan Ciliwung Day 2025 di Karet Tengsin, Sabtu (29/11/2025).
Dalam perjalanannya, Gerakan Ciliwung Bersih telah menjalankan berbagai program revitalisasi sungai dan pengelolaan sampah berbasis komunitas, di antaranya Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dan Sekolah Sungai, yang selama ini menjadi pilar edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pada periode 2020 - 2025, sebanyak lebih dari 26.902 kg sampah Ciliwung telah berhasil diolah melalui proses pengumpulan, pencacahan, hingga pendaur-ulangan menjadi pelet untuk dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sumber bahan bakar rumah tangga.
Sinergi Menuju Kota yang Berkelanjutan
Sungai Ciliwung memiliki peran vital sebagai ekosistem alami, jalur resapan air, ruang bermain dan belajar masyarakat, serta penyangga mitigasi banjir.
Hilangnya kualitas sungai akan berdampak langsung pada meningkatnya risiko banjir dan menurunnya keberagaman hayati.
Di sisi lain, revitalisasi sungai yang berkelanjutan akan membantu memulihkan fungsi ekologis sekaligus mendukung pembangunan kota yang bersih, aman, dan tangguh.
Dalam kesempatan ini, Head of Corporate Communications Indofood, Stefanus Indrayana mengatakan, mereka terus berkomitmen untuk mendukung perbaikan kualitas lingkungan, termasuk mendorong revitalisasi sungai secara berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa kelestarian sungai adalah bagian penting dari kualitas hidup masyarakat. Kami bangga dapat melanjutkan kolaborasi dengan GCB melalui inovasi pengelolaan sampah dan berbagai program edukasi masyakarat untuk mendukung terciptanya ekosistem sungai Ciliwung yang bersih dan sehat," ujar Indrayana.
Salah satu kontribusi mereka dalam mendukung upaya edukasi masyarakat adalah dengan membangun kepedulian seputar pengelolaan sampah untuk ekonomi sirkular.
Saat ini seluruh area terbuka di kantor sekretariat Gerakan Ciliwung Bersih telah menggunakan paving block ramah lingkungan, hasil kolaborasi bersama Rebricks.
Seluruh paving block terpasang, merupakan hasil pengolahan dari setidaknya 1,3 ton sampah kemasan yang telah diolah menjadi paving block berdaya tahan tinggi.
Sebagai bagian dari perayaan Ciliwung Day 2025, Gerakan Ciliwung Bersih mengadakan serangkaian kegiatan, mulai dari Aksi Bersih Sungai, Susur Sungai dari Dermaga Kantor GCB menuju UPK Badan Air sejauh ±2 km menggunakan perahu karet, Aksi Tanam Pohon, sesi talkshow seputar gerakan revitalisasi sungai berkelanjutan, Pameran foto “Lensa Ciliwung”, yang menampilkan wajah Sungai Ciliwung dari sudut pandang para komunitas penggerak dan pencita Sungai Ciliwung.
Juga digelar Workshop Daur Ulang Kreatif, dan Lomba Menggambar dan Mewarnai Anak Usia Dini bertema “Sungai Ciliwung Sahabat Alamku” untuk mengenalkan ekosistem sungai dan nilai kepedulian sejak dini.
Tahun ini acara turut dimeriahkan oleh kehadiran finalis Abang None Jakarta 2025, yang juga mengajak generasi muda terlibat dalam gerakan cinta sungai dan gaya hidup berkelanjutan.
"Kami berharap momentum Ciliwung Day 2025 dapat memperkuat sinergi seluruh pemangku kepentingan, sehingga Sungai Ciliwung yang kita miliki bersama ini dapat terus memberi manfaat bagi masyarakat Jakarta, kini dan di masa depan,” pungkas Peni.